21 Juli 2019
  • 4:42 pm Dokumen 1 20172018
  • 4:35 pm Diklat SKP PKB KTI 2016
  • 4:25 pm Contoh RKS Sekolah
  • 4:17 pm Sistem Penilaian Akreditasi Sekolah dan Madrasah
  • 4:02 pm Perangkat Bahasa Indonesia dan Kelengkapan guru lainnya

Ritual sekolah yang sering dilaksanakan jelang akhir tahun ajaran adalah Bedah SKL. Ya Bedah SKL. SKL singkatan dari Standar Kompetensi Lulusan. Kegiatan ini seringkali diadakan oleh sekolah, MGMP, ataupun oleh Dinas Pendidikan. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal kepada para guru mata pelajaran ujian nasional agar bisa mempersiapkan diri lebih baik. Persiapan diri lebih baik ini berkaitan dengan penyiapan anak didiknya agar bisa mendapatkan nilai maksimal (sempurna).

Pertanyannya, apakah benar yang mereka lakukan itu Bedah SKL?

Dalam Bedah SKL yang dilakukan para guru adalah membedah Kisi-kisi ujian nasional sebagaimana dikeluarkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Karena yang dilakukan adalah membedah kisi-kisi ujian nasional maka lebih tepat bila disebut Bedah Kisi-kisi Ujian Nasional bukan Bedah SKL.

Lalu, apakah SKL itu?

SKL (Standar Kompetensi Lulusan) adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. SKL digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. SKL terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Jadi SKL sangat berbeda dengan kisi-kisi. Dan ketika para guru melakukan analisis pada kisi-kisi ujian nasional mempunyai makna yang berbeda jauh dengan apa yang dimaksudkan sebagai Bedah SKL.

Apakah Kisi-kisi Ujian Nasional itu?

Setiap tahun menjelang pelaksanaaan ujian nasional BSNP selalu mengeluarkan peraturan yang berisi kisi-kisi ujian nasional. Kisi-kisi ini berisi lingkup materi yang diujikan untuk empat mata pelajaran (di tingkat SMP).

Dalam mata pelajaran bahasa Inggris, misalnya, kisi-kisi berisi lingkup materi yang terdiri dari fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan. Di masing-masing lingkup materi itulah para guru diberi kesempatan untuk melakukan analisis dan review sehingga bisa mempersiapkan diri demi hasil ujian nasional yang lebih baik. Dalam hal ini para guru tersebut melakukan Bedah Kisi-kisi Ujian Nasional. Tetapi mengapa mereka sering menyebutnya dengan Bedah SKL? Bila kita tahu ada yang salah dengan penyebutan itu maka lebih baik kita menggunakan istilah yang benar, yaitu Bedah Kisi-kisi Ujian Nasional.

Dan, apakah Kelulusan Kelulusan itu?

Alih-alih menggunakan Kriteria Kelulusan, seringkali kita mendengar istilah Standar Kelulusan. Istilah ini digunakan untuk menyebut berbagai persyaratan yang harus dilampaui siswa bila ingin lulus dari satuan pendidikan. Tentu saja istilah menjadi rancu dengan Kriteria Kelulusan. Apabila guru menyebut syarat-syarat tertentu dimana anak bisa lulus maka yang lebih tepat dipakai adalah Kriteria Kelulusan bukan Standar Kelulusan.

Di dalam kurikulum kita tidak dikenal istilah standar kelulusan. Yang ada adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dan bedah SKL tidak sama dengan bedah kisi-kisi ujian nasional.

Karena antara SKL, Kisi-kisi UN, dan Kriteria Kelulusan itu berbeda baik secara substansi maupun fungsionalnya maka sebagai guru kita harus tepat dalam menggunakannya.

sumber : http://murman.gurusiana.id

Bedah SKL IPA thn ajaran 2017/2018

Share This:
Pardomuan SitanggangPardomuan Sitanggang

Tes

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT