25 Agustus 2019
  • 11:43 am Kasihilah Musuhmu
  • 10:09 am MARS PPK
  • 10:52 pm Ajaran Alkitab tentang kemerdekaan
  • 11:23 am Persamaan Kuadrat
  • 10:32 am Bahasa Inggris Paket 1,2,3

LAMPIRAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR       TAHUN 2013

TENTANG

SILABUS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH PADA KELAS VII

  1. PENDAHULUAN
    1. Komponen Silabus

Silabus merupakan rencana pembelajaran pada mata pelajaran atau tema tertentu dalam pelaksanaan kurikulum yang paling sedikit memiliki komponen:

  1. kompetensi inti;
  2. kompetensi dasar;
  3. materi pembelajaran (materi pokok);
  4. kegiatan pembelajaran;
  5. penilaian;
  6. alokasi waktu; dan
  7. sumber belajar.
  1. Prinsip Pengembangan Silabus

Silabus dikembangkan sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip-prinsip:

  1. Mengacu Pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
  2. Mengacu Pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  3. Memperhatikan perkembangan ilmu, pengetahuan, teknologi, dan seni yang mutakhir.
  4. Aktual dan Kontekstual.
  5. Fleksibel.
  6. Menyeluruh.
  7. Mencakup pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh dalam ranah kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  8. Memberi rujukan dan ruang yang lebih luas kepada penulis buku teks pelajaran dan buku panduan guru.
  9. Memberi rujukan dan ruang yang lebih luas kepada guru untuk menyusun perencanaan mengajar.
  1. Mekanisme dan Langkah Pengembangan Silabus
  2. Mekanisme Pengembangan Silabus

Silabus dikembangkan oleh:

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Silabus untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu silabus mata pelajaran untuk Kelompok A dan Kelompok B yang bersifat nasional.

  1. Dinas Pendidikan
  1. Silabus yang dikembangkan pada tingkat daerah yaitu silabus sejumlah bahan kajian dan pelajaran dan/atau mata pelajaran muatan lokal yang ditentukan oleh daerah yang bersangkutan.
  2. Silabus muatan lokal yang berlaku untuk seluruh wilayah provinsi ditetapkan oleh dinas pendidikan provinsi.
  3. Silabus muatan lokal yang berlaku untuk seluruh wilayah kabupaten/kota ditetapkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota.
  4. Satuan Pendidikan

Silabus yang dikembangkan pada tingkat satuan pendidikan yaitu silabus muatan lokal yang berlaku pada satuan pendidikan yang bersangkutan.

  1. Langkah-langkah Pengembangan Silabus
  2. Mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
  1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
  2. keterkaitan antara kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
  3. keterkaitan antara kompetensi inti dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
  4. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran (Materi Pokok)

Mengidentifikasi Materi Pembelajaran (Materi Pokok) yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:

  1. potensi peserta didik;
  2. relevansi dengan karakteristik daerah;
  3. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
  4. kebermanfaatan bagi peserta didik;
  5. struktur keilmuan;
  6. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
  7. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
  8. alokasi waktu.
  9. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar dengan menerapkan pendekatan saintifik (pendekatan berbasis proses keilmuan). Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.

  1. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
  2. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
  4. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik, yaitu kegiatan peserta didik dan materi.
  5. Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan dengan menggunakan penilaian otentik, yaitu penilaian yang mengukur kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan terhadap proses dan hasil sebagaimana adanya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, projek dan/atau produk, penggunaan portofolio, penilaian diri, dan jurnal catatan pendidik/catatan anekdot.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.

Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.

Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.

Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.

Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

  1. Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

  1. Pengembang Silabus
  1. Pengembangan silabus pada tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan.
  2. Pengembangan silabus muatan lokal pada tingkat daerah dilakukan oleh:

Tim Pengembangan Kurikulum provinsi untuk wilayah provinsi.

Tim Pengembangan Kurikulum kabupaten/kota untuk wilayah kabupaten/kota.

Pengembangan silabus muatan lokal pada tingkat satuan pendidikan dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), atau Pusat Kegiatan Guru (PKG).

Share This:
PARDOMUAN SITANGGANG

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT