Kesalehan yang Palsu dan yang sejati

Yesaya 58:4-12

Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagahdan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.

St E. Purba

  1. Peringatan bagi bangsa Israel yg sudah sampai di tanah Kanaan
  2. Di perjanjian lama puasa dilakukan penghapusan dosa
  3. Makna puasa merendahkan diri dihadapan Tuhan
  4. Esensi berpuasa adalah suatu ibadah yg tidak perlu dilihat oleh orang lain
  5. Puasa pada perjanjian lama adalah menyendiri dan berbagai assesoris yg dipakainya
  6. Bangsa Israel dulu ada aturan 365 dimana setiap hari ada aturannya
  7. Dan puasa bangsa Israel bisa dilihat oleh orang lain
  8. Puasa itu sendiri penyangkalan diri itulah esensinya
  9. Dan melihat puasa itu tidak damai dan banyak kesalahan yg dilakukan mereka maka Tuhan tidak mengindah ibadah bangsa Israel itu
  10. Puasa yg disukai Tuhan adalah lepaskan segala perselisihan dan Buang segala kuasa kita dalam penekanan terhadap sesama
  11. Puasa yg baik bagaimana kita membantu makan bagi saudara kita manusia yg tidak makan
  12. Jika hal itu kita lakukan maka terpancarlah Kemulian Tuhan bagi Kita.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *