MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM RANGKA MEMBENTUK BUDAYA BANGSA

MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM RANGKA MEMBENTUK BUDAYA BANGSA 

Oleh:

Prof.Dr.H.Mungin Eddy Wibowo,M.Pd.,Kons.

Ketua Umum PB ABKIN

Guru Besar Bimbingan dan Konseling UNNES

Anggota BSNP

Share This:

MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN

Pendahuluan

Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bab XI Pasal 39 ayat 2 disebutkan pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Guru adalah pekerjaan profesional, artinya pekerjaan sebagai guru tersebut adalah karena pendidikan atau latihan sebagai guru profesional, guru tidak boleh “main-main” pekerjaan tersebut dan seluruh aktivitas pekerjaannya harus melekat dengan ciri-ciri keprofesionalnya. Selain itum guru harus mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Profesionalisme guru berkaitan dengan kompetensi guru. Guru yang profesional adalah guru yang mempunyai kompeten atau kemampuan dalam menjalankan profesi keguruannya dengan baik. Kefektifan pelaksanaan tugas guru sebagai “agen pembelajaran” tergantung pada tingkat kompetensi guru yang bersangkutan, yang mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, menurut Kepmendiknas 16 Tahun 2007, kompetensi guru terdiri dari :

  1. Kompetensi pedagogik yang meliputi : (a) Menguasai karakteristik peserta didik, (b) Menguasai teori dan prinsip-prinsip pembelajaran, (c) Mengembangkan kurikulum, (d) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (e) Memanfaatkan ilmu teknologi dan komunikasi, (f) Memfasilitasi potensi peserta didik, (g) Menilai proses dan hasil belajar, (h) Melakukan komunikasi secara efektif (simpati, empati, spontan), (i) Memanfaatkan hasil evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, dan (j) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
  2. Kompetensi kepribadian yang meliputi (a) Bertindak sesuai norma, agama, hukum, sosial dan budaya, (b) Menampilkan pribadi jujur, berakhlak mulia dan teladan, (c) Menampilkan pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, (d) Menunjukkan etos kerja yang tinggi, rasa bangga dan percaya diri sebagai guru, dan (e) Menjunjung tinggi kode etik profesi guru
  3. Kompetensi sosial yang meliputi (a) Bersikap inklusif, objektif dan tidak deskriminatif, (b) Berkomunikasi secara efektif sesama pendidik dan orang tua murid, (c) Beradaptasi di tempat bertugas, dan (d) Berkomunikasi dengan komunitas se profesi dan antar profesi.
  4. Kompetensi profesional yang meliputi : (a) Menguasai materi, konsep, pola pikir keilmuan, (b) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar, (c) Mengembangkan materi pembelajaran, (d) Mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan dengan tindakan reflektif, dan (e)Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

Guru adalah agent pembelajaran, oleh sebab itu, ujung tombak profesionalisme guru terletak pada pembelajaran. Jadi, sudah seharusnyaguru sebagai agen pembelajaran meningkatkan kualitas pembelajarannya.

Silahkan baca selanjutnya disini

Share This:

KOMPETENSI DAN PROFESI GURU

  1. PENGERTIAN

KOMPETENSI (BHS INGGRIS)=COMPETENCE

  1. COMPETENCE IS BEING COMPETENT, ABILITY TO DO WORK.
  2. COMPETENCE REFERS TO (PERSON) HAVING ABILITY, POWER, OUTHORITY, SKILL, KNOWLEDGE,ECT. (TO DO WHAT IS NEEDED).
  3. COMPETENCY  IS A RATIONAL PERFORMANCE WITH SATISFACTORITY MEETS THE OBJECTIVES FOR A DESIRED CONDITION (A.S HORNBY ET.AL. ,1962)

 

  • KECAKAPAN ATAU KEMAMPUAN U/ MELAKUKAN PEKERJAAN
  • SIFAT/KARAKTERISTIK ORANG YANG KOMPETEN: KECAKAPAN, DAYA(MOTIVASI), OTORITAS(KEWENANGAN), PENGETAHUAN,SKILL,  DST. U/MENGERJAKAN YANG DIBUTUHKAN.
  • KINERJA RASIONAL YANG DPT MENCAPAI TUJUAN-TUJUAN SECARA MEMUASKAN ATAS DASAR KONDISI YANG DIHARAPKAN

Untuk filenya silahkan berburu kesini

 

 

Share This:

Allah Mengabulkan Doa Orang Beriman

2 Raja-raja 20:1-7 (TB)

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN:
“Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya:
“Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.
Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”
Kemudian berkatalah Yesaya: “Ambillah sebuah kue ara!” Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia.

Pesan

  1. Doa seorang Raja Yehuda supaya Tuhan memberikan kesempatan untuk dapat hidup lebih lama lg di dunia ini
  2. Kesempatan ada 3 tipe kesempatan biasa (menunggu), kesempatan yg bodoh (membuang), tipe kesempatan sukses memastikan melakukan setiap kesempatan
  3. Ditegaskan pada lagu judul lagu”Hidup ini adalah Kesempatan”
  4. Diberkatilah orang yang menggunakan kesempatan baik
  5. Umur Hizkia diperpanjang 15 tahun lagi supaya janjinya kepada Tuhan terpenuhi
  6. Jika kita diberikan Umur yg panjang ciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam keluarga.
Share This:

Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Yesus Anak Allah Yang Bertahta di Surga

Ibrani 1:5-13 (TB) Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?”
Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”
Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: “Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.”
Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.”
Dan: “Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.
Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian;
seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.”
Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?”

  1. Perpisahan adalah hal yg susah dan berbagai perasaan Yang berkecamuk
  2. Yesus adalah putra Allah yg penuh dengan kuasa dan merupakan pernyataan Allah Yang Sempurna dan lebih tinggi dari nabi2 yg pernah kita baca dan Malaikat
  3. Pelayanannya merupakan perantara Illahi
  4. Yahudi menganggap para Malaikatlah lebih tinggi dari Yesus, pemahaman inilah yg perlu diluruskan
  5. Yesus balik ke sorga karena memang dia dari sorga
  6. Dan dia akan mengutus Roh Kudus
Share This:

Mangendehon ende naimbaru dohot Olop-olop

1 Kronika 16:7-13 (TOBA) (II.) Di ari na sasada i do apala parjolo didokkon si Daud mamujimuji Jahowa marhite sian si Asap dohot angka hahaanggina i.
Puji hamu ma Jahowa, baritahon hamu ma Goarna i, pabotohon hamu ma di tongatonga ni angka bangso angka pambahenanna i!
Endehon hamu ma Ibana, palu hamu ma parhinaloan umpuji Ibana, marnonangi ma hamu taringot tu halongangan angka na binahenna i sudena!
Tanggulhon hamu ma Goarna na badia i, ingkon marlas ni roha ma angka na mangalului Jahowa!
Sisiri hamu ma Jahowa dohot hagogoonna i, tongtong ma lulu i hamu bohina.
Paingotingot hamu ma halongangan angka naung binahenna i, angka tanda halongangan naung binahenna i dohot uhum angka na ruar sian pamanganna!
Hamu ale pinompar ni Israel, naposona i, hamu ale anak ni si Jakkob, angka na pinillitna i!

Praeses HKBP DISTRIK XX KEPRI.

Pdt Kardi Simanjuntak,MMin

  1. Sai marlasniroha do ganup na mangalului Jahowa
  2. Songon ma jolo i adong poti parpadan
  3. Alani sihol ni jolma i pajongjong bagas joroi
  4. Lam balga tahilala pambaennan ni Debata lam tumakkas ma pambaennan ta tu Debata
  5. Andung 3 ayat 22 holan asiniroha ni Debata sambing do.
  6. Dada
Share This:

Pendampingan Instruktur Kurikulum tingkat Kab/Kota Tahun 2015 Kurikulum 2013

 

Kurikulum 2013 mengajak untuk berpikir secara ilmiah, dengan cara: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/ mengasosiasi/ menganalisa, dan mengkomunikasikan. Kegiatan dalm kurikulum 2013 dilakukan secara berkelompok untuk membiasakan siswa bekerjasama dalam tim.

Kurikulum 2013 juga menyajikan beberapa model permasalahan, antara lain: soal prosedural, soal penalaran yang menuntut
siswa berkir kreatif, serta soal terbuka yang memungkinkan beberapa jawaban benar. Selain itu, juga memuat tugas projek untuk melatih siswa bekerjasama menghasilkan suatu model, metode, strategi, atau produk untuk dipresentasikan.

Untuk lebih memantapkan tentang pengetahuan kuriulum 2013 saat kami mengadakan pendampingan bisa didownload materinya dibawah ini salam menanamkan moral terhadap anak bangsa

Download klik disini yah

Share This:

Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013 kabupaten/Kota Tingkat SMP/MTs (20-22 Maret-2018)

Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam Kurikulum 2013

1. Pendidikan berkarakter lebih luas dsri Kurikulum 2013 dan penuh dikonsep dengan baik.

2. Landasan hukum UU NO 20 THN 2003, PERMENDIKNAS 23 TAHUN 2015, PEEMENDIKBUD 75 TAHUN 2015,


3. Tujuan pendidikan Nasional pasal 3 UU no 20 tahun 2003

4. Latar belakang PPK: kecenderingan global (teknologi DIGITAL, pergeseran kebudayaan, fenonema kreatifitas anak), Urgensi PPK (mengahadapi 2045, Urgensi degradasi terhadap nilai2 luhur, Moral), Defenisinya PPK dalam olah pikir, hati dalam revolusi mental.

5. Pembahasan tentang literasi

6. Pembuatan soal

7. Sesi Pertama

  1. Analisis Dokumen SKL KI KD dan silabus
  2. Analisis materi dalam
  3. Nilai Karakter ada Nilai transisi di rapor

8. Sesi ke dua

A. Pembuatan RPP yang ditambahkan PPK nya pada rubrik RPP

B. Penilaian

C. Penilaian Nilai sikap membuat predikat dan deskripsi

Anak dianggap lulus KKM dianggap baik

D. Penilaian Pengetahuan

– Penilaian harian bisa dengan penggabungan beberapa KD

– PTS dan PAS

– Rapot mid semester pun harus ada 3 kategori penilaian baik sikap, Pengetahuan, maupun ketrampilan

E. Ringkasan materi silahkan ikuti link berikut ini

9. Training

10. Pembahasan tentang Permendikbud no 20,21,22,23,24, Tahun 2016

 

Share This:

Perkembangan Psikomorik Anak Dalam Era Gadget

Dalam perkembangan jaman yang mana disebut sebagai “jaman now” anak-anak seakan cepat berkembang psikomotoriknya walaupun sesuatu benda itu belum pernah dikenalnya dan tidak diketahui fungsinya untuk apa. Sering kita dengar anak-anak yang menjadi pembuat game walaupun sebenarnya belum diketahui manfaat teknologi yang paling hakikinya

Anak hanya berpikir yang penting ini digunakan untuk happy dan tahu operatorinya. Tidak jarang kita lihat anak menggunakan kamera dsri gadget orangtua dengan menggunakan aplikasi yang ada pada gadget tersebut.

Sekarang apakah orangtua mau meredam perkembangan Psikomotoriknya dengan kata jangan ini dan jangan itu. Semua Kembali terpulang pada sang orangtua sebagai panutan anak dan orang yang mengarahkan kehidupannya mulai dalam kandungan

Menurut Hurlock (1998) – perkembangan motorik adalah perkembangan pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir.
Perkembangan ketrampilan motorik merupakan factor yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak secara keseluruhan. Elizabeth Hurlock (1956) mencatat beberapa alasan tentang fungsi perkembangan motorik bagi konstelasi perkembangan individu, yaitu sebagai berikut :
1. Melalui ketrampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang, seperti anak merasa senang dengan memiliki ketrampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat lainnya.
2. Melalui ketrampilan motorik anak dapat beranjak dari kondisi helplessness (tidak berdaya) pada bulan-bulan pertama kehidupannya, ke kondisi yang independence (bebas tidak bergantung). Anak dapat bergerak dari satu tempat ketempat yang lainnya, dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan self confidence (rasa percaya diri).

Sumber

Dari penjelasan dan pemikiran para penulis diatas menurut saya sangat bagus pada jamannya namun bila kita kondisikan jaman sekarang sangat sulit penerapannya karena digagalkan dari berbagai indikator baik ruang maupun keefesiennya dalam prakteknya.

Tanpa mengurangi makna dan fungsi motoriknya anak sebenarnya mendapat hal itu dalam gadget. Dalam satu gadget bisa banyak permainan dan perlakuan yang dilakukan si anak. Mulai dari melukis, menari dan lainnya bisa dilihat dan diakses anak tersebut. Sungguh teknologi buat Semuanya supel dan simple. Bahkan pejabat pendidikan mengakui perkembangan teknologi sangat mudah diketahui anak karena melihat semuanya seakan sudah terampil bergadget ria. Sehingga mata pelajaran TIK ditiadakan untuk sekolah

Dilema bagi orangtua melihat perkembangan teknologi ini jika tidak pintar mensiasati keadaan sibuah hati.

Saya salin dalam kolom metrotv dalam pembahasan gadget ini dengan para pakar juga ada jawaban yang kurang memuaskan saya sebagai pembaca dari pendapat para pakar.

Bak pisau yang memiliki dua sisi, keberadaan gadget membawa kebaikan sekaligus dampak negatif. Terutama pada anak. Dokter anak asal Amerika Serikat Cris Rowan menegaskan, harus ada pelarangan penggunaan gadget pada anak berusia di bawah 12 tahun. Sebab, tak sedikit penelitian yang membuktikan, gadget lebih banyak membawa dampak negatif ketimbang manfaat bagi anak.
Asosiasi dokter anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan, orangtua harus tegas tidak memberikan gadget pada anak usia 0-2 tahun. Anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari, dan dua jam untuk anak 6-18 tahun.
Sayangnya, kenyataan yang terjadi berbeda. Anak-anak justru menggunakan gadget empat hingga lima kali melebihi durasi yang direkomendasikan ahli.
Psikolog anak Anna Surti Ariani mengatakan, jika seorang anak terlalu sering bermain gadget, akan menurunkan wawasan dan kecerdasan anak.
“Seorang anak membutuhkan wawasan yang konkret di dunia ini,” kata psikolog yang akrab disapa Nina saat ditemui Metrotvnews.com di Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Senada, dr Setyo Handryastuti, Sp.A(K) mengatakan, ketidaksetujuan jika orangtua sudah mulai memberikan sebuah gadget kepada anak-anak, khususnya balita. Menurutnya, gadget bukanlah salah satu media yang tepat dijadikan untuk sarana bermain anak.

Pendapat diatas bila kita hubungkan dengan pendapat berikut

Tujuan orangtua memperkenalkan dan memberikan gadget semenjak dini tidak salah, yaitu untuk memberikan sarana bermain dan membuat anak melek teknologi. Melalui gadget, anak-anak bisa bermain berbagai macam permainan dengan menggunakan media yang sama. Namun, lanjut Setyo Handryastuti, orangtua kurang menyadari efek yang yang akan ditimbulkan. Kolom metrotv baca disini

Tidak seharusnya yang bercetak tebal itu muncul dalam tanggapan karena bila itu dimunculkan berarti belum memahami sebenarnya perkembangan anak. Sebaiknya memang tidak usahlah gadget dipeekenalkan kepada anak. Bila mau sehat jasmaninya tapi kalau kita berbicara jasmani seyogianya semua tidaklah bagus menggunakan gadget karena radiasi yang ditimbulkannya.

Kalau perkembangan mentalnya memang benar jangan terlalu sering anak didekatkan dengan dunia maya jadinya perkembangan kognitifnya akan lambat mengolah dunia nyata yang dihadapinya.

Sebaiknya orangtua perlu memperkenalkan gadget sama anak setelah duduk dibangku SD itu pun sesuaikan durasi yang sangat singkat kalau dalam detikcom mengatakan 2 jam perhari baca disini namun kalau memungkinkan satu jam-sehari itu pun sudah lebih dari cukup.

Perkembangan psikomotrik anak harus 95% artinya seluruhnya ada ditangan orangtua bukan yang lain kalau yang lain lebih berpengaruh berarti dapat dikatakan orangtua akan sulit memahami anak kelak besarnya nanti karena konsep psikomotoriknya bukan disusun dan dikelola orangtua, hal ini akan berdampak terhadap psikologi anak.

Pardomuan Sitanggang

Share This:

PEMESANAN DOMAIN

Bila anda ingin membuat website pribadi  ataupun bersama organisasi silahkan klik disini

Jika mau tanya-tanya silahkan komen dibawah ini……….

 

Share This: