• PENERAPAN PERSAMAAN KUADRAT
  • Persamaan Kuadrat
  • Soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar
  • Macam – Macam Pola Barisan Bilangan Dalam Matematika
  • Pola Bilangan Matematika
Pengertian Bentuk Akar
Dalam artikel tetang bentuk pangkat bilangan bulat telah dijelaskan bahwa bentuk pangkat merupakan perkalian bilangan-bilangan yang sama atau bentuk perkalian berulang. Nah kalau bentuk akar merupakan kebalikan dari bentuk perkalian tersebut. Secara matematis, bentuk akan didefinisikan sebagai:
Bentuk Akar adalah akar dari bilangan rasional yang hasilnya bilangan irasional.
Bilangan rasional merupanan suatu bilangan yang dapat dinyatakan dalam betuk a/b (pecahan) dimana a dan b adalah bilangan bulat dan b  0. Contohnya bilangan 3 dapat dinyatakan dalam bentuk 6/2, 9/3, 18/6 dan sebagainya.
 
Sedangkan bilangan irasional adalah suatu bilangan yang tidak dapat dapat diubah dalam bentuk pecahan a/b dengan a dan b adalah bilangan bulat. Contohnya adalah nilai dari π = 3, 14159 26535 89793 23846 26433 83279 50288 41971 69399 37510…, karena tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan maka nilai dari π termasuk bilangan irasional.
 
Berdasarkan definisi tentang akar, sekarang timbul suatu pertanyaan, apakah dengan adanya tanda  pada sebuah bilangan akan menjamin bahwa bilangan itu merupakan bentuk akar? Jawabannya adalah tidak. Karena ada bilangan yang dituliskan dengan tanda akar, tetapi hasilnya merupakan bilangan rasional. Sebagai contoh:
  • 9 bukan merupakan bentuk akar, sebab 9 = 3 (bilangan rasional)
  • 0,25 bukan merupakan bentuk akar, sebab 0,25  = 0,5 (bilangan rasional)
  • √3 merupakan bentuk akar
 
Contoh Soal Bentuk Akar
Diantara bilangan-bilangan berikut ini, manakah yang termasuk bentuk akar? Jika termasuk bentuk akar, berikan alasannya.
  1. 7
Jawab: 7 merupakan bentuk akar
  1. (1/16)
Jawab: (1/16) bukan bentuk akar sebab (1/16) = ¼ (bilangan rasional)
  1. 327
Jawab: 327 bukan bentuk akar sebab 327 = 3 (bilangan rasional)
  1. 53
Jawab: 53 merupakan bentuk akar
  1. 30,125
Jawab: 30,125 bukan merupakan bentuk akar sebab 30,125 = 0,5 (bilangan rasional)
  1. 549
Jawab: 549 merupakan bentuk akar
 
Cara Menyederhanakan Bentuk Akar
Beberapa bentuk akar dapat disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana. Untuk setiap a dan b bilangan bulat positif, maka berlaku rumus atau persamaan berikut:
rumus menyederhanakan bentuk akar
Dengan a atau b harus dapat dinyatakan dalam bentuk kuadrat murni.
Contoh:
  • 108 = 36 x 3 = 6 3
  • (1/8) = (1/16 x 2) = (1/16) x 2 = 1/4 2
Contoh Soal Cara Menyederhanakan Bentuk Akar
Nyatakan bilangan-bilangan berikut ini dalam bentuk akar yang paling sederhana
  1. 27
Jawab: 27 = 9 x 3 = 3 3
  1. 99
Jawab: 99 = 9 x 11 = 3 11
  1. 50
Jawab: 50 = 25 x 2 = 5 2
  1. 96
Jawab: 96 = 16 x 6 = 4 3
  1. 4 44
Jawab: 4 x 44 = 4 x 4 x 11 = 4 x 2 x 11 = 8 11
  1. 2 500
Jawab: 2 500 = 2 x 5 x 100= 2 x 18 x 5 = 20 5
 

Operasi Aljabar pada Bentuk Akar

1. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar
Untuk setiap a, b dan c bilangan rasional positif, maka berlaku rumus atau persamaan berikut:

Rumus operasi penjumlahan bentuk akar

rumus operasi penjumlahan bentuk akar

Rumus operasi pengurangan bentuk akar

rumus operasi pengurangan bentuk akar

Contoh Soal Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar

Sederhanakanlah bentuk-bentuk berikut ini:
  1. 3 7 + 5 7 – 7
Jawab: 3 7 + 5 7 – 7 = (3 + 5 -1) 7 = 7 7
  1. 5 2 – 2 8 + 4 18
Jawab:
=5 2 – 2 8 + 4 18
= 5 2  2 (4 x 2) + 4 (9 x 2)
= 5 2  2 (2 x 2) + 4 (3 x 2)
= 5 2  4 2) + 12 2
= (5  4 + 12) 2
= 13 2
 

2. Operasi Perkalian Bentuk Akar

Untuk setiap a, b dan c bilangan rasional positif, maka berlaku rumus atau persamaan berikut:
rumus operasi perkalian bentuk akar
Contoh:
  • 4 x 8  = (4 x 8) = 32 = (16 x 2) = 4 2
  • 4 (4 4 –2) = (4 x 4 4)  (4 x 2) = (4 x 16) – 8
= (4  x 4)  (4 x 2)
= 16  2 2
 
Contoh Soal Operasi Perkalian Bentuk Akar
Sederhanakanlah bentuk-bentuk di bawah ini!
  1. (7 – 5) (7 + 5)
Jawab: Apabila angka yang dikalikan sama, hanya berbeda operasi plus (+) dan minus (-), maka kita gunakan rumus depan kali depan, belakang kali belakang:  
(a + b) (a  b) = a2 b2
(7 – 5) (7 + 5) = (7 x 7) + (-5 x 5)
= 49 – 25
= 7-5
=12
  1. (3 – 2)2
Jawab: Kita gunakan rumus (a – b) (a – b) = a2  2ab + b2
(3 – 2)2 = (3 – 2) (3 – 2)
= (3 x 3) + (3 x –2) + (-2 x 3) + (-2 x –2)
= 9 – 6 – 6 – 4
= 3  2 6 + 2
= 5 -2 6
  1. 3 3 x 5 3 x 2 3
Jawab: Kita gunakan rumus
a b x c b x d b = (a x c x d) (b x b x b) = (a x c x d x b) b
3 3 x 5 3 x 2 3 = (3 x 5 x 2 x 3) 3 = 90 3
 
Demikianlah artikel tentang definisi bentuk akar, rumus atau notasi bentuk akar, operasi penjumlahan, pengurangan dan perkalian bentuk akar serta contoh soal dan pembahasannya. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Share This:
Pardomuan SitanggangPardomuan Sitanggang

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT