Pengantar Pembelajaran Jarak Jauh

Topik pertama mengenai konsep pembelajaran jarak jauh. Saat ini, tentu tidak asing bagi Anda mengenal istilah pembelajaran jarak jauh, bahkan Anda telah menerapkannya. Tetapi, apakah Anda pernah merefleksikan pembelajaran jarak jauh yang Anda lakukan? Sebenarnya apa tujuan dari PJJ ini? Mengapa kita harus bersusah payah merancang PJJ dengan benar?

Sejak diterbitkan Surat Edaran Kemdikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, baik daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan. Kondisi darurat Covid-19 berdampak pada proses pembelajaran untuk sementara tidak lagi dilakukan secara tatap muka. Apakah Bapak dan Ibu guru merasa kebingungan? Keresahan Bapak Ibu sangatlah wajar karena kondisi ini sangat berbeda dari keadaan normal. 

Lantas, sebagai pendidik apa yang Anda lakukan? Memilih mengikuti sewajarnya karena suatu keharusan atau adaptif dengan mencari informasi dari berbagai perspektif? Sejatinya, pendidikan merupakan suatu proses dinamis. Dalam kondisi apapun, pengalaman belajar yang bermakna diperlukan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Lalu, apa saja tantangan yang dihadapi guru dalam melaksanakan PJJ? 

Pembelajaran jarak jauh diterapkan sejak bulan Maret 2020. Itu artinya, hampir 5 bulan sudah siswa belajar dari rumah. Kondisi yang berbeda dari keadaan normal ini membuat guru di seluruh Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam melaksanakan pembelajaran jauh. Apa saja tantangan tersebut? Mari kita simak cerita pengalaman guru-guru dari berbagai daerah yang dirangkum dalam video berikut ini. https://youtu.be/MYVAZ-qw9sg

Bapak dan Ibu guru, Video yang telah Anda saksikan tadi merupakan gambaran tantangan yang mungkin juga Anda alami saat ini. Namun demikian, tantangan pembelajaran jarak jauh bukanlah suatu hal yang harus dikeluhkan terus menerus. Alangkah lebih baik apabila kita sebagai pendidik berusaha mencari solusi terbaik yang tidak membebani siswa, guru dan orang tua sehingga dapat memberikan pengalaman belajar jarak jauh yang bermakna. 

Lantas, bagaimana merancang pembelajaran jarak jauh yang bermakna? Langkah awal yang perlu diperhatikan ialah mengetahui mengapa kita perlu melakukannya. Apa tujuan, prinsip dan pendekatan pembelajaran jarak jauh? Silakan cermati infografis berikut. Anda bisa menulis catatan poin-poin penting yang Anda dapatkan.

BERSAMBUNG…..

Sebagai pendidik, perlu mengingat kembali bahwa tujuan pendidikan berpusat pada siswa. siswa mampu mengembangkan kompetensi sehingga mereka dapat menalar, menjadi pribadi mandiri yang mampu menghadapi ujian bermakna dan kelak siap untuk mengatasi tantangan dalam kehidupan. 

Pembelajaran jarak jauh membuat kita mengerti bahwa proses belajar tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh guru. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran jarak jauh yang bermakna. Bermakna dalam artian relevan secara konteks dan konten dengan kehidupan siswa. 

Lantas, bagaimana merancang pembelajaran jarak jauh yang dapat mengembangkan kompetensi siswa? Pada aktivitas ini, Anda akan mempelajari kunci memfasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh bermakna dengan Cara 5M. Apa itu Cara 5M? Cara 5M adalah pilihan cara untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan melibatkan siswa, orangtua maupun komunitas. Cara 5M terdiri dari:

  1. Memanusiakan hubungan
  2. Memahami konsep
  3. Membangun keberlanjutan
  4. Memilih tantangan
  5. Memberdayakan konteks

Panduan 5M untuk Pembelajaran Jarak Jauh.

Strategi Pelibatan Orangtua

Pandemi Covid-19 telah membukakan cara pandang dan kebiasaan baru mengenai proses pembelajaran yang idealnya melibatkan guru, siswa dan orangtua. Perubahan situasi dari pembelajaran yang selama ini lebih berfokus pada peran guru, sekarang mulai beralih pada situasi dimana orang tua dan guru saling berbagi peran dalam memfasilitasi pembelajaran siswa. 

Cara 5M; Memanusiakan hubungan, Memahami konsep, Membangun keberlanjutan, Memilih tantangan, dan Memberdayakan konteks, dalam Pembelajaran Jarak Jauh, mendorong siswa belajar lebih bermakna untuk meningkatkan kompetensinya. Sejalan dengan hal ini, Cara 5M juga memberikan ruang yang lebih luas bagi keterlibatan orangtua dalam proses pembelajaran siswa. 

Bagaimana Cara 5M mendorong pelibatan orangtua dalam pembelajaran siswa? Anda dapat membaca pemaparannya sebagai berikut.

Share This:

Karier

2008-2009             Guru di sekolah yayasan Cinta Kasih Medan
2009 – 2010          Guru di sekolah SMA Swasta Immanuel Batam
2009 – 2010          Guru di sekolah SMP Negeri 21 Batam
2010 – 2015          Dosen Matematika FKIP UNRIKA
2015 – 2016          Dosen Matematika STKIP Alfayed
2010 – 2015         Guru di SMP Negeri 13 Batam
2015 – sekarang  Guru SMP Negeri 51 Batam

Share This: