Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Praktik Baik Pembelajaran Jarak Jauh dengan Beragam Model

Cara 5M lain yang lain terkait dengan pemilihan model pembelajaran jarak jauh adalah cara Memberdayakan Konteks. Dimana kondisi murid, kondisi sosial ekonomi, dan geografis yang berbeda justru dilihat sebagai satu kekuatan untuk mengadaptasi model pembelajaran jarak jauh yang paling sesuai dan efektif. 

Seperti guru praktik baik Guru Titis dari Sanggau. Terkait dengan keterbatasan akses internet ke daerahnya di pelosok Kalimantan Barat, Guru Titis tidak dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara daring. Untuk dapat menjangkau siswa-siswa nya secara luas, Guru Titis memilih menggunakan model pembelajaran menggunakan siaran radio daerah setempat. Siswa tetap mendapatkan hak belajar, terfasilitasi kebutuhannya dan tujuan belajar tetap bisa dicapai.

Bapak dan Ibu Guru, untuk mengetahui lebih jauh bagaimana guru-guru di berbagai daerah memilih model PJJ dan memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di dalam komunitas guru sebagai sumber belajar.

Silahkan unduh dan pelajari Surat Kabar Guru Belajar edisi Sekolah Lawan Corona.

Setelah Anda mempelajarinya, tuliskan pada komentar, salah satu praktik pembelajaran jarak jauh yang menginspirasi Anda.

Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran

elamat bergabung di topik terakhir pembelajaran mengenai teknologi, media dan sumber belajar. Semoga Bapak dan Ibu guru semakin bersemangat. Pada topik ini, Anda akan mempelajari bagaimana teknologi, media dan sumber belajar dapat memberikan dampak pada pembelajaran, terutama dalam pembelajaran jarak jauh.

Cara pandang lama yang beranggapan bahwa kombinasi pengetahuan pedagogi (P) dan pengetahuan konten (K) saja cukup dimiliki guru, sedikit demi sedikit mulai berubah. Pada tahun 1980-an dunia pendidikan mulai mengalami perubahan besar, dimana teknologi mulai menjadi bagian yang terdepan dalam pendidikan. Hal ini terjadi terutama terjadi karena berkembangnya inovasi teknologi digital yang menggabungkan perangkat keras dan lunak seperti komputer, game dan internet, serta aplikasi yang mendukungnya. Perkembangan teknologi ini kemudian dimanfaatkan dalam pembelajaran. Ini terlihat dengan munculnya berbagai game pendidikan.

Perubahan pendidikan yang dinamis mulai beralih pada integrasi pengetahuan pedagogi (P), pengetahuan konten (K), dan pengetahuan teknologi (T), yang mulai diterapkan dalam pembelajaran. Pengetahuan  pedagogi merupakan pengetahuan mengenai proses dan praktik atau metode belajar-mengajar. Pengetahuan konten adalah pengetahuan mengenai mata pelajaran yang akan dipelajari. Sementara, pengetahuan teknologi adalah pengetahuan mengenai standar teknologi mulai dari buku, kapur dan papan tulis, atau teknologi yang lebih canggih seperti internet dan video digital.

Integrasi pengetahuan pedagogi (P), pengetahuan konten (K), dan pengetahuan teknologi (T) menciptakan pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi (KPT). Pengetahuan ini:

  1. Merupakan dasar pembelajaran menggunakan teknologi. 
  2. Memberikan pemahaman untuk menampilkan konsep menggunakan teknologi.
  3. Memberikan pemahaman mengenai bagaimana teknologi melibatkan cara-cara pedagogis yang konstruktif untuk mengajarkan konten. 

Silakan pelajari ilustrasi berikut ini:

Jadi sesuai pula dengan pemaparan AECT: Association for Educational Communications and Technology (2004), mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan merupakan upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik) serta meningkatkan kinerja.

Mempertimbangkan Pengalaman Belajar Siswa

Pada sesi sebelumnya, Bapak dan Ibu guru telah memahami prinsip mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran serta manfaatnya bagi pembelajaran. 

Untuk dapat mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran secara maksimal, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal, terutama mengenai pengalaman belajar yang dialami siswa. 

Sebelumnya melangkah lebih lanjut, mari kita pelajari piramida pengalaman belajar oleh Edgar Dale berikut ini.

Menurut penelitian Dale, metode yang paling tidak efektif berada di bagian teratas piramida dan metode yang paling efektif berada di bagian paling bawah. Pengalaman belajar diberikan dengan tujuan mewakili kenyataan atau hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang nyata. Semakin jauh Anda bergerak ke bawah piramida, semakin besar pengalaman pembelajarannya dan semakin banyak informasi yang mungkin disimpan siswa. 

Hal ini juga menunjukan bahwa ketika memilih metode pembelajaran, penting untuk Bapak dan Ibu guru ingat bahwa pelibatan siswa dalam proses memperkuat retensi pengetahuan yang didapatkannya. Dengan melihat piramida  pengalaman  belajar Dale diatas, maka Bapak dan Ibu guru dapat menghubungkan keterkaitan antara tujuan pembelajaran, pengalaman belajar dengan pilihan metode pembelajaran, serta penggunaan teknologi dan media pembelajaran, serta berbagai sumber belajar. 

Dari piramida tersebut, bagian mana yang paling sering Anda gunakan selama ini? Aktivitas apa yang sering Anda lakukan dalam pembelajaran di kelas? Jika Anda diminta memilih kegiatan yang baru di kelas, Apa yang Anda ingin lakukan? Silahkan berikan komentar Anda  pada kolom komentar dibawah ini. 

Mengenal Media Belajar

Media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam teknologi pembelajaran. Dalam menerapkan teknologi pembelajaran guru harus menggunakan media agar dapat menyampaikan pesan berupa konsep atau konten pembelajaran sehingga siswa dapat dengan menerimanya dengan baik. Teknologi pembelajaran tidak akan bisa mencapai tujuan pembelajaran dengan baik tanpa adanya media yang dipilih dan digunakan. 

Mari kita sama-sama mempelajari penjelasan mengenai media pembelajaran berikut ini

Kerucut pengalaman Dale akan membantu Bapak dan Ibu guru untuk mempertimbangkan pengalaman belajar seperti apa yang diharapkan dan memilih media yang sesuai berupa media audio, visual, audio visual, atau multimedia.

Mengenal Berbagai Sumber Belajar

Bagaimana dengan sumber belajar? 

Sumber belajar adalah berbagai atau semua sumber, baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar. 

Sumber belajar dapat memberikan informasi yang diperlukan murid dalam proses pembelajaran, serta memberikan kesempatan belajar seketika, dimana siswa dapat menerima informasi langsung. Selain itu sumber belajar juga dapat mengurangi kesenjangan antara informasi yang bersifat verbal dan abstrak dengan informasi yang konkrit dan sesuai realitas.

Sumber-sumber belajar dapat berupa:

  1. Pesan. Misalnya informasi, cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya 
  2. Orang. Misalnya guru, instruktur, siswa, ahli, narasumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya
  3. Bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya
  4. Alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya
  5. Pendekatan/ metode/ teknik, seperti diskusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talkshow dan sejenisnya
  6. Lingkungan berupa; ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun atau pasar

Lalu bagaimana Anda mengelola Sumber belajar?

Sekarang Bapak dan Ibu guru sudah dapat menghubungkan bagaimana media dan sumber belajar terkait dengan teknologi dalam pembelajaran. Apakah anda akan merancang sumber belajar atau menggunakan sumber belajar yang telah tersedia ? 

Memilih Teknologi dan Media Pembelajaran

Pada sesi-sesi sebelumnya telah disebutkan beberapa dasar pertimbangan yang diperlukan untuk memilih teknologi dan media pembelajaran di kelas Bapak dan Ibu guru, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh seperti saat ini. Diantaranya adalah; tujuan belajar, dan pengalaman belajar siswa. Pertimbangan apa lagi yang menjadi dasar pemilihan teknologi dan media pembelajaran?

Integrasi teknologi dalam pembelajaran juga diharapkan dapat mengubah pola pembelajaran, yaitu:

  1. Pola pembelajaran siswa pasif menjadi pola pembelajaran siswa aktif 
  2. Pola pembelajaran satu arah menjadi pola pembelajaran yang interaktif
  3. Pola pembelajaran terisolasi – tekstual menjadi pola pembelajaran jejaring – kontekstual
  4. Pola pembelajaran tanpa melibatkan orangtua menjadi pola pembelajaran dengan melibatkan orangtua.

Sekarang mari kita lihat bersama bagaimana memilih teknologi pembelajaran dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang sudah kita diskusikan. Silahkan pelajari Infografis Alur Memilih Teknologi untuk Pembelajaran Jarak Jauh. 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *