Dokumen 1 20172018

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hidup dan selalu berubah lantaran mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan budaya masyarakat. Pendidikan dari masa ke masa mengalami kemajuan yang sangat pesat, demikian juga piranti pendidikan yang canggih, oleh sebab itu perubahan yang terjadi di tengah masyarakat adalah diakibat oleh majunya dunia pendidikan, pendidikan tidak hanya merambah dunia nyata akan tetapi sudah merambah dunia maya, yang menurut pemikiran lama masih dalam bentuk khayalan dan angan-angan, sekarang sudah dalam bentuk kenyataan.

Perkembangan dunia yang ditandai dengan era informasi dan globalisasi sewajarnyalah Indonesia tanggap terhadap perkembangan tersebut seperti dengan diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Begitu juga dengan pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri yang mengacu pada Undang – undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan serta pasal 36 tentang Kurikulum. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan juga dengan jelas mengatakan tentang Kurikulum Tingkat satuan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Regulasi ini akan berdampak dengan adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang mengacu agar hasil pendidikan nasional dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju.

Konsep desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan otonomi kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di sekolah.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada dilingkungan peserta didik dan daerah.

Hasil implementasi Kurikulum 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), telah melahirkan kebijakan berupa  diimplementasikannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum sekolah.

Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :

  1. Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. Belajar untuk memahami dan menghayati,
  3. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
  4. Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain,
  5. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan atau biasa disebut PAIKEM.

Seperti disadari bersama bahwa SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pembangunan pendidikan nasional, tentunya akan mengikuti arah baru dari kebijakan penggunaan kurikulum dimaksud. Dalam hal ini, maka penyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam dimaksudkan sebagai upaya awal dalam mendorong pelaksanaan kebijakan pemerintah dibidang pendidikan dan sekaligus sebagai upaya ke arah peningkatan mutu pendidikan.

Berdasarkan Program Pendidikan yang ada pada SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam  dari Program Pendidikan Jangka Menengah dan Jangka Panjangnya, maka penyusunan kurikulum sekolah ini mempunyai karakteristik yang disesuaikan dengan potensi dan kawasan di lingkungan SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam yang letak geografisnya berada di daerah kota Pulau Batam dan komunitas yang heterogen atau beragam.

Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Kurikulum SMP Negeri 19 Batam tahun ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tertentu tetapi diintegrasikan pada setiap pembelajaran maupun kegiatan pengembangan diri. Strategi penyampaiannya tidak bersifat informatif tetapi lebih bersifat keteladanan. Pendidik sangat menentukan keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di SMP Negeri 19 Batam

Potensi –potensi yang dimiliki dan karakteristik  SMP Negeri 19 Batam

a. Peserta didik

Peserta didik yang ada di SMP Negeri 19 Batam umumnya bersasal dari Pulau Jaloh, sedangkan hanya sebagian kecil siswa yang berasala dari Pulau Cengkui dan Pulau Pecung Kec. Belakang Padang karena letak  SMP Negeri 19 Batam dipisahkan oleh selat dan laut sehingga membuat SMPN 19 Batam menjadi pilihan terakhir

b. Pendidik

Pendidik di SMP Negeri 19 Batam  rata-rata usia produktif dengan kualifikasi Sarjana (S1) sudah mencapai 80 %. Pendidik yang sudah tersertifikasi 10 % dan 70% bertempat tinggal sekitar Pulau Jaloh, sehingga sebagian besar guru SMP Negeri 19 Batam tidak menggunakan alat transportasi.

c. Saran Prasarana

Luas Tanah SMP Negeri 19 Batam mencapai 7.200 m2, yang didalamnya terdapat bangunan ruang belajar 3 Ruang, Laboratorium IPA 1 ruang, Perpustakaan mini 1 ruang yang diperoleh dari ruang labor, Laboratorium Komputer mini yang disekat dekat laboratorium, kopsis yang digabung dengan ruang kantor, , kamar mandi/WC peserta didik 2 ruang

d. Pembiayaan

Pembiayaan operasional sekolah sepenuhnya didanai dari dana BOS dan dana Rutin Sekolah. Sedangkan untuk pembangunan gedung- gedung baru atau rehabilitasi gedung SMP Negeri 19 Batam sering mendapatkan bantuan dari Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat.

e. Program

SMP Negeri 19 Batam mempunyai program-program unggulan  misalnya :

e.1 Program religius

Program ini merupakan bentuk implementasi dari Visi sekolah. Adapun kegiatan –kegiatan yang dilaksanakan adalah sholat dhuhur berjamaah (tentatif) , sholat jumat berjamaah, yang wajib diikuti seluruh  peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan yang muslim.

10 menit sebelum pembelajaran dimulai wajib membaca Al Qur’an bagi yang beragama Islam1.

e.2  Program Peduli Lingkungan

Program ini dilaksanakan harian, dimulai pukul 07.00 sd 07.25 oleh semua warga sekolah sesuai dengan lokasi masing –masing dengan membersihkan lingkungan menata taman, merawat taman.

Diadakan lomba penghijauan pada saat hari bumi atau hari lingkungan.

e.3  Pengembangan SDM

Pengembangan SDM diikuti oleh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang dilaksanakan setiap hari sabtu

Melaksanakan  lomba cerda cermat .

f. Komite Sekolah

Komite sekolah yang ada SMP Negeri 19 Batam keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi Sekolah, sebagi mitra Komite SMP Negeri 19 Batam, sangat banyak membantu memberi masukan kepada  sekolah dalam menyusun program mapun membantu mengawasi pelaksanaan program tersebut sehingga apa yang sudah diprogramkan dapat berjalan dengan baik

g. Dinas Pendidikan

Peran serta Dinas Pendidikan Kota Batam dalam penyelenggaraan pendidikan yang baik di SMP negeri 2 Krian sangat dirasakan misalnya dengan  diadakannnya monitoring dan evaluasi kinerja pendidik maupun tenaga kependidikan, sehingga lebih memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

h. Asosiasi Profesi

Asosiasi profesi yang ada baik di Tingkat Kota Batam seperti MGMP, manfaatnya sangat dirasakan oleh pendidik di SMP Negeri 19 Batam, karena melalui wadah etrsebut para pendidik dapat bertukar pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan administrasi yang harus disiapkan maupun kesulitan –kesulitan materi pembelajaran yang dialami pada saar pembelajaran.

i. Pengembangan Instrumen

Untuk mendukung terlaksanannya program dengan baik, maka perlu dibuatkan instrumen. Instrumen yang sudah dikembangkan di SMP Negeri 19 Batam antara lain analisis hasil penilaian, analisi butir soal, analisis kegiatan pengembangan SDM, analisis program lingkungan.

Selengkapnya

Share This:

Contoh RKS Sekolah

SMPN 19 Batam berada di Kelurahan Pantai Gelam Kecamatan Bulang Batam. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang terletak di daerah hinterland. Sebagian masyrakat beranggapan sekolah  hinterland adalah sekolah yang mempunyai mutu di bawah standar. Kalau diukur dari fasilitas yang dimiliki oleh sekolah dan diperbandingkan dengan sekolah yang berada di batam, memang diakui fasilitas dan sarana prasarana tidak memenuhi standar yang ada, tetapi seiring perkembangan zaman pemerintah tidak menutup mata atas kekurangan ini, dibuktikan pada tahun 2009 Pemko Batam memprioritas pembangungan pendidikan di daerah hinterland.   Pada tahun 2009 Laboratorium sudah berdiri di lingkungan SMP 19 Batam. Kemudian pada tahun 2011 guru PNS yang bertugas sudah mencapai 85%. Ini semua membuktikan bahwa Pemerintah serius membenahi pendidikan di daerah hinterland. Kalau diukur dari kuantitas siswa, SMPN 19 Batam sudah bisa dijadikan RSBN, karena jumlah siswa dalam satu kelas paling banyak adalah sejimlah 20 orang. Ini sangat mendukung dalam proses belajar mengajar, karena rasio jumlah siswa dengan guru sudah di atas standar yang ditetapkan oleh Pemerintah. Namun dalam kiprahnya untuk terus meningkatkan dan mengembangkan sekolah tersebut, lingkungan strategis yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMPN 19 Batam adalah sebagai berikut :

Kondisi Geografis SMPN 19 Batam terletak di daerah perbatasan antara Kota Batam dengan Kec. Moro Kabupaten Karimun. Sekolah ini hadir ditengah masyarakat Pulau Jaloh berkat perjuangan tokoh masyarakat di tambah dengan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan .

Kondisi sosial masyarakat sekitar sekolah adalah homogen. Hal ini bisa dilihat dari mata pencarian masyarakat yang mayoritas adalah nelayan. Kalau dipersentasekan 95 % nelayan dan 5 % pengusaha dan pegawai. Hal ini mempengaruhi terhadap tingkat  perekonomian masyarakat sekolah. Rata- rata pendapatan wali murid berada di bawah UMR yang ditetapkan oleh Pemerintah. Ini berdampak pada partisipasi masyarakat sekolah di bidang pendidikan minim. Tetapi secara umum masyarakat sekitar sekolah mendukung terhadap keberadaan sekolah dan program-program sekolah.

Kebijakan otonomi daerah termasuk otonomi pendidikan telah memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pengembangan sekolah. Hal ini memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada pihak sekolah untuk meningkatkan kemandirian, fleksibilitas, akuntabilitas, partisipasi, dan keberlanjutan program-program sekolah. Dengan otonomi tersebut yang mendukung terlaksananya manajemen berbasis sekolah, sekolah dituntut mampu untuk menentukan program-pogram kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi dan prestise sekolah sehingga sekolah mampu berkompetisi secara sehat dengan sekolah lain untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan masyarakat yang lebih luas.

