16 Juni 2019
  • 4:42 pm Dokumen 1 20172018
  • 4:35 pm Diklat SKP PKB KTI 2016
  • 4:25 pm Contoh RKS Sekolah
  • 4:17 pm Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah dan Madrasah
  • 4:02 pm Perangkat Bahasa Indonesia dan Kelengkapan guru lainnya

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hidup dan selalu berubah lantaran mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan budaya masyarakat. Pendidikan dari masa ke masa mengalami kemajuan yang sangat pesat, demikian juga piranti pendidikan yang canggih, oleh sebab itu perubahan yang terjadi di tengah masyarakat adalah diakibat oleh majunya dunia pendidikan, pendidikan tidak hanya merambah dunia nyata akan tetapi sudah merambah dunia maya, yang menurut pemikiran lama masih dalam bentuk khayalan dan angan-angan, sekarang sudah dalam bentuk kenyataan.

Perkembangan dunia yang ditandai dengan era informasi dan globalisasi sewajarnyalah Indonesia tanggap terhadap perkembangan tersebut seperti dengan diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Begitu juga dengan pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri yang mengacu pada Undang – undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan serta pasal 36 tentang Kurikulum. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan juga dengan jelas mengatakan tentang Kurikulum Tingkat satuan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Regulasi ini akan berdampak dengan adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang mengacu agar hasil pendidikan nasional dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju.

Konsep desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan otonomi kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di sekolah.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada dilingkungan peserta didik dan daerah.

Hasil implementasi Kurikulum 2004 yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), telah melahirkan kebijakan berupa  diimplementasikannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum sekolah.

Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :

  1. Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. Belajar untuk memahami dan menghayati,
  3. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
  4. Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain,
  5. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan atau biasa disebut PAIKEM.

Seperti disadari bersama bahwa SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pembangunan pendidikan nasional, tentunya akan mengikuti arah baru dari kebijakan penggunaan kurikulum dimaksud. Dalam hal ini, maka penyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam dimaksudkan sebagai upaya awal dalam mendorong pelaksanaan kebijakan pemerintah dibidang pendidikan dan sekaligus sebagai upaya ke arah peningkatan mutu pendidikan.

Berdasarkan Program Pendidikan yang ada pada SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam  dari Program Pendidikan Jangka Menengah dan Jangka Panjangnya, maka penyusunan kurikulum sekolah ini mempunyai karakteristik yang disesuaikan dengan potensi dan kawasan di lingkungan SMP Negeri 19 Batam – Kota Batam yang letak geografisnya berada di daerah kota Pulau Batam dan komunitas yang heterogen atau beragam.

Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Kurikulum SMP Negeri 19 Batam tahun ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tertentu tetapi diintegrasikan pada setiap pembelajaran maupun kegiatan pengembangan diri. Strategi penyampaiannya tidak bersifat informatif tetapi lebih bersifat keteladanan. Pendidik sangat menentukan keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di SMP Negeri 19 Batam

Potensi –potensi yang dimiliki dan karakteristik  SMP Negeri 19 Batam

a. Peserta didik

Peserta didik yang ada di SMP Negeri 19 Batam umumnya bersasal dari Pulau Jaloh, sedangkan hanya sebagian kecil siswa yang berasala dari Pulau Cengkui dan Pulau Pecung Kec. Belakang Padang karena letak  SMP Negeri 19 Batam dipisahkan oleh selat dan laut sehingga membuat SMPN 19 Batam menjadi pilihan terakhir

b. Pendidik

Pendidik di SMP Negeri 19 Batam  rata-rata usia produktif dengan kualifikasi Sarjana (S1) sudah mencapai 80 %. Pendidik yang sudah tersertifikasi 10 % dan 70% bertempat tinggal sekitar Pulau Jaloh, sehingga sebagian besar guru SMP Negeri 19 Batam tidak menggunakan alat transportasi.

c. Saran Prasarana

Luas Tanah SMP Negeri 19 Batam mencapai 7.200 m2, yang didalamnya terdapat bangunan ruang belajar 3 Ruang, Laboratorium IPA 1 ruang, Perpustakaan mini 1 ruang yang diperoleh dari ruang labor, Laboratorium Komputer mini yang disekat dekat laboratorium, kopsis yang digabung dengan ruang kantor, , kamar mandi/WC peserta didik 2 ruang

d. Pembiayaan

Pembiayaan operasional sekolah sepenuhnya didanai dari dana BOS dan dana Rutin Sekolah. Sedangkan untuk pembangunan gedung- gedung baru atau rehabilitasi gedung SMP Negeri 19 Batam sering mendapatkan bantuan dari Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat.

e. Program

SMP Negeri 19 Batam mempunyai program-program unggulan  misalnya :

e.1 Program religius

Program ini merupakan bentuk implementasi dari Visi sekolah. Adapun kegiatan –kegiatan yang dilaksanakan adalah sholat dhuhur berjamaah (tentatif) , sholat jumat berjamaah, yang wajib diikuti seluruh  peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan yang muslim.

10 menit sebelum pembelajaran dimulai wajib membaca Al Qur’an bagi yang beragama Islam1.

e.2  Program Peduli Lingkungan

Program ini dilaksanakan harian, dimulai pukul 07.00 sd 07.25 oleh semua warga sekolah sesuai dengan lokasi masing –masing dengan membersihkan lingkungan menata taman, merawat taman.

Diadakan lomba penghijauan pada saat hari bumi atau hari lingkungan.

e.3  Pengembangan SDM

Pengembangan SDM diikuti oleh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang dilaksanakan setiap hari sabtu

Melaksanakan  lomba cerda cermat .

f. Komite Sekolah

Komite sekolah yang ada SMP Negeri 19 Batam keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi Sekolah, sebagi mitra Komite SMP Negeri 19 Batam, sangat banyak membantu memberi masukan kepada  sekolah dalam menyusun program mapun membantu mengawasi pelaksanaan program tersebut sehingga apa yang sudah diprogramkan dapat berjalan dengan baik

g. Dinas Pendidikan

Peran serta Dinas Pendidikan Kota Batam dalam penyelenggaraan pendidikan yang baik di SMP negeri 2 Krian sangat dirasakan misalnya dengan  diadakannnya monitoring dan evaluasi kinerja pendidik maupun tenaga kependidikan, sehingga lebih memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.

h. Asosiasi Profesi

Asosiasi profesi yang ada baik di Tingkat Kota Batam seperti MGMP, manfaatnya sangat dirasakan oleh pendidik di SMP Negeri 19 Batam, karena melalui wadah etrsebut para pendidik dapat bertukar pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan administrasi yang harus disiapkan maupun kesulitan –kesulitan materi pembelajaran yang dialami pada saar pembelajaran.

i. Pengembangan Instrumen

Untuk mendukung terlaksanannya program dengan baik, maka perlu dibuatkan instrumen. Instrumen yang sudah dikembangkan di SMP Negeri 19 Batam antara lain analisis hasil penilaian, analisi butir soal, analisis kegiatan pengembangan SDM, analisis program lingkungan.

Selengkapnya

Share This:
PARDOMUAN SITANGGANGPARDOMUAN SITANGGANG

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT