Perkembangan Psikomorik Anak Dalam Era Gadget

Dalam perkembangan jaman yang mana disebut sebagai “jaman now” anak-anak seakan cepat berkembang psikomotoriknya walaupun sesuatu benda itu belum pernah dikenalnya dan tidak diketahui fungsinya untuk apa. Sering kita dengar anak-anak yang menjadi pembuat game walaupun sebenarnya belum diketahui manfaat teknologi yang paling hakikinya

Anak hanya berpikir yang penting ini digunakan untuk happy dan tahu operatorinya. Tidak jarang kita lihat anak menggunakan kamera dsri gadget orangtua dengan menggunakan aplikasi yang ada pada gadget tersebut.

Sekarang apakah orangtua mau meredam perkembangan Psikomotoriknya dengan kata jangan ini dan jangan itu. Semua Kembali terpulang pada sang orangtua sebagai panutan anak dan orang yang mengarahkan kehidupannya mulai dalam kandungan

Menurut Hurlock (1998) – perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir.
Perkembangan ketrampilan motorik merupakan factor yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak secara keseluruhan. Elizabeth Hurlock (1956) mencatat beberapa alasan tentang fungsi perkembangan motorik bagi konstelasi perkembangan individu, yaitu sebagai berikut :
1. Melalui ketrampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang, seperti anak merasa senang dengan memiliki ketrampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat lainnya.
2. Melalui ketrampilan motorik anak dapat beranjak dari kondisi helplessness (tidak berdaya) pada bulan-bulan pertama kehidupannya, ke kondisi yang independence (bebas tidak bergantung). Anak dapat bergerak dari satu tempat ketempat yang lainnya, dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan self confidence (rasa percaya diri).

Sumber

Dari penjelasan dan pemikiran para penulis diatas menurut saya sangat bagus pada jamannya namun bila kita kondisikan jaman sekarang sangat sulit penerapannya karena digagalkan dari berbagai indikator baik ruang maupun keefesiennya dalam prakteknya.

Tanpa mengurangi makna dan fungsi motoriknya anak sebenarnya mendapat hal itu dalam gadget. Dalam satu gadget bisa banyak permainan dan perlakuan yang dilakukan si anak. Mulai dari melukis, menari dan lainnya bisa dilihat dan diakses anak tersebut. Sungguh teknologi buat Semuanya supel dan simple. Bahkan pejabat pendidikan mengakui perkembangan teknologi sangat mudah diketahui anak karena melihat semuanya seakan sudah terampil bergadget ria. Sehingga mata pelajaran TIK ditiadakan untuk sekolah

Dilema bagi orangtua melihat perkembangan teknologi ini jika tidak pintar mensiasati keadaan sibuah hati.

Saya salin dalam kolom metrotv dalam pembahasan gadget ini dengan para pakar juga ada jawaban yang kurang memuaskan saya sebagai pembaca dari pendapat para pakar.

Bak pisau yang memiliki dua sisi, keberadaan gadget membawa kebaikan sekaligus dampak negatif. Terutama pada anak. Dokter anak asal Amerika Serikat Cris Rowan menegaskan, harus ada pelarangan penggunaan gadget pada anak berusia di bawah 12 tahun. Sebab, tak sedikit penelitian yang membuktikan, gadget lebih banyak membawa dampak negatif ketimbang manfaat bagi anak.
Asosiasi dokter anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan, orangtua harus tegas tidak memberikan gadget pada anak usia 0-2 tahun. Anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari, dan dua jam untuk anak 6-18 tahun.
Sayangnya, kenyataan yang terjadi berbeda. Anak-anak justru menggunakan gadget empat hingga lima kali melebihi durasi yang direkomendasikan ahli.
Psikolog anak Anna Surti Ariani mengatakan, jika seorang anak terlalu sering bermain gadget, akan menurunkan wawasan dan kecerdasan anak.
“Seorang anak membutuhkan wawasan yang konkret di dunia ini,” kata psikolog yang akrab disapa Nina saat ditemui Metrotvnews.com di Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Senada, dr Setyo Handryastuti, Sp.A(K) mengatakan, ketidaksetujuan jika orangtua sudah mulai memberikan sebuah gadget kepada anak-anak, khususnya balita. Menurutnya, gadget bukanlah salah satu media yang tepat dijadikan untuk sarana bermain anak.

Pendapat diatas bila kita hubungkan dengan pendapat berikut

Tujuan orangtua memperkenalkan dan memberikan gadget semenjak dini tidak salah, yaitu untuk memberikan sarana bermain dan membuat anak melek teknologi. Melalui gadget, anak-anak bisa bermain berbagai macam permainan dengan menggunakan media yang sama. Namun, lanjut Setyo Handryastuti, orangtua kurang menyadari efek yang yang akan ditimbulkan. Kolom metrotv baca disini

Tidak seharusnya yang bercetak tebal itu muncul dalam tanggapan karena bila itu dimunculkan berarti belum memahami sebenarnya perkembangan anak. Sebaiknya memang tidak usahlah gadget dipeekenalkan kepada anak. Bila mau sehat jasmaninya tapi kalau kita berbicara jasmani seyogianya semua tidaklah bagus menggunakan gadget karena radiasi yang ditimbulkannya.

Kalau perkembangan mentalnya memang benar jangan terlalu sering anak didekatkan dengan dunia maya jadinya perkembangan kognitifnya akan lambat mengolah dunia nyata yang dihadapinya.

Sebaiknya orangtua perlu memperkenalkan gadget sama anak setelah duduk dibangku SD itu pun sesuaikan durasi yang sangat singkat kalau dalam detikcom mengatakan 2 jam perhari baca disini namun kalau memungkinkan satu jam-sehari itu pun sudah lebih dari cukup.

Perkembangan psikomotrik anak harus 95% artinya seluruhnya ada ditangan orangtua bukan yang lain kalau yang lain lebih berpengaruh berarti dapat dikatakan orangtua akan sulit memahami anak kelak besarnya nanti karena konsep psikomotoriknya bukan disusun dan dikelola orangtua, hal ini akan berdampak terhadap psikologi anak.

Pardomuan Sitanggang

Share This:

Pardomuan Sitanggang

Tes

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button