Kebijakan pemerintah daerah baik propinsi maupun kota yang berkaitan dengan pendidikan memberikan warna tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan. Hal ini secara dinamis berdampak terhadap penyelenggaraan pendidikan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Isu persaingan global yang terus mengemuka menuntut semua negara untuk dapat bertahan dan bersaing di dunia internasional. Pendidikan merupakan sarana yang strategis untuk mempersiapkan warga negara yang memiliki kompetensi yang mampu bertahan dan bersaing di dunia internasional.

Pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi masa kini dan masa mendatang perlu terus diikuti dan disikapi dengan tiada hentinya mempersiapkan generasi muda sebagai sumber daya manusia Indonesia yang mampu mengisi dan membangun cita-cita proklamasi.

Untuk mempersiapkan generasi muda (siswa) dalam rangka mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, perlu persiapan dan penataan yang strategis melalui pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu sistem di mana di dalamnya mengemban misi yang mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, meningkatkan mutu serta relevansi dan efesiensi pengelolaan pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukan peningkatan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.

Kedepan pendidikan yang diharapkan adalah sebagai berikut :

  1. Terselenggarakannya pendidikan secara demokratis dan berkeadilan tidak diskriminatif,  menjunjung tinggi hak asasi, nilai keagamaan, nilai etika, nilai kultural, dan menghormati kemajemukan budaya.
  2. Terselenggaranya pendidikan sebagai suatu proses pembudayaan dan perberdayaan siswa  yang berlangsung sepanjang hayat.
  3. Terselenggaranya pendidikan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan dan keingintahuan serta mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran
  4. Terselenggaranya pendidikan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, berhitung dan budaya santun bagi segenap warga sekolah
  5. Terselenggaranya pendidikan yang ditopang dengan pemberdayaan semua komponen masyarakat melalui peran-serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Potret pendidikan  di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Dalam tatanan  pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai beberapa tahun yang lalu  pemerintah telah mengembangkan sekolah standar nasional dan standar internasional. Hal itu ditandai oleh tumbuhnya sekolah  berstandar nasional bahkan berstandar internasional di tanah air. Upaya pemerintah tersebut harus terus dilakukan sehingga 10 sampai 20 tahun ke depan diharapkan SMP di seluruh Indonesia sudah  memenuhi standar nasional sebagai mana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tentu saja berkaitan hal tersebut diperlukan kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan politis, seperti penetapan anggaran pendidikan pada APBN seperti yang disyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Selengkapnya

Share This:

Administrasi Kepala Sekolah

Loading embedded document

Share This:

INSTRUMEN SUPERVISI PENINJAUAN SEKOLAH UNTUK IJIN PENDIRIAN/ PERPANJANGAN IJIN PENYELENGGARAAN SEKOLAH SWASTA IDENTITAS SEKOLAH

INSTRUMEN  SUPERVISI

PENINJAUAN SEKOLAH DALAM RANGKA IJIN PENDIRIAN ATAU

PERPANJANGAN IJIN PENYELENGGARAAN SEKOLAH SWASTA

 

 

  1. INDENTITAS SEKOLAH
  1. Nama sekolah                              :     …………………………………………………………………………..
  2. Alamat sekolah                            :     …………………………………………………………………………..
  3. Nomor Statistik Sekolah (NSS)      ;     …………………………………………………………………………..
  4. Nomor Data Sekolah (NDS)           :     …………………………………………………………………………..
  5. Status Akreditasi                          :    ………………………………………………………………………….
  6. Pengelola Sekolah :
  • Nama Yayasan : …………………………………………………………………………..
  • Akte Notaris Yayasan : …………………………………………………………………………..

No. ………………………….……Tanggal : ………….…………….

  • Nama Ketua Yayasan : …………………………………………………………………………..
  • Alamat Kantor Yayasan :     …………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………..

Telp. : …………………..…..….Fax. : ………………..…………….

  • Nama Kepala Sekolah : …………………………………………………………………………..
  • SK. Kepala Sekolah : …………………………………………………………………………..

Tanggal : ………………………………………………………..……

  • Alamat Rumah Kasek : …………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………….

Telp. : …………………..…..….Fax. : ………………..…………….

  • Nama Komite Sekolah : …………………………………………………………………………….

 

  1. Data Kepemiliknan Tanah :
  • Status Tanah : Hak Milik / Sewa / Hibah / Pinjam Pakai / ……..………………..*)
  • Bukti Kepemilikan Tanah : Sertifikat Hak Milik / HGB / Surat Hibah / Surat Sewa / Surat

Pinjam Pakai / ……………………………………………………..*)

No.        :     …………………………………………………………..

Tanggal :     …………………………………………………………..

  • Luas Tanah : ………………………………. m2
  • Luas Bangunan : ………………………………. m2
  • Luas Halaman / Taman : ……………………………….:m2

Loading embedded document

Share This:

Dokumen I KTSP Tahun 2013 SMPN 39 Bulukumba Kab Bulukumba

Share This: