SK Team Pengembangan Kurikulum

PENGEMBANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
INTEGRASI KARAKTER
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Menimbang
:
Bahwa dalam rangka memperlancar Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SD CONTOH SEKOLAH ANDA, maka perlu menunjuk tim Pengembang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD CONTOH SEKOLAH
Mengingat
1:.
Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
4.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
5.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Republik Indonesia Nomor 22 dan Nomor 23
Permendikbud nomor 67 tahun 2013 tentang Struktur Kurikulum, Permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, Permendikbud No 66 thn 2013 tentang standar penilaian,
Pe Permen_thn 2013 nomor 54 lampiran SKL tahun 2013

File lengkap disini

Share This:

Innovasi Peningkatan Kemampuan Anak berbahasa Inggris

Anak usia dini (siswa Sekolah Dasar) memiliki karakteristik khusus dan berbeda dengan
anak dewasa. Mereka berangkat ke sekolah tidak semata-mata ingin belajar tetapi mereka
ingin bermain dan menemukan suasana asyik baginya. Untuk memenuhi sasaran
pembelajaran bahasa Inggris, “puppet show” diyakini sebagai inovasi pembelajaran yang
dapat meningkatkan ketrampilan berbicara siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan
dalam 2 siklus yang diawali dengan desain lesson plan, aplikasi dan refleksi. Untuk
melengkapi data dari kelas, wawancara kepada guru dan siswa juga dilakukan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa “Puppet show” merupakan strategi pembelajaran yang
inovatif. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya skore test akhir setelah diberikan
tindakan, dan antusias siswa dalam berbicara di kelas. Sebagian besar siswa aktif
berbicara dan tidak lagi merasa takut dan malu meskipun belum maksimal. Metode ini
juga membantu siswa dalam mengenal kosa kata baru dan ucapannya melalui tayangan
puppet yang menarik. Dari hasil wawancara guru dapat disimpulkan bahwa “Puppet
show” dapat membantu guru dalam mengenalkan kosa kata baru dan pelafalan sehingga
siswa mau berlatih untuk berbicara meskipun masih dalam pembimbingan.

File lengkap disini

Share This:

Buku Prakarya KELAS VIII semester 2

Mata pelajaran Prakarya bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan,
keterampilan dan sikap percaya diri siswa melalui produk yang dihasilkan sendiri
dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan
sekitar. Prakarya juga merupakan ilmu terapan yang mengaplikasikan pelbagai
bidang ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah praktis yang secara
langsung mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.
Ruang lingkup mata pelajaran prakarya untuk SMP kelas VIII meliputi
empat aspek, yaitu kerajinan, rekayasa, budidaya dan pengolahan. Dengan
keempat aspek itu para siswa diharapkan mampu untuk membuat produk
dengan memanfaatkan potensi dari alam sekitar. Buku Prakarya kelas VIII
ini merupakan edisi revisi yang disusun dengan mengacu kepada kurikulum
2013 yang telah disempurnakan, baik kompetensi inti maupun kompetensi
dasar. Untuk membantu siswa memahami materi Prakarya, setiap pembahasan
disertai dengan gambar dan penugasan yang mengajak siswa untuk aktif
bereksplorasi dengan lingkungannya maupun media belajar lainnya.
Harapan penulis, buku ini dapat memotivasi siswa untuk lebih kreatif
dan inovatif dalam memecahkan masalah praktis dengan memanfaatkan
potensi sumber daya alam yang ada di daerah masing-masing. Penulis juga
berharap buku ini dapat memberikan sumbangsih dalam upaya meningkatkan
kualitas hasil belajar siswa serta turut melestarikan kerajinan, budaya, dan
teknologi bangsa Indonesia.

File lengkap disini

Share This:

SPMI SMPN 51 TAHUN 2019

Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional
Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan penjaminan mutu
pendidikan di satuan pendidikan dasar dan menengah. Tujuan penjaminan mutu pendidikan
dasar dan menengah adalah untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dasar dan
menengah oleh satuan pendidikan di Indonesia berjalan sesuai dengan Standar Nasional
Pendidikan.
Sistem Penjaminan Mutu yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri atas Sistem
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). SPMI
dilaksanakan oleh satuan pendidikan, sedangkan SPME dilaksanakan oleh institusi di luar
satuan pendidikan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Standar Nasional
Pendidikan, dan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah.
Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem
penjaminan mutu eksternal sesuai tugas dan kewenangannya akan memperkuat upaya
satuan pendidikan dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan
nyata di lapangan.
Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan SPMI Bagi Sekolah Model dan Pengimbasan
di Kepulauan Riau Tahun 2019 ini merupakan petunjuk pelaksanaan yang dapat dipelajari
semua pihak terkait dalam penerapan SPMI sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-
masing. Untuk itu semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya
sehingga dapat melaksanakan tugasnya dalam mewujudkan pelayanan pendidikan bermutu
guna mendorong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

File lengkap disini

Share This: