Tentang Pardomuan Sitanggang

Tes

PENERAPAN PERSAMAAN KUADRAT


7700334066″,
enable_page_level_ads: true
});

Gerak suatu objek yang dilempar ke atas merupakan salah satu penerapan dari persamaan kuadrat dalam kehidupan sehari-hari. Gerak objek tersebut dapat dirumuskan dengan rumus h = –5t2 + vt + k, dengan h adalah ketinggian objek tersebut dalam meter, t adalah waktu dalam detik, dan v adalah kecepatan awal dalam meter per sekon. Konstanta k merepresentasikan ketinggian awal dari objek dari permukaan tanah. Untuk lebih memahami mengenai gerak objek yang dilempar ke atas, perhatikan contoh berikut.

Contoh 1: Menyelesaikan Penerapan Persamaan Kuadrat

Seorang anak berdiri di atas tebing yang memiliki ketinggian 5 m dari permukaan tanah, melempar bola ke atas dengan kecepatan awal 20 m/s (anggap bola dilepaskan ketika berada 1 m di atas permukaan tebing di mana anak tersebut berdiri). Tentukan (a) tinggi bola setelah 3 detik, dan (b) waktu yang dibutuhkan agar bola tersebut sampai di permukaan tanah.

Melempar Bola

Pembahasan Dengan menggunakan informasi yang diberikan soal, kita memperoleh h = –5t2 + 20t + 6. Untuk menentukan tinggi bola setelah 3 detik, substitusikan t = 3 ke dalam persamaan tersebut.

Menentukan Ketinggian

Apabila bola sampai di permukaan tanah, maka ketinggian bola tersebut adalah 0 meter. Sehingga dengan mensubstitusi h = 0 diperoleh,

Waktu Sampai Tanah

Karena waktu tidak pernah negatif, maka waktu yang diperlukan agar bola tersebut sampai di permukaan tanah adalah 4,28 detik.

Contoh 2: Permasalahan Pelanggan Telepon Genggam

Dari tahun 1995 sampai 2002, banyaknya pelanggan telepon genggam N (dalam juta orang) dapat dimodelkan oleh persamaan N = 17,4x2 + 36,1x + 83,3, dengan x = 0 merepresentasikan tahun 1995 [Sumber: Data dari 2005 Statistical Abstract of the United States, Tabel 1.372, hal. 870]. Pada tahun berapa banyaknya pelanggan telepon genggam mencapai angka 3.750 juta?

Pembahasan Dari soal diketahui bahwa N = 17,4x2 + 36,1x + 83,3 dan kita diminta untuk menentukan tahun ketika banyaknya pelanggan telepon genggam mencapai 3.750 juta. Dengan kata lain, kita diminta untuk menentukan nilai 1995 + x ketika N = 3.750.

Pelanggan Telepon Genggam

Karena waktu tidak pernah negatif, maka kita simpulkan bahwa 13,52 tahun setelah tahun 1995, yaitu tahun 2008, banyaknya pelanggan telepon genggam mencapai angka 3.750 juta. Semoga bermanfaat.

SUMBER : https://yos3prens.wordpress.com

Share This:

Persamaan Kuadrat

Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan dari variabel yang mempunyai pangkat tertinggi dua. Bentuk umumnya adalah:

Share This:

Soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

http://www.teknokiper.com/

Share This:

Macam – Macam Pola Barisan Bilangan Dalam Matematika

Pola Bilangan Dalam Matematika
Berawal dari tugas matematika di sekolah oleh guru matemtika yang memberi tugas untuk mencari pola – pola bilangan matematika, maka pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa jenis pola bilangan matematika. Tanpa panjang lebar, langsung saja kita ke pembahasannya.

Pola bilangan ganjil

  • Pola bilangan ganjil memiliki pola 1, 3, 5, 7, 9 ….
  • Barisan bilangan ganjil adalah 1,3, 5, 7, 9, …
  • Deret bilangan ganjil adalah 1 + 3 + 5 + 7 + 9 + ….
  • Rumus mencari suku ke ke-n adalah Un = 2n – 1
  • Rumus mencari jumlah n suku pertama adalah Sn = n2
  • Berikut adalah gambar pola dari bilangan ganjil

    pola barisan bilangan ganjil

     

Pola bilangan genap

  • Pola bilangan genap adalah 2, 4, 6, 8, 10, …..
  • Barisan bilangan genap adalah 2, 4, 6, 8, 10, ….
  • Deret bilangan genap adalah 2 + 4 + 6 + 8 + 10 + …..
  • Rumus untuk mencari suku ke-n adalah Un = 2n
  • Rumus mencari jumlah n suku pertama adalah Sn = n2 + n
  • Gambar pola bilangan genap adalah sebagai berikut
Pola Barisan bilangan genap

 

Pola bilangan segitiga

  • Pola bilangan segitiga adalah 1, 3, 6, 10, 15, 21, …..
  • Barisan bilangan segitiga adalah 1, 3, 6, 10, 15, 21, …..
  • Deret bilangan segitiga adalah 1 + 3 + 6 + 10 + 15 + 21 + …..
  • Rumus mencari suku ke-n adalah Un = ½ n (n + 1 )
  • Rumus mencari jumlah n suku pertama adalah Sn = 1/6 n ( n + 1 ) ( n + 2 )
  • Gambar pola bilangan segitiga adalah sebagai berikut

    pola barisan bilangan segitiga

     

1PS2pKdSmpMHgLuCsLL52UwCtEgrG2_K_/

Pola bilangan persegi

  • Pola bilangan persegi adalah 1, 4, 9, 16, 25, …..
  • Barisan bilangan persegi adalah 1, 4, 9, 16, 25, …..
  • Deret bilangan persegi adalah 1 + 4 + 9 + 16 + 25 + ……
  • Rumus mencari suku ke-n adalah Un = n2
  • Rumus mencari jumlah n suku pertama adalah Sn = 1/6 n ( n + 1 ) ( 2n + 1 )
  • Gambar pola bilangan persegi adalah sebagai berikut

    pola barisan bilangan persegi

     

Pola bilangan persegi panjang

  • Pola bilangan persegi panjang adalah 2, 6, 12, 20, 30, ……
  • Barisan bilangan persegi panjang adalah 2, 6, 12, 20, 30, ……
  • Deret bilangan persegi panjang adalah 2 + 6 + 12 + 20 + 30 + …..
  • Rumus mencari suku ke-n adalah Un = n ( n + 1 )
  • Rumus mencari jumlah n suku pertama adalah Sn = 1/3 n ( n + 1 ) ( n + 2 )
  • Gambar pola bilangan persegi panjang adalah sebagai berikut
pola barisan bilangan persegi panjang

 

Pola bilangan segitiga pascal

  • Rumus mencari jumlah baris ke-n adalah 2n – 1
  • Gambar pola bilangan segitiga pascal adalah sebagai berikut
pola barisan bilangan segitiga pascal

Pola bilangan Fibonacci

  • Pola bilangan fibanocci adalah pola bilangan dimana jumlah bilangan setelahnya merupakan hasil dari penjumlahan dari dua bilangan sebelumnya.
  • Pola bilangan Fibonacci adalah 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, …..
  • 2 diperoleh dari hasil 1 + 1 3 diperoleh dari hasil 2 + 1, 5 diperoleh dari hasil 3 + 2 dan seterusnya
  • Rumus mencari suku ke-n adalah Un = Un – 1 + Un – 2

 

Pola bilangan pangkat tiga

  • Pola bilangan pangkat tiga adalah pola bilangan dimana bilangan setelahnya merupakan hasil dari pangkat tiga dari bilangan sebelumnya
  • Contoh pola bilangan pangkat tiga adalah 2, 8, 512, 134217728, …..
  • Keterangan : 8 diperoleh dari hasil 2 pangkat tiga, 512 diperoleh dari hasil 8 pangkat tiga, dan seterusnya

 

Pola bilangan aritmatika

  • Pola bilangan aritmatika adalah pola bilangan dimana bilangan sebelum dan sesudahnya memiliki selisih yang sama.
  • Contoh pola bilangan aritmatika adalah 2, 5, 8, 11, 14, 17, ….
  • Suku pertama dalam bilangan aritmatika dapat disebut dengan awal ( a ) atau U1, sedangkan suku kedua adalah U2 dan seterusnya.
  • Selisih dalam barisan aritmatika disebut dengan beda dan dilambangkan dengan b.
  • Karena bilangan sebelum dan sesudahnya memiliki selisih yang sama, maka b = U2 – U1 = U3 – U2 = U4 – U3 = U5 – U4 = U6 – U5 = 3
  • Rumus mencari suku ke-n adalah Un = a + ( n – 1 ) b
  • Rumus mencari jumlah n suku pertama adalah Sn = n/2 ( a + Un ) atau Sn = n/2 ( 2 a + ( n – 1 ) b )

 

Saya rasa cukup sekian dulu tentang pola barisan bilangan yang dapat saya sampaikan kepada anda. Semoga dapat membantu anda dalam pelajaran matematika. Jangan lupa juga untuk update dari pola diatas, nanti setelah pegal – pegal saya hilang. Dan jangan lupa juga untuk LIKE FANSPAGE SPAKABAR DISINI untuk mendapatkan update dari blog ini melalui facebook.

sumber: http://sapakabar.blogspot.com

Share This:
Call Now Button