SPMI SMPN 51 TAHUN 2019

Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional
Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan penjaminan mutu
pendidikan di satuan pendidikan dasar dan menengah. Tujuan penjaminan mutu pendidikan
dasar dan menengah adalah untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dasar dan
menengah oleh satuan pendidikan di Indonesia berjalan sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan.
Sistem Penjaminan Mutu yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri atas Sistem
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI
dilaksanakan oleh satuan pendidikan, sedangkan SPME dilaksanakan oleh institusi di luar
satuan pendidikan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Standar Nasional
Pendidikan, dan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah.
Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem
penjaminan mutu eksternal sesuai tugas dan kewenangannya akan memperkuat upaya
satuan pendidikan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan
nyata di lapangan.
Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan SPMI Bagi Sekolah Model dan Pengimbasan
di Kepulauan Riau Tahun 2019 ini merupakan petunjuk pelaksanaan yang dapat dipelajari
semua pihak terkait dalam penerapan SPMI sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-
masing. Untuk itu semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya
sehingga dapat melaksanakan tugasnya dalam mewujudkan pelayanan pendidikan bermutu
guna mendorong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

File lengkap disini

Share This:

Supervisi Sekolah Model SPMI Kota Batam

Kegiatan hari pertama ( Senin 3 Desember 2018)

  1. Dilaksanakan 03 S.D 06 Desember 2018 di SMA NEGERI 3 Batam
  2. Bantuan pemerintah harus ada laporan pertanggung jawaban
  3. Evaluasi pengembangan sekolah model

    Disosialisasikan kepada warga sekolah

      Komitmen warga sekolah

        Pelaksananya satuan pendidikan itu sendiri

          Ada acuan yg kita ikuti pada standar nasional pendidikan

            Ada bantuan atau tidak harus ada pemetaan mutu setiap tahunnya melalui Raport PMP

              Standar yg campur tangan pemerintah adalah Standar sarana dan prasarana dan standar tendik

                Sekolah menjalankan penjaminan mutu pendidikan bersama2 dalam dengan stakeholder pendidikan

                  Indikator 8 standar nasional Pendidikan harus dipahami setiap pendidik

                    Dari EDS melihat kelemahan2 yg muncul diperbaiki Sehingga sekolah itu menghasilkan lulusan yg terbaik

                      Indikator keberhasilan sekolah model adalah bisa dilihat dari pengerjaan raporr mutu,

                        Kunci sukses PMP, SNP, AKREDITASI, UN

                        1. Perbaikan yang berkelanjutan
                        2. Berorientasi pada kepuasan peserta pendidik, keterlibatan aktif stakeholder, pelatihan, komunikasi dan kerjasama

                        KEGIATAN HARI KE DUA (4 Desember 2018)

                        Siklus SPMI:

                        1. Pemetaaan mutu
                        2. Perencanaan standar mutu
                        3. Pelaksanaan SPMI
                        4. Monitoring dan evaluasi
                        5. Penetapan standar mutu baru
                        • SPMI disesuaikan dengan 8 Standar nasional Pendidikan
                        • Pelaksanaan tidak hanya karena adanya bantuan pemerintah yg diberikan pemerintah pusat melalui LPMP
                        • Program-program yang kita buat jangan stagnan
                        • Sekolah semuanya nanti bakal menerapkan sistem Zonasi dalam penerimaan siswa-siswi baru
                        • Pembudayaan guru menyambut siswanya
                        • Pembuatan RPP abad 21

                        Hari ke Empat ( 6 Desember 2018)

                        • Presentase keadaan sekolah beserta penggunaan dana BANTAH
                        • Leader kelas secara bergantian
                        • Sekolah tidak ada lagi kastanisasi oleh sebab itu kementerian menerapkan sistem zonasi sekolah

                        Share This: