Recent Posts

UN 2018 Akan Ada Isian Singkat untuk Matematika

Jakarta, Kemendikbud — Satu hal yang berbeda dari ujian nasional (UN) tahun 2018 adalah adanya soal mata pelajaran matematika yang harus dijawab dengan isian singkat. Kebijakan baru ini diterapkan untuk mengukur kemampuan siswa melalui soal yang menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills).

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kiki Yuliati, saat pembukaan Rapat Koordinasi Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Pelaksanaan UN 2018 di Jakarta, Minggu (11/12/2017).

“Dari sisi tujuan penilaiannya sendiri, isian singkat ini untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa,” ujar Kiki.

Ia menegaskan, isian singkat untuk mata pelajaran matematika ini tidak sama dengan esai. Namun, akan ada mekanisme penilaian atau scoring khusus untuk jawaban berupa isian singkat. Saat ini BSNP dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru mengembangkan soal UN dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran matematika. Ke depan, secara bertahap akan dikembangkan pula soal dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran lain.

“Kita baru mengembangkan matematika untuk skala jumlah peserta UN yang besar ini. Kita lakukan bertahap, dimulai dari matematika,” kata Kiki. Ia menambahkan, jumlah butir soal untuk isian singkat tersebut tidak banyak. “Jadi belum dominan,” tuturnya.

Sejak bulan Agustus 2017, BSNP telah menerbitkan Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 yang dapat diunduh di laman https://www.kemdikbud.go.id. Kiki menuturkan, kisi-kisi soal UN dibuat BSNP bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

Kisi-kisi yang telah diterbitkan itu mencakup untuk semua soal, sehingga bisa dijadikan sebagai soal pilihan ganda maupun isian singkat. “Jadi satu kisi-kisi yang sama, lalu dari kisi-kisi itu kita memilah dan memilih mana yang bisa untuk pilihan ganda, mana yang bisa untuk isian singkat,” katanya.(Desliana Maulipaksi)

Sumber

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/12/un-2018-akan-ada-isian-singkat-untuk-matematika

Share This:

Pengerjaan Soal-soal

JAWABAN TUGAS BAB 14

  1. Pak Romlah membeli barang dengan menggunakan mobilnya dengan daya angkut 800 kg. Kemudian, pak Romlah membeli 4 kuintal kopi dan 8 karung beras yang masing-masing beratnya 40 kg, serta gula jawa. Berapakah berat maksimal gula jawa yang dapat dibelinya?

Dik    :Daya angkut mobil Pak Romlah 800kg

 4 kuintal Kopi, 1kuintal = 100kg, jadi 4kuintal = 4 x 100kg = 400kg

8 karung beras,1 karung = 40kg, jadi 8 x 40kg = 320kg

Dit      : berat maksimal gula jawa

Jawab :  Jadi berat maksimal Gula Jawa yang dapat dibeli pak Romlah adalah

      = 800 kg– ( Berat kopi + Berat Beras )

      = 800kg  – ( 400kg + 320 kg )

      = 800kg – 720kg

     = 80kg

  1. Seorang buruh bangunan bekerja pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 16.30 dengan waktu istirahat selama ½ jam. Apabila batas efektif kerja buruh tersebut dalam sehari adalah 7 jam. Berapakah kelebihan jam waktu kerja buruh tesebut?

Dik : Buruh bekerja pada pukul 07.00 – 16.30  total waktu  9 jam 30 menit

        Waktu istrahat ½ jam = 30 menit

        Jadi waktu efektif bekerja = 9jam 30 menit – 30 menit = 9jam

Dit : Kelebihan jam kerja buruh?

Jawab : Apabila batas efektif kerja buruh tersebut dalam sehari 7 jam maka kelebihan jam   waktu    kerja buruh tersebut adalah  9 jam – 7jam = 2 Jam.

  1. Waktu di Sabang 2 jam lebih lambat dibanding dengan waktu di merauke. Pak Ali berangkat dari sabang menuju merauke menggunakan pesawat pada pukul 08.00 dan tiba 7 jam kemudian. Pada pukul berapa pesawat yang digunakan pak Ali tiba di merauke?

Jawab

Dik : waktu di sabang 2 jam lebih lambat dibanding waktu di Merauke.

        Pak Ali berangkat dari sabang menuju Merauke  menggunakan pesawat pukul 08.00 ,tiba 7

       Jam  kemudian

Dit : waktu tiba Pak Ali Di Merauke?

Jawab : pukul 08.00 + 7jam =  pukul 15.00, karena waktu diSabang 2 jam lebih lambat dibanding waktu di Merauke, maka waktu di Merauke  sudah menunjukan pukul 17.00 WIT.

Jadi Pesawat yang digunakan Pak Ali tiba Di Merauke pada pukul 17.00WIT.

 

Share This:

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2014

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa dalam rangka melaksanakan Pasal 77A ayat (3), Pasal 77C ayat (3), Pasal 77D ayat (3), Pasal 77E ayat (3), Pasal 77F ayat (4) dan Pasal 77J ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah  Pertama/Madrasah Tsanawiyah;

Mengingat :

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
  2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
  4. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014;
  5. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
  6. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
  7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 54/P Tahun 2014;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG
KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH
TSANAWIYAH.

 

Share This:

TEORI BELAJAR PAVLOV

Eksperimen Pavlov di bidang psikologi dimulai ketika ia melakukan studi tentang pencernaan anjing. Dalam percobaan tersebut, ia menemukan bahwa anjing, sebagai subyek penelitiannya, akan mengeluarkan air liur
ketika melihat makanan. Selanjutnya, ia mengembangkan dan mengeksplorasi penemuannya dengan mengembangkan studi perilaku (behavior study) yang dikondisikan, yang kemudian dikenal dengan Classical
Conditioning. Hasil karya ini sampai menghantarkannya menerima hadiah Nobel pada tahun 1904. Teori itu kemudian menjadi landasan perkembangan aliran psikologi behaviorisme, sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pengembangan teori-teori tentang belajar .

KOMPONEN DASAR DAN EKSPERIMEN PAVLOV

Terdapat empat komponen dasar yang membangun Teori Kondisioning Pavlov, yaitu:
1. unconditioned stimulus (UCS)
2. unconditioned response (UCR)
3. conditioned stimulus (CS)
4. conditioned response (CR)

Pavlov sendiri, menurut Bower, sesungguhnya menggunakan kata unconditioned reflex dan conditioned reflex sebagaimana diindikasikan dalam dua bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Conditioned keluarnya air liur oleh metronome disebut conditioned response. Proses untuk membuat anjing memberikan conditioned response tadi disebut conditioning.

FENOMENA YANG TERLIHAT DARI EKSPERIMEN PAVLOV

1. Acquisition
Membuat pasangan netral stimuli dengan unconditioned stimuli berulang-ulang hingga muncul conditioned response.
2. Extinction
Setelah respons itu terbentuk, maka respons itu akan tetap ada selama masih diberikan conditioned stimuli dan dipasangkan dengan unconditioned stimuli. Kalau conditioned stimuli diberikan untuk beberapa lama, maka conditioned response tidak mempunyai penguat / reinforcer dan besar kemungkinan conditioned response itu akan menurun jumlah pemunculannya dan akan semakin sering tak terlihat seperti penelitian sebelumnya. Peristiwa itulah yang disebut dengan pemadaman (extinction). Conditioned response akan hilang secara perlahan-lahan atau hilang sama sekali untuk selamanya.
3. Generalisasi
Ternyata conditioned response ini juga dapat dikenakan pada kejadian lain, namun situasinya yang mirip. Inilah yang dikenal dengan generalisasi stimulus atau generalisasi. Misalnya, pemuda yang mencintai seorang gadis, dan ia merasa bahagia jika bertemu dengan gadis tersebut. Pada saat ia mengetahui bahwa gadis yang dicintainya menyukai warna pink, maka ia akan merasa bahagia ketika menjumpai benda-benda apa saja yang berwarna pink.
4. Diskriminasi
Bila suatu makhluk mengadakan generalisasi (menyamaratakan), maka ia juga akan dapat melakukan diskriminasi atau pembedaan. Diskriminasi yang dikondisikan ditimbulkan melalui penguatan dan pemadaman yang selektif. Dalam mau dicukur rambutnya karena takut dengan suara alat cukur atau gunting. Untuk mengganti perasaan takut ketika dipotong, maka setiap dipotong rambutnya anak diberi gula-gula kesukaannya atau diputarkan film kartun kesayangannya. Sehingga ketika itu dilakukan terus-menerus akan muncul respons tidak takut dengan alat-alat cukur rambut.

BEBERAPA CONTOH PERILAKU TERKONDISI MENURUT TEORI PAVLOV
1. Beberapa perilaku pobia misalnya ketika seorang pengacara di sebuah Firma Hukum, mempunyai perilaku phobia terhadap (kegelapan) malam. Ia menyusun jadwalnya sedemikian rupa sehingga pada saat menjelang malam ia sudah berada di apartemennya. Ia juga selalu menolak diajak keluar malam. Penyebabnya, pada suatu malam, ketika sedang berjalan sendirian, ia pernah diserang seorang laki- laki yang tidak dikenal.

2. Orang takut naik pesawat terbang karena sebelumnya, ketika naik pesawat ia pernah mengalami gerakan memutar dan gerakan naik dan turun secara drastis  yang menimbulkan rasa sakit.

3. Seseorang menjadi lapar ketika berada di dapur atau melihat kulkas.
4. Merasa muak kepada sejenis makanan yang pernah membuat kita sakit.
5. Menjadi haus dalam permainan bola karena kita pernah minum dalam latar setting yang sama.
6. Bangkitnya gairah seksual dikala makan malam di bawah remang cahaya lilin, karena dalam pengalaman sebelumnya kita pernah melakukan aktivitas seks sebelum makan dalam suasana yang sama.
7. Menundukkan kepala ketika melewati tangga menuju lantai dasar, karena kita pernah terbentur tangga itu.

SELANJUTNYA…..

Share This:

PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR

DEFINISI PENGERTIAN PRINSIP

Prinsip adalah sesuatu yang dipegang sebagai panutan yang utama dan menjadi dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa maupun bagi guru dalam upaya mencapai hasil yang diinginkan agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik antara pendidik dan peserta didik.

 

DEFINISI PENGERTIAN BELAJAR

Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku dari kita yang tidak tahu apa-apa menjadi tahu. Belajar bukan suatu penguasaan latihan melainkan perubahaan kelakuan, kegiatan belajar dapat dialami oleh orang yang sedang belajar dan juga diamati oleh orang lain. Dan untuk menghasilkan perubahan tingkah laku baik dalam pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan untuk mencapai tujuan tertentu.

 

DEFINISI PENGERTIAN PRINSIP BELAJAR

Prinsip Belajar adalah suatu hubungan yang terjadi antara peserta didik dengan pendidik agar siswa mendapat motivasi belajar yang berguna bagi dirinya sendiri. Dan juga, prinsip belajar dapat digunakan sebagai landasan berfikir, landasan berpijak, dan sumber motivasi agar Proses Belajar dan Pembelajaran dapat berjalan dengan baik antara pendidik dan peserta didik.

 

PRINSIP-PRINSIP BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN PROSES BELAJAR

Ada beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita \pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, yang baik bagi siswa untuk meningkatakan upaya belajarnya maupun bagi guru yang digunakan untuk meningkatkan upaya mengajarnya. Berikut ini adalah contoh prinsip-prinspnya:

  1. Prinsip Kesiapan

Yang dimaksud dengan prinsip kesiapan yaitu proses yang dipengaruhi kesiapan siswa atau kondisi siswa yang memungkinkan ia dapat belajar.

  1. Prinsip Motivasi

Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan dari peserta didik untuk mengatur arah kegiatan dan memelihara kondisi tersebut.

  1. Prinsip Persepsi

Prinsip Persepsi adalah interpertasi tentang situasi yang hidup dan dipengaruhi oleh perilaku individu itu sendiri. Setiap individu dapat melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain.

  1. Prinsip Tujuan

Tujuan adalah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh setiap individu. Tujuan ini harus lebiah jelas tergambar dalam pikiran dan dapat diterima oleh setiap peserta didik dalam proses pembelajaran itu terjadi.

  1. Prinsip Perbedaan Individual

Proses pengajaran semestinya memperhatikan perbedaan individual dalam kelas dan dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar setinggi-tingginya. Pengajaran yang hanya memperhatikan satu tingkat sasaran akan gagal memenuhi kebutuhan seluruh siswa.

  1. Prinsip Transfer dan Retensi

Belajar yang dapat dianggap bermanfaat bila seseorang itu dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru dan pada akhirnya dapat digunakan dalam situasi yang lain. Proses itulah yang disebut dengan Proses Transfer. Sedangkan yang dimaksud dengan Retensi adalah kemampuan sesesorang untuk menggunakan lagi hasil belajar.

  1. Prinsip Belajar Kognitif

Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi. Dalam prinsi ini akan melibatkan proses pengenalan dan penemuan.

  1. Prinsip Belajar Afektif

Belajar Afektif akan mencakup beberapa unsur yaitu nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Prinsip belajar afektif seseorang akan menemukan bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru.

  1. Prinsip Belajar Evaluasi

Belajar evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya pelaksanaan pelatihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan.

  1. Prinsip Belajar Psikomotor

Proses belajar psikomotor individu menetukan bagaimana ia mampu mengendalikan aktifitas ragawinya. Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik.

 

Secara umum, prinsip-prinsip belajar berkaitan dengan:

  1. Perhatian dan Motivasi
  2. Keaktifan
  3. Keterlibatan langsung atau pengalaman
  4. Pengulangan
  5. Tantangan
  6. Balikan dan Penguatan (law of effect)
  7. Perbedaan individual

 

PERHATIAN DAN MOTIVASI

Perhatian mempunyai peranan sangat penting dalam kegiatan belajar peserta didik. Perhatian dalam proses belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila perhatian ini tidak ada pada siswa, maka siswa ini perlu dibangkitkan lagi perhatiannya. Selain itu juga, perhatian digunakan sebagai pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu terhadap suatu objek. Makin terpusat perhatian pada pelajaran, proses belajar tersebuat akan semakin baik dan hasilnya akan semakin baik juga. Dan oleh sebab itu, guru harus selalu berupaya agar perhatian siswa terpusat pada pelajaran.

Di samping perhatian, motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar antara peserta didik dengan pendidik. Motivasi yaitu tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi juga mempunyai tujuan yang merupakan salah satu tujuan dari proses belajar. Motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan. Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan.

 

KEAKTIFAN BELAJAR

Dalam setiap proses belajar, siswa selalu menampakkan keaktifan. Keaktifan itu beraneka ragam bentuknya. Mulai dari kegiatan fisik yang mudah kita amati sampai kegiatan psikis yang susah diamati. Kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan-keterampilan, dan sebagainya. Contoh kegiatan psikis misaInya menggunakan khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan satu konsep dengan yang lain, menyimpulkan basil percobaan, dan kegiatan psikis yang lain. Seperti yang telah dibahas di depan bahwa belajar iu sendiri adalah akivitas, yaitu aktivitas mental dan emosional.

 

KETERLIBATAN LANGSUNG DALAM BELAJAR

     Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekadar mengamati secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab tehadap hasilnya. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe, yang paling baik apabila ia terlihat secara langsng dalam perbuatan, bukan sekadar melihat bagaimana orang menikmati tempe, apalagi sekadar mendengar orang bercerita bagaimana cara pembuatan tempe.

 

PENGULANGAN BELAJAR

     Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan mempunyai maksud untuk melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat. mengkhayal, merasakan. berpikir. dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang. Seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya-daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan menjadi sempuma.

 

TANTANGAN

Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yang mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahasa belajar tersebut. Apabila hambatan itu telah diatasi, artinya tujuan belajar telah tercapai, maka ia akan masuk dalam medan baru dan tujuan baru, demikian seterusnya. Agar pada anak timbul motif yang Kuat untuk mengatasi hambatan dengan baik maka bahan belajar haruslah menantang. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang.tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya.

 

BALIKAN DAN PENGUATAN

Siswa belajar sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yamg baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas, karena takut tidak naik kelas ia terdorong untuk belajar lebih giat. Di sini nilai buruk dan rasa takut tidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat. Inilah yang disebut penguatan negatif.

 

IMPLIKASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR

  1. Perhatiandan Motivasi

Implikasi prinsip motivasi bagi siswa adalah disadarinya oleh siswa bahwa motivasi belajar yang ada pada diri mereka harus dibangkitkan dan mengembangkan secara terus menerus. Untuk dapat membangkitkan dan mengembangkan motivasi belajar mereka secara terus menerus, siswa dapat melakukannya dengan menentukan atau mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. menanggapi secara positif pujian atau dorongan dari orang lain, menentukan target atau sasaran penyelesaian tugas belajar, dan perilaku sejenis lainnya. Dari contoh-contoh perilaku siswa untuk meningkatkan dan membangkitkan motivasi belajar, dapat ditandai bahwa perilaku-perilaku tersebut bersifat psikis.

 

  1. Keaktifan

Implikasi prinsip keaktifan bagi siswa lebih lanjut menuntut keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran.

 

  1. Keterlibatan Langsung atau Pengalaman

Implikasi prinsip ini dituntut pada para siswa agar tidak segan-segan mengerjakan segala tugas belajar yang dibeerikan kepada mereka. Dengan keterlibatan langsung ini, secara logis akan menyebabkan mereka memperoleh pengalaman atau berpengalaman. Bentuk-bentuk perilaku yang merupakan implikasi prinsip keterlibatan langsung bagi siswa misalnya adalah siswa ikut dalam pembuatan lapangan bola voli, siswa melakukan reaksi kimia, siswa berdiskusi untuk membuat laporan, siswa membaca puisi di depan kelas, dan perilaku sejenis lainnya. Bentuk perilaku keterlibatan langsung siswa tidak secara mutlak menjamin terwujudnya prinsip keaktifan pada diri siswa. Namun demikian, perilaku keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar pembelajaran dapat diharapkan mewujudkan keaktifan siswa.

 

  1. Pengulangan

Penguasaan secara penuh dari setiap langkah kemungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti. Dari pemyataan inilah pengulangan masih diperlukan merasa bosan dalam melakukan pengulangan. Itulah yang merupakan implikasi dari prinsip pengulangan.

 

  1. Tantangan

Implikasi prinsip tantangan bagi siswa adalah tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh, memproses. dan mengolah pesan. Sclain itu, siswa juga harus memiliki keingintahuan yang besar terhadap segala permasalahan yang dihadapinya. Bentuk-bentuk perilaku siswa yang merupakan implikasi dari prinsip tantangan ini diantaranya adalah melakukan eksperimen, melaksanakan tugas terbimbing maupun mandiri, atau mencari tahu pemecahan suatu masalah.

 

 

  1. Balikan dan Penguatan

Siswa selalu membutuhkan suatu kepastian dari kegiatan yang dilakukan, apakah benar atau salah? Dengan demikian siswa akan selalu memiliki pengetahuan tentang hasil (knowledge of result), yang sekaligus merupakan penguat (reinforce) bagi penguatan bentuk-bentuk perilaku siswa yang memungkinkan diantaranya adalah dengan segera mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban, menerima kenyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai, atau menerima teguran dari gurulorang tua karena hasil belajar yang jelek.

 

  1. Perbedaan Individual

Implikasi adanya prinsip perbedaan individual diantaranya adalah menentukan tempat duduk di kelas, menyusun jadwal belajar, atau memilih bahwa implikasi adanya prinsip perbedaan individu bagi siswa dapat berupa perilaku fisik maupun psikis. Untuk memperjelas implikasi prinsip-prinsip belajar bagi siswa, anda dapat mengidentifikasi dari kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sebagai indikatornya.

 

PENUTUP

–          Kesimpulan

  1. Prinsip belajar adalah landasan berpikir, landasan berpijak, dan sumber motivasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik antara pendidik dengan peserta didik. Prinsip ini dijadikan sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa maupaun bagi guru dalam upaya mencapai hasil yang diinginkan.
  2. Berikut ini prinsip-prinsip belajar:

–  Prinsip Kesiapan (Readinees)

–  Prinsip Motivasi (Motivation)

–  Prinsip Persepsi

–  Prinsip Tujuan

–  Prinsip Perbedaan Individual

–  Prinsip Transfer dan Retensi

–  Prinsip Belajar Kognitif

–  Prinsip Belajar Afektif

–  Prinsip Belajar Evaluasi

–  Prinsip Belajar Psikomotor

  1. Implikasi Prinsip – Prinsip Belajar :
Implikasi Prinsip Belajar Bagi Siswa Bagi Guru
Perhatian dan Motivasi Dituntut memberikan perhatian terhadap semua rangsangan yang mengarah pada tercapainya tujuan belajar. Mengunakan metode yang bervariasi…Memilih bahan ajar yang diminati siswa..
Keaktifan Dituntut dapat memproses dan mengolah hasil belajarnya secara efektif serta aktif baik secara fisik, intelektual dan emosional. Memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan eksperimen sendiri
Keterlibatan langsung/Pengalaman Dituntut agar siswa me-ngerjakan sendiri tugas yang diberikan guru kepada mereka. Melibatkan siswa dalam mencari informasi, merang-kum informasi dan menyim-pulkan informasi.
Pengulangan Kesadaran siswa dalam me-ngerjakan latihan-latihan yang berulang-ulang Merancang hal-hal yang perlu di ulang.
Tantangan Diberikan suatu tanggungja-wab untuk mempelajari sendiri dengan melakukan ekspe-rimen, belajar mandiri dan mencari pemecahan sendiri dalam menghadapi perma-salahan. Memberikan tugas pada siswa dalam memecahan permasa-lahan.
Balikan dan penguatan Mencocokan jawaban antara siswa dengan guru Memberikan jawaban yang benar dan memberikan kesimpulan dari materi yang telah dijelaskan atau di bahas.
Perbedaan Individual Belajar menurut tempo kecepa-tan masing-masing siswa Menentukan metode sehingga dapat melayani seluruh siswa

 

Ditutup dari https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/05/05/prinsip-prinsip-belajar-dan-implikasinya/amp/

Share This:

Langkah-langkah menggunakan pie chart

1. block data yang akan digunakan

pie chart tutorial excel

2. klik insert, group charts, pilih pie chart yang digunakan seperti gambar berikut

grafik pie excel

3. Maka akan muncul hasil pie chart

pie chart tutorial excel

Tujuan kita sudah selesai setelah muncul hasil tersebut. tapi agar tampilannya lebih baik perlu dilakukan pengubahan.

tips dalam mengedit pie chart

1. Quick tools, digunakan untuk meperpaibiki tampilan grafik dengan cepat. tetapi toolsnya tidak terlalu banyak. caranya yaitu dengan klik pie chart maka akan tiga tools yang muncul

Chart Element, digunakan untuk memunculkan.menhilangkan element pada grafik.

pie chart tools excel

Style and colors, digunakan untuk melakukan pengubahan tampilan style dan warna pic chart

pie chart style excel

Values and names, digunakan untuk menentukan data yang akan ditampilkan.

pie chart values excel

2. Design, apabila cara quick tadi belum cukup maka bisa menggunakan design untuk mengubah style pie chart dengan lebih lengkap.

pie chart design excel

 

  • Add Chart Element: digunakan untuk menampilkan element tambahan untuk grafik garis
  • Quick layout: digunakan untuk menetukan layout yang sudah dibuat dan kita tinggal memilih.
  • Change colors: mengganti warna
  • Chart styles: mengubah tampilan grafik
  • Switch row colomn : untuk mengganti antara baris dan kolom
  • Select data: mengedit data yang sudah dipilih. bisa diganti atau dihilangkan atau ditambah.
  • Change chart type : digunakan mengganti grafik yang sesuai dengan data dan keinginan.
  • move chart : memindahkan grafik dari workfile satu ke workfile yang lain

3. Format, Selain mengubah tampilan bisa menggunakan format untuk memperbaiki style pie chart yang sudah terpilih pada design

pie chart format excel

 

  • Current Selection : memilih tampilan yang mau diedit/diubah.
  • Insert Shape : memasukkan shape yang baru
  • Shape style : Untuk mengedit shape
  • wordart styles: untuk mempercantik tulisan yang sudah dipilih.
  • Arrange: digunakan untuk mengatur posisi grafik
  • Size: digunakan untuk mengatur ukur grafik.

Sumber http://statistikceria.blogspot.co.id/2013/11/

Share This:

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:

  • mengamati;
  • menanya;
  • mengumpulkan informasi/eksperimen;
  • mengasosiasikan/mengolah informasi; dan
  • mengkomunikasikan.

Mengamati

Mengamati merupakan metode yang mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses mengamati adalah membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat). Kompetensi yang dikembangkan adalah melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

Menanya

Menanya merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Mengumpulkan Informasi/Eksperimen

Mengumpulkan informasi/eksperimen merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, dan wawancara dengan narasumber. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi/ eksperimen adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan/Mengolah Informasi

Mengasosiasikan/mengolah informasi merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pengolahan informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengasosiasi/mengolah informasi adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

Mengkomunikasikan

Mengkomunikasikan merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.  Kompetesi yang dikembangkan dalam tahapan mengkomunikasikan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Sumber https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pendekatan_saintifik

 

Share This:

Pengertian, Fungsi, dan Mekanisme Penetapan KKM

A. Pengertian Kriteria Ketuntasan Minimal

Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik.Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal.

Kriteria ketuntasan minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.

B. Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal

Fungsi kriteria ketuntasan minimal:

  1. sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasardapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan.Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layananpengayaan;
  2. sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaianmata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKMyang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkandapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilaimelebihi KKM.  Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;
  3. dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasiketerlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana prasarana belajar di sekolah;
  4. merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
  5. merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiapmata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.

C.  Prinsip Penetapan KKM

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapa ketentuan sebagai berikut:

  1. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yang ditentukan;
  2. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi
  3. Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut;
  4. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut;
  5. Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor)peserta didik;
  6. Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal ulangan ataupun tugas-tugasharus mampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruh hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara;
  7. Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan nilai ketuntasan minimal.

D. Langkah-Langkah Penetapan KKM

Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:

  1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran;
  2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian;
  3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan;
  4. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.

Sumber https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/08/15

Share This:

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan Model Pembelajaran

Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik , dan Model Pembelajaran

Diunggah

oleh: Akhmad Sudrajat

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2)strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran, (4) teknik pembelajaran, (5) taktik pembelajaran, dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan pengertian istilah – istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Strategi pembelajaran.

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung maknaperencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatupelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “aplan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).

Metode pembelajaran

Jadi, metode pembelajaran di sini dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

Teknik Pembelajaran

Selanjutnya metode pembelajarandijabarkan ke dalam teknik dan taktik pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Taktik Pembelajaran.

Sementara taktik pembelajaranmerupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)

Model Pembelajaran

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut denganmodel pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Pendekatan Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Teknik Pembelajaran, Taktik dan Model Pembelajaran

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilahdesain pembelajaran.  Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajarantersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Sumber  https://akhmadsudrajat.wordpress.com/

METODE DISCOVERY

 

Share This:

BERLATIH SOAL UKG

  1. Salah satu manfaat media dalam pembelajaranadalah ….

Jawaban A

dapat menjadikan pelajaran menjadi lebih luas

Jawaban B

guru lebih santai karena terbantu

Jawaban C

pembelajaran dapat bermakna ganda

Jawaban D

dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkret

 

  1. Ibu Lolita ingin menerapkan strategi pembelajaran “berpusat pada siswa” (student-centered oriented) dengan pendekatan saintifik. Deskriptor dari kompetensi yang hendak dicapai ialah mampu menuliskan teks prosedur.Di antara kegiatan-kegiatan di bawah ini, manakah yang mencerminkan kegiatan langkah mengomunikasikan dari materi di atas ….

Jawaban A

Siswa secara kelompok menampilkan hasil kerja analisis ciri, struktur, dan kaidah teks prosedur “Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Terkena Tilang?” di majalah dinding (atau dipapan pajang) Siswa saling menanggapi hasil karya teman. Siswa saling menilai hasil karya teman,

Jawaban B

Siswa secara mandiri menyusun pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan teks prosedur kompeks yang dibacanya. Siswa membentuk pasangan. Setelah itu, secara bergiliran menyampaikan pertanyan kepada pasangannya.Bila pasangannya tidak mampu menjawab, siswa menyampaikan pertanyaan kepada guru.

Jawaban C

Siswa membaca dan mengamati model teks prosedur yang berjudul “Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Terkena Tilang?” dengan teliti dan bertanggung jawab. Siswa memperhatikan ciri, struktur,dan kaidah teks prosedur yang terdiri atas tujuan dan langkah-langkah.

Jawaban D

Siswa bertanya jawab dan berdiskusi merumuskan struktur dan kaidah teks prosedur kompleks “Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Terkena Tilang?” Siswa secara kelompok merumuskan dan menuliskan simpulan ciri, struktur, dan kaidah teks prosedur kompleks “Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Terkena Tilang?”

 

  1. Metode Penelitian memuat …

Jawaban A

prosedur penelitian, setting penelitian, prosedur siklus, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, instrumen penelitian, indikator keberhasilan

Jawaban B

prosedur penelitian, setting penelitian, perhitungan siklus, teknik pengolahan data, teknik analisis data, data dan sumber data, instrumen penelitian, indikator keberhasilan

Jawaban C

prosedur penelitian, setting penelitian, perhitungan siklus, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, data dan sumber data, instrumen penelitian, indikator keberhasilan

Jawaban D

prosedur penelitian, setting penelitian, prosedur siklus, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, data dan sumber data, instrumen penelitian, indikator keberhasilan

 

  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah ….

Jawaban A

jawaban a, b, dan c benar

Jawaban B

menunjukkan kegiatan siswa dan materi

Jawaban C

memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan

Jawaban D

sesuai dengan herarki konsep materi pembelajaran

 

  1. Aliran dari teori belajar yang memandang belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman adalah ….

Jawaban A

Humanisme

Jawaban B

Behaviorisme

Jawaban C

Konstruktivisme

Jawaban D

Kognitivisme

 

  1. Ibu Prapti menjelaskan materi pelajaran kepada peserta didiknya di kelas satu dengan jelas. Sehingga materi pelajaran yang disampaikan Bu Prapti dapat dimengerti dengan baik oleh peserta didik. Berdasarkan ilustrasi di atas, berarti Bu Prapti sudah menerapkan strategi komunikasi dalam pembelajaran, yaitu ….

Jawaban A

respect

Jawaban B

audible

Jawaban C

clarity

Jawaban D

Humble

 

  1. Buku paket, video, film, bola dunia, grafik, CD interaktif termasuk jenis sumber belajar ….

Jawaban A

peralatan (device)

Jawaban B

pesan (message)

Jawaban C

lingkungan (setting)

Jawaban D

bahan (material)

 

  1. Berikut ini merupakan prinsip refleksi pembelajaran, kecuali …

Jawaban A

terintegrasi

Jawaban B

berkelanjutan

Jawaban C

logis

Jawaban D

Sistematis

 

  1. Dibawah ini merupakan pernyataan hipotesis yang sesuai dengan PTK …

Jawaban A

Pembelajaran dengan kooperatif tipe TAI lebih efektif dibandingkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa kelas V SD Jayabangsa

Jawaban B

Pembelajaran dengan kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Jayabangsa

Jawaban C

Pembelajaran dengan kooperatif tipe TAI dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Jayabangsa

Jawaban D

Pembelajaran dengan kooperatif tipe TAI mengalami peningkatan hasil bealajar siswa kelas V SD Jayabangsa dibandingkan pembelajaran konvesional

 

  1. Perhatikan KD berikut!
    KD. 3.2 Mendeskripsikan daur hidup beberapa jenis mahluk hidup.
    Berdasarkan KD tersebut, bu Deti merumuskan indikator pembelajaran, berikut ini indikator yang tidak sesuai dengan KD tersebut adalah ….

Jawaban A

Membedakan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna

Jawaban B

Mengidentifikasi jenis hewan yang mengalami metamorphosis sempurna dan tidak sempurna

Jawaban C

Mengidentifikasi jenis-jenis metamorfosis

Jawaban D

Mengamati jenis hewan yang mengalami metamorphosis sempurna dan tidak sempurna

 

  1. Seorang guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Ia harus mampu mengelola kelas dan memotivasi peserta didik untuk semangat belajar. Penampilan guru juga harus menarik dan bersikap empatik terhadap peserta didik. Begitu juga dalam bertutur kata, seorang guru harus memberi contoh bahasa yang santun. Saat di kelas, guru dapat melakukan tindakan untuk menarik perhatian. Misalnya, dengan memberikan pujian atau tanda tertentu, seperti tepuk tangan atau menghentakkan papan tulis, berkeliling ruangan atau berbicara dengan irama. Bisa juga guru memulai pelajaran dengan mengajukan pertanyaan yang membangkitkan minat peserta didik terhadap topik yang dibicarakan. Di akhir pembelajaran guru mengajak peserta didiknya menyimpulkan pembelajaran yang baru saja dialami peserta didik. Mereka bisa menuliskan dalam secarik kertas, kemudian membacakannya.
    Manakah kegiatan peserta didik dalam refleksi pembelajaran ….

Jawaban A

Siswa berbahasa yang santun saat interaksi kepada guru

Jawaban B

Siswa bertanya kepada guru perihal pelajaran yang lalu

Jawaban C

Siswa menyimpulkan pembelajaran yang baru saja dialami.

Jawaban D

Siswa mengikuti instruksi guru pada saat guru memberikan tugas

 

  1. Untuk memangkas tepi gambar yang telah kita sisipkan, langkah awal yang harus kita lakukan adalah …

Jawaban A

klik ikon Crop

Jawaban B

klik gambar

Jawaban C

klik tab Format

Jawaban D

klik ikon Picture

 

  1. Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia, sehingga tujuan utama para pendidik adalah ….

Jawaban A

membantu siswa mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik

Jawaban B

menjadikan dirinya menjadi manusia yang berguna bagi orang lain

Jawaban C

membantu siswa belajar bagaimana menghargai manusia lain

Jawaban D

membantu siswa belajar menjadi manusia dewasa

 

  1. Berikut merupakan manfaat refleksi pembelajaran bagi guru, kecuali …

Jawaban A

membantu guru menguji efektifitas praktik pembelajaran yang dilaksanakannya

Jawaban B

mendukung guru dalam merancang hasil belajar optimal dari siswa

Jawaban C

mengembangkan kesadaran guru tentang perpektif, keyakinan, dan nilainilai yang dapat mendorong siswa belajar lebih baik

Jawaban D

mengembangkan kepekaan profesional guru terhadap belajar siswa sekaligus pengembangan profesinya

 

  1. Isi kurikulum harus memenuhi kriteria kegunaan, artinya bahwa isi kurikulum harus …

Jawaban A

sesuai dengan tingkat perkembangan siswa

Jawaban B

bermanfaat bagi kehidupan

Jawaban C

sesuai dengan minat siswa

Jawaban D

memiliki tingkat kebermaknaan yang tinggi

 

  1. Salah satu prinsip yang harus diterapkan dalam pemilihan isi pendidikan adalah materi pelajaran harus ….

Jawaban A

disusun secara logis dan sistematis

Jawaban B

sesuai dengan perbedaan individual siswa

Jawaban C

bervariasi sesuai kegiatan pembelajaran

Jawaban D

sesuai dengan persepsi orang tua dan masyarakat tentang kebutuhan

 

  1. Saat pembelajaran diskusi kelompok. Peserta didik diminta untuk menyampaikan gagasan dan komentar dengan kalimat yang runtun dan lafal yang jelas. Tugas guru adalah menilai peserta didik dengan teknik pengamatan terhadap gagasan dan komentar peserta didik. Rancangan evaluasi yang dibuat guru adalah rambu-rambu penilaan proses pembelajaran dengan aspek-aspek ….

Jawaban A

Isi gagasan, kesesuaian gagasan, keruntutan kalimat, kejelasan lafal

Jawaban B

Kelancaran kalimat, kualitas gagasan, ejaan dan tanda baca

Jawaban C

Intonasi, tempo, kalmat efektif dan ejaan yang benar

Jawaban D

Isi gagasan, kesesuaian gagasan, kalimat efektif dan tanda baca

 

  1. Kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan akan datang. Pernyataan tersebut dalam kurikulum termasuk dalam peranan …

Jawaban A

kreatif

Jawaban B

kritis

Jawaban C

evaluatif

Jawaban D

Konservatif

 

  1. Berikut yang bukan termasuk pertimbangan dalam memilih jenis TIK/program komputer yang akan digunakan dalam pembelajaran adalah …

Jawaban A

keselarasan dengan karakteristik sasaran atau siswa

Jawaban B

keterbatasan sarana dan prasarana dalam kelas

Jawaban C

ketepatan dengan tujuan pembelajaran

Jawaban D

keselarasan dengan karakteristik materi pembelajaran

 

  1. Seorang guru akan menunjukkan bangun ruang balok dengan memperjelas atau menekankan bagian-bagian balok seperti: sisi, rusuk, diagonal ruang, diagonal sisi, bidang diagonal dengan animasi. Sofware yang dapat digunakan adalah …

Jawaban A

Microsoft PowerPoint

Jawaban B

Microsoft Excel

Jawaban C

Microsoft Acces

Jawaban D

Microsoft Word

 

  1. Dalam pembelajaran yang menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, guru dituntut untuk berperan sebagai pengamat artinya guru hendaknya …

Jawaban A

menggunakan berbagai media pembelajaran yang inovatif

Jawaban B

memberi kebebasan yang bertanggung jawab kepada siswa dalam belajar

Jawaban C

mengembangkan dan memelihara suasana belajar yang kondusif

Jawaban D

memberikan arah dan membimbing siswa untuk menguasai kompetensi

 

  1. Ibu Guru menegur siswa yang tidak memperhatikan saat ia mengajar dengan cara menatap langsung siswa tersebut.
    Komunikasi yang diberikan ibu Guru kepada siswa tersebut merupakan komunikasi….

Jawaban A

kelompok

Jawaban B

nonverbal

Jawaban C

Massa

Jawaban D

Verbal

 

  1. Kemampuan komunikasi yang efektif yang sesuai kondisi psikologi peserta didik adalah sebagai berikut, kecuali ….

Jawaban A

tidak menawarkan hadiah bila mereka berbuat baik atau benar

Jawaban B

dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan

Jawaban C

berikan kesan bahwa Anda berada dalam tim yang sama

Jawaban D

sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan mereka

 

  1. Langkah untuk mengatur lebar kolom pada lembar kerja Excel adalah ….

Jawaban A

sorot range -> tab Home -> grup Cells -> Format -> Row Height

Jawaban B

sorot range -> tab Home -> grup Cells -> Format as Table -> Column Width

Jawaban C

sorot range -> tab Home -> grup Cells -> Format -> Column Width

Jawaban D

sorot range -> tab Home -> grup Cells -> Format as Table -> Row Width

 

  1. Pak Joko memberikan pujian kepada Asmawi, peserta didiknya yang mampu menjawab dengan tepat pertanyaan yang diberikan kepada Asmawi. Pujian yang diberikan Pak Joko kepada Asmawi adalah dengan cara Pak Joko mengacungkan jempol.
    Pujian seperti yang dilakukan Pak Joko kepada Asmawi merupakan jenis komunikasi…

Jawaban A

verbal

Jawaban B

satu arah

Jawaban C

personal

Jawaban D

Nonverbal

 

  1. Kelumpuhan organ bicara dapat menimbulkan kelainan-kelainan bunyi yang yang dihasilkan karena pada rahang, bibir, dan gigi mengalami masalah, baik dibawa sejak lahir atau kecelakaan. Hal tersebut dapat memengaruhi kelancaran komunikasi yang disebut faktor …….

Jawaban A

Intelengensi

Jawaban B

biologis

Jawaban C

pengetahuan

Jawaban D

Kepribadian

 

  1. Implikasi dari eksperimen Pavlov pada pembelajaran adalah ….

Jawaban A

Anak akan belajar jika selalu diperintah

Jawaban B

Anak akan belajar jika dibiasakan

Jawaban C

Anak akan belajar lebih giat jika mendapat nilai baik

Jawaban D

Anak akan belajar jika diberikan motivasi

 

  1. Berikut ini merupakan komponen hardware dari komputer, kecuali …

Jawaban A

RAM

Jawaban B

DOS

Jawaban C

Procesor Pentium Intel

Jawaban D

Hard disk

 

  1. Dalam sebuah proses pembelajaran, perhatian sangatlah berperan penting sebagai awalan dalam memicu kegiatan belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila ….

Jawaban A

metode yang menggunakan multimedia

Jawaban B

bahan pelajaran dirasakan sesuatu yang dibutuhkan oleh siswa

Jawaban C

bahan pelajaran merupakan materi yang mutakhir

Jawaban D

model yang dmenggunakan model-model terkini

 

  1. Pembelajaran remedial dilakukan guru untuk membantu peserta didik dalam beberapa hal, kecuali ….

Jawaban A

mengatasi kesulitan dengan memperbaiki cara belajar

Jawaban B

memperluas wawasan tentang konsep yang telah dipelajari

Jawaban C

memahami kesulitan belajar yang dihadapi

Jawaban D

memperbaiki sikap belajar yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal

 

  1. Kurikulum bagi guru berfungsi sebagai pedoman dalam ….

Jawaban A

melaksanakan proses belajar mengajar

Jawaban B

memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah

Jawaban C

membimbing anak belajar di rumah

Jawaban D

melaksanakan supervisi atau pengawasan

 

  1. Kegunaan RPP adalah sebagai pedoman bagi guru untuk ….

Jawaban A

melakukan penilaian hasil belajar siswa

Jawaban B

melaksanakan pembelajaran di kelas

Jawaban C

memberdayakan sumber belajar

Jawaban D

mengelola interaksi pembelajaran

 

  1. Tujuan PTK adalah …

Jawaban A

mendiagnosis kesulitan belajar siswa

Jawaban B

mendiskripsikan upaya memperbaiki proses belajar mengajar

Jawaban C

mengetahui efektivitas suatu metode pembelajaran

Jawaban D

melakukan perbaikan proses pembelajaran di kelas

 

  1. Kajian Pustaka memuat …

Jawaban A

landasan teori, penelitian yang relevan, kerangka pikir, hipotesis

Jawaban B

landasan teori, kajian pustaka, penelitian yang relevan, hipotesis

Jawaban C

landasan pikir, penelitian yang relevan, kerangka teori, hipotesis

Jawaban D

landasan teori, peneilitian yang relevan, hipotesis, kerangka teori

 

  1. Fungsi dari efek animasi Emphasis adalah ….

Jawaban A

untuk menggerakkan objek

Jawaban B

untuk memberi penekanan pada objek

Jawaban C

untuk menampilkan objek

Jawaban D

untuk keluarnya objek

 

  1. Istilah “perlu bimbingan” pada deskripsi rapor pengetahuan, diberikan apabila siswa ….

Jawaban A

tidak ada yang menonjol pada kompetensi dasar yang diujikan

Jawaban B

merupakan nilai terendah diantara beberapa nilai ulangan

Jawaban C

mendapatkan nilai di bawah ketuntasan belajar

Jawaban D

nilainya rata-rata baik pada semua kompetensi

 

  1. Komunikasi yang disampaikan melalui media televisi disebut komunikasi ….

Jawaban A

Nonverbal

Jawaban B

Kelompok

Jawaban C

Verbal

Jawaban D

Massa

 

  1. Banyak variasi dalam mendefinisikan media tetapi ada persamaan pengertian, yaitu ….

Jawaban A

pengantar proses pembelajaran

Jawaban B

perantara guru

Jawaban C

penyalur pesan

Jawaban D

pengantar guru dan peserta didik

 

  1. Bagian Pendahuluan Laporan PTK secara urut terdiri dari …

Jawaban A

latar belakang masalh, rumusan masalah, manfaat, pembiayaan

Jawaban B

latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, kerangka pikir

Jawaban C

latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, definisi operasional

Jawaban D

latar belakang masalah, rumusan masalah, seting penilitian, definisi operasional

 

  1. Perhatikan KD berikut!
    KD 3.4. Menggali informasi dari teks dongeng tentang kondisi alam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
    Berdasarkan KD tersebut, untuk pemahaman peserta didik rumusan indikator yang tepat adalah….

Jawaban A

Menyebutkan kondisi alam dalam teks dongeng

Jawaban B

Membaca teks dongeng dengan nyaring

Jawaban C

Siswa dapat menuliskan ciri-ciri kondisi alam dalam teks dongeng

Jawaban D

Siswa menyebutkan ciria-ciri kondisi alam dengan tepat

 

  1. Fasilitas yang dipilih untuk mendapatkan template yang diperlukan ketika bekerja menggunakan Equation adalah ….

Jawaban A

Operator

Jawaban B

Tools

Jawaban C

Symbols

Jawaban D

Structures

 

  1. Para siswa kelas 2 SD belajar di dalam kelas. Mereka menerima materi pelajaran dengan tema “Keluargaku” yang disampaikan oleh guru. Pesan yang diterima oleh para siswa tersebut dalam proses komunikasi merupakan unsur….

Jawaban A

media

Jawaban B

message

Jawaban C

decoding

Jawaban D

Noise

 

  1. Fungsi utama indikator adalah untuk ….

Jawaban A

merumuskan tujuan pembelajaran

Jawaban B

menentukan media dan sumber belajar

Jawaban C

merumuskan bentuk dan jenis penilaian

Jawaban D

menentukan materi pokok

 

  1. Di Microsoft Powerpoint pada kotak dialog Record Sound digunakan untuk ….

Jawaban A

menjalankan hasil rekaman

Jawaban B

menyimpan hasil rekaman

Jawaban C

menghentikan rekaman

Jawaban D

memulai rekaman

 

  1. Salah satu tujuan guru atau pendidik mempelajari teori belajar adalah ….

Jawaban A

Terampil mengajarkan teori belajar kepada siswanya

Jawaban B

Untuk menguasai kompetensi pedagogis

Jawaban C

Untuk menguasai kompetensi professional

Jawaban D

Untuk mengusai kompetensi sosial

 

  1. Kegiatan-kegiatan berikut yang sesuai dalam pelaksanaan refleksi guru yang ingin memperoleh gambaran keberhasilan mengajarnya adalah …

Jawaban A

menanyakan pandangan guru lain terhadap kualitas instrumen penilaian yang akan digunakan

Jawaban B

mereview tugas-tugas yang telah diberikan kepada siswa

Jawaban C

mengidentifikasi kelemahan RPP yang telah dibuat

Jawaban D

mencermati kembali kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ia berikan di kelas

 

Soal

  1. Rumusan tujuan pembelajaran menggambarkan ….

Jawaban A

proses dan hasil belajar belajar yang diharapkan dicapai peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar

Jawaban B

hasil proses belajar yang diharapkan dicapai peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar

Jawaban C

indikator pencapaian peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar

Jawaban D

proses belajar yang diharapkan dicapai peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar

 

  1. Pernyataan berikut yang bukan merupakan bagian dari kegiatan penyusunan butir instrumen hasil belajar adalah ….

Jawaban A

diprediksi dapat dikerjakan oleh sebagian besar siswa

Jawaban B

menentukan kompetensi atau indikator yang hendak diukur

Jawaban C

mempertimbangkan komposisi aspek-aspek kognitif

Jawaban D

membuat indikator soal

 

  1. Pembelajaran klasikal cenderung mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada diantara para siswa. Untuk itu jika guru menggunakan pembelajaran klasikal hendaknya ….

Jawaban A

menggunakan metode, model atau strategi pembelajaran yang bervariasi

Jawaban B

melaksanakan pengayaan bagi semua siswa, terutama pada siswa yang sudah menguasai bahan pelajaran

Jawaban C

melaksanakan pembelajaran masing-masing individu secara berbeda-beda

Jawaban D

memberikan tugas yang disesuaikan dengan tuntutan materi ajar

 

  1. Fungsi dari Winamp adalah …

Jawaban A

untuk mendengarkan musik

Jawaban B

untuk membuat film

Jawaban C

untuk memutar film yang termuat dalam CD

Jawaban D

untuk mengolah gambar

SUMBER : WWW.PRETESSIMPKB.COM

Share This: