Mengasihi orang tua, sebesar apakah?

EFESUS 6:1-3

TUJUAN: REMAJA DAPAT MENGEMBANGKAN KASIH YANG TEPAT DALAM HUBUNGAN ORANG TUA ANAK

“Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang gala”.  Pernah  mendengar peribahasa ini? Adakah di antara saudara-saudari yang masih ingat artinya? Peribahasa ini menunjukkan perbandingan, jalan itu panjang, gala itu pendek (gala adalah bamboo  yang biasa dipakai untuk tiang bendera atau untuk memetik buah di pohon). Banyaknya kasih yang diberikan orangtua pada anaknya disetarakan dengan jalan yang panjang entah dimana ujungnya, sementara kasih anak seperti gala, yang begitu pendek dan terbatas.

Ada 1 keluarga yang memiliki 7 anak.  Ke-7 anak itu semuanya disekolahkan di sekolah yang baik dan mahal, di beri uang jajan yang cukup, diajak rekreasi ke mana-mana, pokoknya berbagai hal dikorbankan orang tua mereka untuk membuat ke-7 anaknya berhasil. Tetapi sayang sekali, 3 di antaranya tidak menghargai pengorbanan ortu yang kerja keras membayar biaya sekolah mereka, mereka menyalah gunakan uang spp, dan ikut-ikutan rombongan anak-anak nakal hingga putus sekolah, bahkan keluar masuk kantor polisi hingga uang ortunya habis dan jatuh miskin. Sisanya? 4 lagi menjadi orang yang lumayan berkecukupan secara ekonomi, tapi tetap sayang, hanya satu yang menunjukkan kasih dan perhatiannya pada ortu mereka.  Hanya satu yang mau memberi rumah ke ortu, memberi uang bulanan, menjaga ortu yang sakit, dsb.  Dan ironisnya yang satu ini justru bukan yang terkaya, melainkan yang sekalipun cukup,namun nilai kekayaannya paling rendah diantara 4 yang berhasil tadi.

Orang tua (baik ayah maupun ibu) cenderung mencurahkan kasihnya yang begitu banyak dan besar pada anaknya, mereka mengasihi anak tanpa syarat, dan pengorbanannya pada anak sejak anak itu lahir tidak terhitung.

Sebaliknya, anak-anak sendiri, seringkali sangat membatasi kasihnya pada orang tua, jarang sekali ada anak yang mau berkorban bagi orangtuanya. Anak sering hitung-hitungan dalam memberi kasih pada orang tua.             –           Mungkin itu sebabnya pengurus remaja membuat tema: “Terlalu sedikit atau terlalu banyak kasih” – dalam rangka membicarakan bagaimana kita patut mengasihi orang tua dengan tepat.

Kalau orang duniawi saja bisa menyindir dan menegor anak-anak yang kurang mengasihi ortu dengan peribahasa Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang gala , Alkitab memberikan nasihat yang jauh lebih dalam dari itu, tak hanya menyindir dan menegor, tapi juga membimbing kita bagaimana cara mengasihi orang tua dengan benar dan berkenan pada Tuhan.

Ukuran Kasih pada Orang Tua

Sebelum bicara tentang bagaimana, saya ingin lebih dahulu mengajak kita merenungkan, sebagai pengikut Kristus, seberapa besar  kasih yang patut kita berikan pada orang tua.

Matius 22:37-39

Mat 22:37  Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Mat 22:38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Mat 22:39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tuhan adalah yang utama dan nomor satu.  Tak  ada satu kasih pun yang boleh melebihi kasih kita terhadap Tuhan.  Termasuk kasih kita terhadap diri sendiri dan orang lain, dan kasih kepada orang tua, tidak boleh lebih besar dari kasih terhadap Tuhan.

Lalu, yang kedua adalah kasih terhadap diri sendiri dan sesama kita harus setara dan seimbang.  Orang lain termasuk orangtua kita sendiri. Kita sebenarnya tahu bagaimana kita ingin dikasihi, sebagaimana kita ingin dikasihi, demikianlah kita patut mengasihi orang tua. Sebagai contoh: Siapa di sini yang ingin hidup kelaparan (bukan diet)?  Untuk tidak kelaparan, kita berjuang bekerja dan menyiapkan makanan (minimal membeli makanan).  Ini disebut mengasihi diri sendiri.  Saya pernah menemukan ada yang remaja yang saking malasnya, ketika berada di kost, tidak ada makanan, dia tidak berusaha apa-apa. Sudah diberi uang saku, tapi untuk keluar energy ke warung membeli makananpun ga mau, dia buka kulkas, yang ada hanya buah apel 7 biji, wah pas katanya untuk 7 hari.  Akibatnya sakit lambung. Ini orang yang tidak normal dan tidak mengasihi dirinya sendiri. Orang yang normal akan mengasihi dirinya dan berusaha menjaga dirinya dari kelaparan.  Sebagaimana kita tidak mau kelaparan, maka kita juga patut tidak membiarkan orang tua kita kelaparan. Kasih yang setara antara terhadap diri sendiri dan ortu. Kasihi orangtuamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.

Wujud Kasih pada Orangtua:

Eph 6:1  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

Eph 6:2  Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

 

Efesus 6 yang baru kita baca adalah satu bagian dengan pasal 5 yang juga bicara soal hubungan dalam keluarga. Dari dua pasal ini kita dapat menemukan bahwa Kasih itu  unik! Satu kata kasih memiliki cara penerapan sendiri pada masing-masing anggota keluarga.  Tuhan.  Selintas kita lihat : kasih suami pada istri diterapkan dengan mencintai, merawat (dalam arti memenuhi kebutuhan istri), dan melindungi, kasih istri pada suami diterapkan dengan menghormati suami, kasih orang tua terhadap anak dengan mendidik dan membesarkan anak-anaknya, kasih anak pada orang tua adalah dengan menghormati mereka.

Mengapa harus menghormati orang tua? Orang tua adalah wakil Tuhan di bumi.  Ketika manusia lahir di dunia, sebagai bayi, ia tidak tahu  tentang Tuhan dan kasih Tuhan, yang ia tahu adalah kehadiran orang tuanya, yang mencintainya dengan memeluknya, memberi dia susu untuk makanannya.  Orang tua mendapat otoritas dari Tuhan untuk memelihara, mendidik, dan mencukupi kebutuhan anak-anak yang dititipkan Tuhan pada mereka.  Orang tua kita adalah cerminan Tuhan yang pertama kali dikenal oleh setiap umat manusia. Mereka adalah wakil Tuhan.  Sikap hormat kita pada orangtua adalah tanda/bukti awal kita menghormati Tuhan.  Seseorang tidak mungkin mencintai dan menghormati Tuhan yang tidak kelihatan, sementara wakil Tuhan yang kasat mata saja, yang jelas-jelas sudah berjasa melahirkan, merawat, dan mendidiknya,  tidak dia hormati.

Langkah-langkah Menghormati Ortu:

  1. Taati orangtuamu (Efesus 6:1-3)
  • Taati kedua orang-tuamu, bukan salah satunya saja.  Anak-anak sering mengeluh ortu-nya pilih kasih, padahal realitanya ada juga anak-anak yang “pilih” kasih dan memilih-milih pada orang tua yang mana mereka taat.  Firman Tuhan jelas mengatakan taati ayah dan ibumu.
  • Belajarlah untuk tulus dan hindari sikap adu domba.  Bila kamu minta ijin pada salah satu ortu-mu dan tidak diberikan ijin, belajarlah untuk taat dan jangan mengadu-domba orangtuamu.
  • Bagaimana jika ortu yang melanggar Firman Tuhan? Ef 6:1 menyatakan “taatilah orangtuamu di dalam Tuhan”.  Artinya jika harus diperhadapkan pada perintah yang bertentangan dengan Firman Tuhan, kita tetap harus memilih untuk taat pada Tuhan, TETAPI itu tidak berarti kita bersikap kurang ajar pada orangtua kita. Apapun situasinya anak patut menghormati ke-2 orang tuanya tanpa pilih-pilih.
  • Ilustrasi: seorang anak remaja memiliki ibu seorang penjudi.  Sejak kecil ia terbiasa disuruh-suruh untuk pergi ke tempat tertentu membeli perangkat judi agar tidak dicurigai pihak yang berwajib.  Ketia ia beranjak ke remaja ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya, ia bertumbuh dan mulai kenal kebenaran, dan ia mulai tahu bahwa apa yang dilakukan ibunya itu tidak dosa (karena merupakan kecanduan judi) dan melanggar hukum juga. Suatu hari ibunya kembali meminta ia pergi membelikan perangkat judi itu, dan kali ini dia menolak dengan kalimat dan nada yang sopan. Ibunya kaget dan langsung membentak dan berkata “kamu sudah berani kurang aja dan tidak taat sama mama ya”.  Anak itu gentar, tapi tetap dengan hormat dia menjawab “mama, aku menghormati mama. Tapi maaf, untuk yang satu ini saya tidak bisa karena dosa dan melanggar hukum. Tapi kalo Mama minta aku belanja, antar mama ke dokter, bahkan sampai malam-malam cari obat ke apotek, semua aku lakukan.” Mamanya tetap mengomel, tapi anak itu tidak bersalah dalam sikap menghormati orang tuanya.
  • Kesimpulan: kita bisa saja tidak menuruti perintah yang melanggar Firman Tuhan dan hukum, tapi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menghormati orang tua. Tapi ingat, pada umumnya perintah orangtua itu wajar dan tidak salah, kasus di atas sangat jarang.  Taati orang tuamu.
  1. Minta dan hargai petunjuk orangtuamu

Amsal 1:7  Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 1:8 “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayamu,dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.”

Salah satu wujud kasih dan hormat adalah memperhatikan nasihat dan petunjuk orang tua. Sebagai orang yang pernah melewati masa remaja, saya ingat bahwa remaja seringkali merasa lebih pintar dari orang tuanya, lebih modern, lebih gaul, dan hi-tech, gak gaptek, bener sih….tapi..Tanpa sadar banyak remaja yang meremehkan nasihat ortu-nya dan berpikir bahwa  analisa dan keputusan mereka itu pasti benar tanpa harus mencari nasihat ortu ataupun, kalau sudah dinasihati, tidak mau menuruti nasihat itu.

Sdr, setinggi apapun tingkat pendidikan seorang anak  dan secanggih apapun dirinya dibandingkan orang tuanya,  tetap tidak bisa mengalahkan orang tua dalam hal pengalamannya.  Dan yang lebih penting dari itu ialah, orang tua wakil Tuhan untuk memberikan bimbingan dan petunjuk bagi anak-anak mereka.

hukum ke 5 dalam 10 hukum berkata kita harus menghormati orang tua supaya lanjut umur kita di bumi.  Hal ini berkaitan dengan mendengarkan dan mengikuti nasihat orang tua yang mencegah dari marabahaya dan jerat maut. Orang tua seringkali memiliki kepekaan lebih tajam tentang bahaya.  Jika sebuah nasihat tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, maka mengikutinya akan mendatangkan kebaikan bagi kita.    Saya ingat sejak kecil kami diajarkan untuk menabung.  Sampai SMA saya masih menuruti nasihat itu.  Siapa sangka tepat pada saat saya hendak masuk kuliah, orangtua saya tidak dapat membiayai saya sama sekali, dengan tabungan saya ditambah bantuan tambahan dari kakak saya untuk menutupi sedikit lagi kekurangan uang masuk kuliah, saya bisa kuliah.  Tentu sambil bekerja sambil kuliah, hingga lulus.  Mendengarkan nasihat orang tua menyelamatkan masa depan kita.

Menghormati orang tua berarti mendengarkan dan menghargai nasihat mereka.

  1. Menolong orangtua dan lakukan tanggung jawab sebagai anak.

Wujud lain dalam mencintai dan menghormati ortu adlah dengan menolong meringankan beban orang tua sesuai kapasitas kita.

Tuhan Yesus memberikan teladan yang sangat baik dalam hal menolong meringankan beban orang tua-Nya di bumi.  Di usia 12 tahun, hikmat dan pemahaman Tuhan Yesus akan Firman Tuhan sudah sangat menonjol.  Namun Dia masih menunggu hingga usia 30 tahun baru terjun sepenuhnya melayani khalayak ramai.  Karena Dia terlebih dahulu melayani keluarga yang membesarkanNya.  Yusuf, suami Maria, mati di usia yang masih muda, dan Tuhan Yesus bekerja sebagai tukang kayu untuk mencukupi kebutuhan ibu dan anak-anak ibunya yang lahir sesudah Tuhan Yesus.  Adik sekandungNya.  Tuhan Yesus menjalankan peranNya secara sempurna sebagai anak yang teladan.

Di usiamu saat ini, yang dapat kamu lakukan adalah membantu orang tuamu, dengan mengambil bagian tanggung jawab dalam keluarga sesuai kemampuanmu.  Sebagai contoh: di keluarga kami ada 4 bersaudara. 3 perempuan dan 1 laki-laki. Masing-masing kami, oleh orang tua kami diserahkan tanggung jawab, ada yang cuci piring siang, cuci piring malam, menyapu sore hari, mengunci pintu rumah di malam hari, selain membersihkan tempat tidur masing-masing.  Dengan melakukan hal ini saja, beban orang tua sudah cukup diringankan, dan hati mereka senang dan bangga, sekalipun tidak terucap di bibir mereka setiap saat.

Membantu urusan rumah tangga bukan hanya meringankan beban orang tua, tapi juga melatih  mental dan keterampilan hidup kita.  Contoh: berapa banyak di antara kita yang tahu bagaimana menjahit pakaian yang robek, atau memendekkan celana yang kepanjangan tuntas dengan jahitannya?   Membantu orang tua dalam urusan rumah tangga mempersiapkan kita untuk menjadi orang yang tangguh di masa depan.

Membantu orang tua juga dapat dilakukan dengan mengirimkan mereka uang saat kita sudah bekerja nanti.  Jangan lupakan mereka.  Mungkin uangmu tidak seberapa, tapi sukacita yang mereka rasakan sebagai orang tua itu berlipat-lipat ganda, karena mereka merasa dikasihi dan dihormati.

  1. Pelihara orangtuamu di masa tua / masa lemah mereka.

Yoh 19:27 – ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihi-Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya “ibu, inilah anakmu” kemudian katanya kepada muridNya: “inilah ibumu” sejak itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Adalah tanggung jawab seorang anak untuk merawat orangtuanya di masa tua mereka, atau kalau mereka belum tua tapi lemah tak berdaya karena sakit.  Tuhan Yesus menitipkan ibunya kepada murid termuda-nya yaitu Yohanes, yang ditetapkan oleh Tuhan untuk menjadi yang paling panjang umurnya di antara semua murid.  Tuhan Yesus tidak membiarkan ibunya seorang diri memasuki masa tuanya, sekalipun Ia sendiri harus mati demi menebus dosa manusia.

Merawat orang tua di masa tua mereka adalah langkah nyata menghormati orang tua.

Di Singapore, ada seorang konglomerat yang pada saat memasuki masa pensiunnya, memberikan warisannya kepada anak dan mantunya.  Karena dipikirnya ia sudah tua, dan tidak perlu apa-apa selain istirahat dengan tenang di rumah, maka ia memindahkan seluruh hartanya secara tertulis, sah, atas nama anaknya.  Siapa sangka, suatu ketika anaknya mengusir sang ayah yang sudah tua keluar dari rumah.  Maka sang ayah hidup sebagai gelandangan di pinggir jalan kota Singapore. Sampai suatu kali, ada seorang pria, mantan rekan bisnis mengenali pria tua itu, dan melaporkan kejadian itu kepada perdana menteri Singapore. Perdana menteri tersebut sangat marah mendengar ada kejadian tersebut, maka atas perintahnya, seluruh surat pemindahan harta itu dibatalkan, dan bapak tua itu dikembalikan ke rumahnya. Perdana menteri sampai mengeluarkan peraturan dilarang menyerahkan harta pada anak sebelum pemberi warisan benar-benar mati. Saya tidak terlalu ingat apa hukuman yang diberikan kepada anak yang mengusir ortunya tersebut.  Tapi anak tersebut, yang menelantarkan orangtuanya, benar-benar bersikap tidak menghormati ortu.

Mungkin tidak semua peristiwa menelantarkan ortu seperti cerita tadi.  Tapi berapa banyak anak yang benar-benar mau memelihara ortu-nya ketika mereka sakit? Ketika mereka renta? Penghormatan terakhir kita bukan pada saat orang tua kita berada di peti mati.  Penghormatan terakhir kita adalah pada saat mereka masih hidup, tidak berdaya, namun bisa merasakan kita berjuang merawat mereka, mengasihi mereka.

Jadi 4 langkah ini yang patut kita jalankan untuk menunjukkan kasih hormat kita pada orang tua kita.

  1. Taat
  2. Menerima petunjuk ortu
  3. Membantu ortu dan melakukan tanggung jawab
  4. Memelihara ortu saat mereka tua atau lemah

Kesulitan untuk menghormati ortu karena pernah terluka, dikecewakan? Dalam hubungan ortu anak pasti ada gesekan.  Hubungan semanis apa pun dalam keluarga pasti pernah terjadi saling mengecewakan bahkan saling melukai. Dan harus diakui ada yang cukup parah kerusakan hubungannya dengan ortu.  Namun kamu bisa kembali mulai dari awal untuk mengasihi dan menghormati ortu, dengan cara mulai dari mengampuni ortumu. Ampuni ayahmu jika ia pernah melukai hati. Ampuni ibumu jika ia tidak seperti harapanmu.  Ketahuilah tidak ada orang tua yang sempurna.

Dengan pengampunan, kamu seperti membuang sampah dari kapal hidupmu.  Sampah itu, jika tidak dibuang, makin hari makin menumpuk memberatkan beban kapalmu hingga batas akhir dan hendak tenggelam. Semakin menunda membuang sampah, semakin besar kemungkinan tenggelam.

DOKUMEN AT HOME 2013

SUMBER

Mengasihi orang tua, sebesar apakah?

Share This:

Berkat untuk Memberkati

Amos 8:4-8

Kitab Amos masuk dalam kitab nabi-nabi kecil. Kekhasan dari kitab ini adalah teguran atau nubuat kenabian kepada umat Israel disampaikan secara blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Vulgar, mungkin demikian kita berpendapat. Namun toh se-vulgar apapun kitab Amos sejatinya memberikan penekanan kepada pembaca untuk kembali memperhatikan perjanjian antara umat pilihan (Israel) dengan Tuhan Allah. Disinilah terlihat bahwa konteks kitab Amos ini ditulis karena banyaknya umat pilihan yang sudah mulai tidak setia dengan perjanjian antara Allah dengan umatnya. Ketidaksetiaan itu ditandai oleh berbagai tindak amoral dan bahkan ketidakadilan dan kekejaman saja yang dilakukan oleh umat pilihan. Kondisi kemerosotan moral itu terjadi justru disaat Israel sedang mengalami kemakmuran ekonomis. Bangsa yang selama ini menderita kekurangan justru kini sedang mengalami kejayaan secara ekonomis. Namun toh, kejayaan ekonomi itu justru memerosotkan moral dan iman umatnya.

Pasal 8: 4-8 juga menampakkan sikap amoral dan kelicikan umat pilihan Allah tersebut. Secara khusus perikop ini dialamatkan bagi orang-orang lalim yang dengan kejamnya menginjak-injak orang miskin dan yang membinasakan orang sengsara (ay 4). Dengan melihat tujuan dari nubuatan tersebut maka kita patut terlebih dahulu mengerti bahwa kemerosotan kwalitas hidup umat pilihan Allah tersebut salah satunya ditandai dengan sikap biadab yang menindas orang miskin dan bahkan membinasakan orang yang sengsara kehidupannya.

Orang miskin adalah kaum lemah dan tidak berdaya. Sementara diantara orang miskin yang demikian tersebut juga ada yang dikategorikan sebagai orang lemah. Disini nampak bahwa selain orang miskin yang jelas hidupnya sengsara, masih ada yang lebih sengsara lagi yaitu yang dalam ayat 7 disebut sebagai orang sengsara. Baik orang miskin maupun orang sengsara tidak memiliki kekuatan untuk menolong dirinya sehingga seharusnya orang lain menolongnya. Namun rupanya umat Israel justru memanfaatkan kelompok orang lemah ini dan justru ditindas dan dibinasakan. Itulah salah satu bukti bahwa umat Israel yang menjadi umat pilihan Allah dimana Tuhan Allah mengutus mereka untuk menegakkan keadilan dan kebenaran justru tidak mampu memenuhi tanggungjawab tersebut. Mereka justru menindas dengan prilaku curang (mengecilkan efa membesarkan syikal – ayat 5) dan bahkan dengan neraca palsu. Kejahatan yang disusun tersebut pasti akan menjadikan orang miskin semakin lemah dan tidak berdaya yang pada akhirnya pasti akan menjual hidupnya (bahkan dirinya) untuk dapat hidup.

Penindasan yang dengan terang-terangan dilakukan oleh umat Israel adalah penindasan ekonomi dengan system dagang yang kejam. Bagaimana tidak kejam disaat orang miskin dan lemah kesulitan mencari pemenuhan kebutuhan pangan, maka orang-orang Israel yang memiliki bahan pangan justru berprilaku curang dalam menjual bahan pangan tersebut. Gandum dan terigu dijual dengan takaran yang curang supaya jikalau ada orang miskin yang membeli uangnya tidak cukup dan bahkan untuk mencukupi kebutuhan pangannya tersebut orang miskin menjual dirinya menjadi budak pedagang tersebut.

Amarah dan murka Tuhan atas perilaku jahat itulah yang menjadikan Allah tidak akan melupakan perbuatan kejam tersebut. Dan luapan kemarahan Tuhan tersebut dilandasi sumpah demi kebanggan Yakub yaitu bangsa Israel sebagai keturunan Yakub. Kemarahan Tuhan inilah yang boleh juga diartikan ancaman penghukuman kepada umat Israel. Bencana besar dan kehancuran adalah penghukuman Tuhan kepada umat Israel jikalau mereka tidak segera bertobat dari perbuatan jahatnya tersebut.

 

1 Timotius 2:1-7

Surat Paulus ini dialamatkan kepada individu tertentu yaitu Timotius. Sebagai murid rohani Paulus, Timotius menaruh hormat dan taat kepada gurunya tersebut. Bahkan Paulus juga memberikan petunjuk dan arah dari kehidupan pribadi Timotius sebagaimana dalam perikop kita hari ini. Perikop kita ini merupakan nasehat dan pengajaran Paulus. Inti pengajaran tersebut adalah supaya Timotius selalu mengusahakan kedamaian dan ketentraman dalam berhubungan dengan semua orang. Dasar dari nasehat tersebut adalah pemahaman dasar bahwa Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh kebenaran  (ayat 3-4). Tentunya paham dasar ini memberikan penegasan kembali akan posisi Allah sebagai Allah yang universal yaitu Allah dari semua ciptaan termasuk mereka yang belum mengenal Allah sekalipun. Dengan penekanan akan ke-universalan Allah maka sejatinya Paulus menegaskan kembali akan keesaan Allah dan Yesus Kristus.

Wujud nyata dari usaha hidup berdamai dengan semua orang adalah dengan selalu mendoakan semua orang. Paulus menasehati supaya Timotius selalu berdoa bagi para pemimpin baik pemimpin politik maupun pemimpin agama. Dalam ayat 2, Paulus meminta Timotius untuk selalu mendoakan raja-raja (pemimpin politik) yang memerintah negerinya dan juga para pembesar yaitu orang-orang penting yang ikut mengendalikan kehidupan masyarakat. Didoakan bagaimana ? Tentu saja didoakan supaya dalam memimpin dan membuat kebijakan yang membawa masyarakat dalam ketentraman dan ketenangan. Terkesan hal ini biasa, tetapi senyatanya hal biasa itu adalah juga merupakan pengungkapan iman Kristen  yaitu iman yang menyatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus semua orang termasuk para pemimpin dan pembesar-pembesar. Jadi doa kepada para pemimpin negeri juga berarti bahwa kita telah menjadi saksi atas karya penebusan Tuhan Yesus bagi seluruh bangsa.

 

Lukas 16:1-13

Harus saya akui bahwa perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur dalam Lukas 16: 1 – 9 adalah perumpamaan yang sulit saya pahami dan menimbulkan berbagai pertanyaan-pertanyaan dalam hati saya. Bagaimana tidak, perumpaan ini disampaikan dalam konteks sosial-ekonomi orang Yahudi yang sangat serius berpegang kepada aturan-aturan. Namanya aturan, jika itu dilanggar pasti resikonya adalah hukuman. Namun dalam perumpaan ini justru aturan-aturan sering dilanggar dan malah seolah itu dibenarkan. Karena itulah sebelum sampai kepada perikop ini kita harus mau belajar tentang latar belakang pikiran Yahudi supaya perikop ini bisa berbicara kepada kita.

  1. Peraturan ekonomi bangsa Yahudi yang pertama adalah: Dilarang memungut riba. Dalam Kitab Kel 22:25 (lihat juga Im 25:36; Ul 15:8; 23:19), Allah mengajarkan tanggung jawab sosial dan pelarangan uang riba kepada umat-Nya. Implikasi dari peraturan ini adalah setiap orang yang memungut riba harus dianggap sebagai perampok. Kosekwensi logisnya adalah dia harus dihukum sebagai seorang perampok.
  2. Namun toh pelarangan pemungutan riba tersebut masih saja disiasati yaitu jika seorang yang kaya-raya pasti akan mengangkat bendahara yang dipercaya mengelola uangnya tersebut dengan maksud uang tersebut dapat dikembangkan. Bendahara diberi keleluasaan untuk mengembangkan uang juragan kaya tersebut. Jika ketahuan bahwa uang tersebut sudah dikembangkan maka yang ditangkap dan wajib menerima hukuman bukanlah juragan yang kaya tersebut tetapi justru bendaharanya. Karena itulah bendahara dalam praktek mengambil riba memiliki perjanjian dengan peminjam (nasabah) yaitu memberikan pinjaman uang ditambah bungan dalam satu jumlah. Misal, peminjam meminjam uang 100 dengan bungan 10 maka dalam surat perjanjian peminjaman dituliskan bahwa jumlah pinjaman yang dipinjam nasabah sebesar 110. Toh jika masih ketangkap hal tersebut sebagai pemungutan riba maka bendahara itu saja yang dihukum bukan pemilik uangnya.
  3. Seorang bendahara diberi posisi kepercayaan. Dia mengontrol aset-aset tuannya dan dianggap sebagai anggota keluarganya. Dia mewakili tuannya dan diberi otoritas penuh untuk bekerjasama dengan para nasabah/peminjam jika dilihatnya sesuai. Nasabah harus patuh kepada ketentuan bendahara. Di sisi lain, jikalau bendahara menampakkan ketidakmampuannya atau tidak dapat dipercaya maka tuannya akan meminta dia memberikan perhitungan dan sesudah itu dapat dipecat dengan tanpa harta bahkan tidak akan pernah ada orang lain yang mau menerimanya lagi.

Rupanya Tuhan Yesus membuat ceritera perumpamaan dalam Lukas 16: 1- 13 dari sebuah kisah nyata yang mungkin saja terjadi ditengah kehidupan para pendengarnya saat itu. Ketika ada seorang yang kaya dan mengangkat bendahara untuk dipercaya mengelola keuangannya maka pengangkatan bendahara itu bukan hanya sekadar mengangkat asisten tetapi kemungkinannya adalah bahwa bendahara itu diberi tugas dan tanggungjawab untuk mengembangkan uang tuan tersebut. Harapan uangnya dapat berkembang rupanya tidak didapati pada bendaharanya ini karena bendahara tersebut menghambur-hamburkan uang tuannya tersebut (ayat 1-3). Mendengar tuduhan tersebut jelas bendahara tersebut tau resikonya, dia pasti dipecat dan tanpa mendapatkan apapun bahkan tidak akan pernah ada orang yang mau menolongnya lagi.

Terdesak oleh masalah besar yang siap menimpa dirinya, maka bedahara itu mencari cara menyelamatkan dirinya. Semua orang yang berhutang kepada tuannya melalui bendahara itu dipanggil dan semua hutang dipotongnya. Tentu ini menggembirakan bagi si pemilik utang karena mendapatkan diskon besar. Tetapi mengapa tuan pemilik uang itu juga ikut gembira ? Bukankah dengan memberi potongan utang tuan itu mengalami kerugian ? Rupanya utang yang pertama sebelum dipotong tersebut sudah termasuk riba atau bunganya juga. Sikap bendahara tersebut dinilai cerdik karena bagi tuan pemilik uang tidak mengalami kerugian tetapi bagi pemilik utang merasakan keringanan. Itulah rupanya yang disebut dengan cerdik karena bendahara tersebut aman dalam dua posisi yaitu seandainya dipecat jelas banyak orang yang menerimanya karena kebaikannya dengan memberikan potongan utang dan sekaligus aman karena tuannya juga tidak dirugikan.

Namun kini tersisa pertanyaan reflektif terkait dengan apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dalam ayat 9 ? “Ikatlah persabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Selama ini bukankah Tuhan Yesus selalu diposisikan berlawanan dengan Mamon. Mamon selalu menjadi represntasi kejahatan, ketamakan dan kerakusan dan harta duniawi. Lalu mengapa dalam ayat 9 ini justru Tuhan Yesus menyetujui persahabatan dengan Mamon tersebut ?

Rupanya, inilah pesan yang justru ingin disampaikan oleh Tuhan Yesus tentang perumpamaan ini. Pesan yang ingin ditonjolkan bukan pada mengikat persahabatan dengan Mamonnya tetapi justru pesan yang ditonjolkan adalah cara mempergunakan “mamon” tersebut. Jikalau kekayaan duniawi selama ini dipandang sebagai Mamon maka Tuhan Yesus ingin mengingatkan kembali bahwa kekayaan duniawi itu harus dipergunakan untuk kekayaan sorgawi yaitu kemah abadi. Boleh kita mencari kekayaan di dunia tetapi bukan kekayaan itu tujuan hidup kita tetapi kekayaan itu justru harus menjadi alat/ sarana mencapai kemah abadi. Dengan demikian prilaku kita bukan menyembah kekayaan tetapi bersikap baik kepada orang lain dengan bersedia berbagi sebagai usaha kita untuk mencapai kemah abadi. Ini berarti bahwa bersekutu dengan Tuhan dalam kehidupan abadi yang menjadi tujuan kehidupan kita.

BENANG MERAH ANTAR BACAAN

Setiap umat Tuhan adalah orang yang terberkati. Berkat memiliki dua sisi yang sama tajamnya, yaitu: satu sisi bisa dipergunakan untuk menolong orang yang lemah, tetapi di sisi lain bisa dipergunakan menindas (membunuh) orang yang lemah. Sesungguhnya, masalah utama bukan pada berkatnya tetapi pada cara manusia mengelola atau mempergunakan berkat tersebut. Kerja adalah tanggungjawab dalam mencari dan mengelola berkat. Dengan bekerja kita mendapat berkat dan dengan berkat kita diundang memberkati orang lain.

 

RANCANGAN KHOTBAH: Bahasa Indonesia

(Hanya Sebuah Rancangan…sangat mungkin dikembangkan sendiri sesuai konteks jemaat)

 

Pengantar

Majalah Forbes pada bulan Desember 2015 yang lalu merilis nama 50 orang terkaya di Indonesia. Harta yang dimiliki oleh orang terkaya di Indonesia (peringkat pertama) adalah sejumlah Rp. 210,98 Triliun atau 15,4 Miliar Dolar USA (dengan kurs Rp.13.700 di bulan Desember 2015). Wow…jumlah yang fantastis tentunya. Mari kita berandai-andai sekarang. Seumpama anda menjadi orang terkaya di Indonesia seperti yang dirilis majalah Forbes tersebut bagaimana perasaan anda? (biarkan warga jemaat menjawab). Apa yang akan anda lakukan dengan kekayaan tersebut? (biarkan warga jemaat menjawab)

Ah, rasanya kok sensitive jikalau bicara kekayaan di gereja. Mungkin sebagian dari kita juga merasa risih atau malah anti-pati membicarakan kekayaan di gereja. Jelaslah karena kita berfikir bahwa gereja itu tidak mengurusi harta kekayaan karena harta kekayaan itu masalah duniawi. Gereja itu mengurus masalah-masalah sorgawi karena itu tabu, malah mungkin haram bicara kekayaan di gereja. Mungkin juga ada sebagian yang mbatin, ya gereja memang harus bicara tentang harta kekayaan supaya dapat terus hidup di tengah-tengah dunia ini.

Tentu bukan bermaksud menyalahkan atau membenarkan salah satu pendapat, tetapi marilah sejenak merenungkan bukankah gereja itu juga masih tinggal di dunia walaupun memang tidak berasal dari dunia. Gereja saat ini dalam memandang harta kekayaan selalu ada di antara dua kutub. Ada sebagian gereja yang menekankan “teologi kemiskinan” dimana memandang harta kekayaan itu buruk karena harta kekayaan itu awal dari dosa dan karena itulah harta kekayaan itu haruslah dihindari malah dimusuhi. Jangankan mencari kekayaan, melihat kekayaan saja dianggap berdosa. Di sisi lain ada sebagian gereja yang menekankan “teologi kemakmuran/teologi sukses” yang menjadikan kekayaan itu sebagai ukuran iman. Iman seseorang dapat dilihat dari kekayaan yang dimilikinya dan jika ada orang miskin maka dipandang kurang imannya. Lalu bagaimana dengan GKJW memandang harta kekayaan? Ah, mungkin kita bisa saja menganut kedua-duanya secara bersamaan tetapi mungkin juga kita bisa merumuskan sendiri teologi baru yaitu “teologi kemisinan” dimana prinsipnya adalah setiap orang yang dengan tulus dan hidup benar di hadapan Tuhan pasti Tuhan malu melihat kita tetap miskin. Karena itu, pastilah setiap orang yang hidup benar di hadapan Tuhan pasti diberikan berkat kekayaan. Jadi yang menjadi ukuran bukanlah kekayaannya tetapi sikap hidup di hadapan Tuhan. Ah, itupun juga masih kabur rasanya….

 

Inti Pesan

Bacaan Injil kita hari ini juga tidak jauh-jauh berbicara tentang harta kekayaan. Tuhan Yesus mengajar para murid dengan perumpamaan. Karena perumpamaan, peristiwa dalam ceritera itu tidak benar-benar terjadi tetapi sangat mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Kisah tentang bendahara dan tuan dalam perumpamaan ini juga bicara banyak tentang kekayaan. Tuan adalah sang pemilik kekayaan. Karena itu dalam ayat 1 disebutkan seorang kaya dan bendahara adalah orang kepercayaan tuan tersebut karena diberi wewenang mengelola kekayaannya. Hubungan yang mengikat keduanya adalah kepercayaan dimana tuan menaruh kepercayaan kepada bendahara tersebut sehingga mempercayakan kekayaannya. Bendahara adalah orang yang dipercaya karena mampu mengelola kekayaan tuannya tersebut.

Ketika ikatan hubungan tersebut hancur yaitu sudah tidak ada lagi, kepercayaan di antara keduanya maka hubungan itu pasti putus bahkan hancur. Itulah yang terjadi dalam perumpamaan tersebut. Si tuan tidak percaya lagi kepada bendaharanya karena dianggap menghamburkan kekayaan tuannya. Dan saat hubungan mereka hancur maka tuan meminta pertanggungjawaban dari si bendahara. Hal ini menegaskan kembali bahwa hubungan antara orang kaya dengan bendahara tersebut hanyalah hubungan bisnis semata. Di sinilah ancaman besar bagi si bendahara karena jika tuan itu sudah tidak percaya kepada dirinya pasti dia akan dipecat dan bahkan tidak akan diberi apa-apa lagi. Lebih parah dari itu, karena umumnya bendahara itu dalam mengembangkan kekayaan tuannya dengan cara memeras orang lain pasti saat dipecat dia tidak akan punya teman atau kolega yang bersedia menolongnya.

Karena itulah bendahara tersebut menata strategi sebelum dipecat yaitu dengan memberikan potongan hutang kepada orang-orang yang meminjam harta tuannya. Ini adalah strategi mengamankan diri. Bagi para peminjam tentu mereka akan memuji bendahara tersebut dan andaikan bendahara itu dipecat, peminjam dan bendahara masih memiliki hubungan baik. Sekilas dengan memberikan potongan utang kepada peminjam pasti merugikan tuannya, tetapi kenapa tuannya itu justru memuji sikap bendahara itu sebagai tindakan cerdik? Rupanya tuannya juga tidak dirugikan karena potongan yang diberikan kepada peminjam tersebut adalah bagian dari bunga yang dipungutnya. Jadi uang tuannya tetap utuh hanya saja keuntungan yang harus didapatkan bendahara dipergunakan untuk memberi potongan kepada peminjam. Kecerdikannya adalah karena bendahara tersebut mampu menyelamatkan hubungan antara dirinya dengan tuannya dan juga antara dirinya dengan peminjam lainnya.

Jemaat yang terkasih, melihat ceritera perumpamaan ini sesungguhnya yang menjadi focus (pusat) ceritera bukanlah kekayaannya tetapi kepada sikap atau cara mengelola kekayaan. Dengan demikian sejatinya kita bisa belajar beberapa hal dari kisah ini:

  1. Tidak ada yang salah dengan harta kekayaan selama harta kekayaan itu dipergunakan untuk menolong orang lain. Bagaimana hal itu dilakukan? Orang yang meminjam kepada bendahara tersebut pastilah orang yang membutuhkan pertolongan. Saat bendahara itu memberikan pinjaman jelas itu menolong mereka. Apalagi pinjaman itu tidak diberi bunga justru diberi potongan tentu akan sangat menggembirakan peminjamnya.
    Lebih penting dari itu adalah harta kekayaan justru memelihara hubungan baik dengan orang lain sebagaimana hubungan bendahara dengan peminjamnya. Banyak hari ini orang pinjam atau dipinjami tetapi setelah transaksi itu terjadi justru hubungan keduanya semakin renggang malah putus. Di sinilah kita harus bersikap cerdik, jikalau kita meminjam atau dipinjami justru menghancurkan hubungan berarti bahwa harta tidak menolong orang lain. Bagaimana menolong jikalau hubungan yang terbangun justru tidak baik? Harta kekayaan haruslah membawa kebaikan kepada semua orang. Di situlah harta kita menjadi berkat bagi diri sendiri dan orang lain.
  1. Membangun budaya kerja. Tentu orang yang meminjam kepada bendahara kini memiliki modal untuk dikelola. Kesediaan mengelola dibutuhkan semangat kerja. Karena itulah semangat bekerja adalah bagian penting dalam mengelola harta kekayaan. Jika ingin memiliki kekayaan pastilah harus bekerja. Namun tidak dapat dipastikan pula bahwa orang yang bekerja pasti kaya. Pada titik inilah kita harus merenungkan kembali arti dari bekerja. Bekerja bukan semata mencari kekayaan tetapi bekerja juga bermakna tanggungjawab kepada pemberi modal. Bekerja adalah tanggungjawab kita kepada Tuhan yang sudah memberikan banyak modal untuk kita kelola. Mari menghitung, berapa banyak kekayaan yang Tuhan berikan kepada kita sebagai modal. Saat Tuhan memberi kita tubuh sehat dangan panca indera yang sempurna, apakah itu bukan modal untuk bekerja? Menyadari bahwa banyak modal yang Tuhan berikan kepada kita haruslah membawa kita dalam semangat untuk bekerja dan bekerja. Apapun pekerjaan kita sadarilah bahwa bekerja adalah tanggung jawab kepada Tuhan yang memberikan modal dalam mengarungi kehidupan ini.
  2. Menaruh empati kepada orang miskin dan lemah dalam mempergunakan kekayaan. Belajar dari kisah umat Israel dalam kitab Amos maka kita bisa tahu bahwa oleh orang Israel harta justru dijadikan alat penindas bagi orang miskin dan lemah. Dengan hartanya orang Israel berlaku curang kepada orang lain. Tentu hal ini tidak berkenan bagi Tuhan dan karena itulah Tuhan menaruh amarah dan penghukuman kepada umat yang berlaku curang apalagi dengan harta kekayaannya. Kekayaan adalah modal yang dapat kita pergunakan untuk memuliakan Tuhan. Karena itu janganlah sampai kita mempergunakan kekayaan hidup kita ini untuk menindas apalagi menghancurkan orang lain.
  3. Kita memiliki tugas untuk membangun hubungan baik dengan semua orang. Sebagaimana Paulus menasehati Timotius (1 Timotius 2: 1-7), membangun hubungan tidak hanya dengan harta kekayaan tetapi jauh lebih penting juga adalah dengan kesatuan hati untuk saling mendoakan satu dengan yang lainnya. Dengan membangun hubungan baik dengan orang lain sejatinya menjadikan kita semakin mewartakan bahwa Tuhan kita adalah juga mengasihi semua orang, karena Tuhan kita adalah Tuhan semua orang juga.
  4. Kita ini pengelola bukan pemilik harta kekayaan. Jika saat ini kita memiliki harta, sesungguhnya itu semua bukan milik kita tetapi semua itu adalah harta Tuhan yang dipercayakan kepada kita supaya kita kelola. Dan sikap kita dalam mengelola harta kita itulah yang dinilai oleh Tuhan bukan besar atau kecilnya jumlah kekayaan kita. Menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah milik Tuhan, maka pasti menjadikan kita rendah hati dan tidak sombong dengan apa yang kita miliki. Menyadari bahwa semua yang kita miliki ini adalah milik Tuhan, maka membawa kita semakin rela mempergunakan harta kekayaan kita untuk memuliakan Tuhan.

 

Penutup

Jemaat yang dikasihi Tuhan, dalam bulan kitab suci ini kita diajak merenungkan kembali arti iman yang berdasarkan kitab suci kita. Dan hari ini kita diajari oleh firman Tuhan yang menegaskan kembali arti harta kekayaan dan cara mengelolanya. Sesungguhnya setiap orang pasti memiliki harta kekayaan. Jangan pernah katakan kita tidak punya jikalau ketidakpunyaan kita itu karena melihat harta orang lain. Tetapi mari melihat berkat yang kita miliki seraya bertanya pada diri sendiri: apakah harta berharga saya? Sungguhkah saya telah menjadikan berkat itu untuk memberkati orang lain? Sebab sesunggunya, Tuhan mengijinkan kita memiliki berkat berupa harta kekayaan itu untuk pula memberkati orang lain. Lebih dari semua harta kekayaan itu adalah bahwa Tuhan menghendaki kita memiliki iman yang memberkati orang lain. Mungkin kita jenuh dengan keadaan kita yang serba pas-pasan malah cenderung berkekurangan. Bahkan kita merasa malu karena kita tidak memiliki kekayaan seperti orang lain. Ingatlah saat ini, bahwa jangan pernah malu kepada orang lain tentang kekayaan yang anda miliki, tetapi malulah kepada Tuhan jikalau kita sudah diberi modal kekayaan tetapi tidak mampu mengelolanya. Jika kita sudah mengelolanya dengan benar sebagai pancaran iman kepada Tuhan Sang Pemberi Modal yakinlah bahwa Tuhan tidak akan pernah mempermalukan kita sehingga berkatNya akan terus ditambahkan kepada kita.

Menjadi kaya adalah baik. Namun lebih utama dari semua itu adalah apakah harta kekayaan kita itu semakin menjadikan kita dekat kepada Kemah Abadi di mana kita akan tinggal di sana bersama Tuhan ataukah justru harta kekayaan kita semakin menjadikan kita jauh dari-Nya. Jika yang utama dalam kehidupan kita adalah menjaga sikap di hadapan Tuhan, maka harta kekayaan bukanlah tujuan utama karena tujuan utama kehidupan kita adalah hidup benar di hadapan Tuhan. Jika hidup kita benar di hadapan Tuhan pastilah harta kekayaan itu akan diberikan kepada kita. Karena itulah kita diingatkan kembali firman Tuhan yang demikian: Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada (Matius 6:21). Marilah kita mempergunakan berkat yang Tuhan berikan kepada kita untuk memberkati orang lain. Amin.

DOKUMENTASI  16-20 SEPTEMBER 2016

SUMBER

Khotbah Minggu 18 September 2016

Share This:

Tuhan berjanji mengawasi kita dari awal sampai akhir tahun, bersyukurlah untuk itu

Bagaimana pandangan anda terhadap tahun 2011 yang baru lalu? Semoga tahun lalu merupakan tahun yang indah dimana anda merasakan penyertaan Tuhan yang melindungi, menjaga dan memberkati anda sepanjang tahun. Beberapa teman saya menganggap tahun kemarin merupakan tahun yang sulit dan penuh pergumulan. Karena itu pula mereka kuatir tahun ini jangan-jangan akan sama lagi, atau bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Belum lagi ramalan-ramalan yang seolah didasarkan kepada sesuatu yang ilmiah mengenai datangnya akhir zaman di tahun 2012 ini. Kondisi politik dan ekonomi di negara ini tidak kunjung membaik. Tahun lalu ada banyak bencana menimpa berbagai belahan dunia seperti halnya tahun 2010. Seperti yang saya katakan kemarin, saya menyambut tahun yang baru ini dengan optimis, karena Tuhan sudah menjanjikan rahmatNya yang selalu baru setiap pagi. (Ratapan 3:22-23). Pagi tadi saya menyambut datangnya fajar pertama di tahun 2012 dengan sebuah pengharapan baru. Saya mengucap syukur karena Tuhan menyediakan sebuah tahun lagi bagi saya untuk menyaksikan kasihNya yang besar. Selain ayat Ratapan yang tidak asing lagi bagi kita ini, ada sebuah janji lainnya yang pernah Tuhan sampaikan dahulu kala di zaman Musa. Hari ini mari kita lihat janji Tuhan tersebut dan semoga ini bisa memperkuat langkah iman anda dalam memasuki tahun yang baru.

Pada masa ketika Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir untuk masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan, bangsa Israel sebenarnya sudah mengalami begitu banyak penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan mereka. Mulai dari tiang api dan tiang awan untuk menghangatkan disaat dingin dan memayungi mereka disaat panas: “TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.” (Keluaran 13:21-22), burung puyuh yang diberikan Tuhan karena mereka bersungut-sungut hanya makan roti terus menerus (Keluaran 16:13) dan lain-lain, sampai sebuah mukjizat besar ketika Tuhan membelah laut Teberau sehingga mereka bisa berjalan melewati laut itu sementara Firaun dan tentaranya habis tersapu laut yang kembali menutup di saat mereka melintasinya. (Keluaran 14). Ini baru beberapa dari bukti nyata penyertaan Tuhan yang mereka saksikan langsung dengan mata kepala sendiri. Apakah bangsa Israel ini menjadi teguh imannya dan bisa percaya penuh kepada Tuhan? Sayangnya tidak. Dasar bangsa yang keras kepala dan tidak tahu terima kasih, mereka terus berulang-ulang menunjukkan sikap buruk mereka, baik lewat keluh kesah bahkan menyembah ilah lain hingga beberapa generasi selanjutnya. Kembali kepada perjalanan mereka menuju Kanaan, Musa sudah mengingatkan mereka bahwa mereka seharusnya sadar bahwa mata mereka sendiri sebetulnya sudah menyaksikan segala perbuatan besar Tuhan. “Kamu tahu sekarang–kukatakan bukan kepada anak-anakmu, yang tidak mengenal dan tidak melihat hajaran TUHAN, Allahmu–kebesaran-Nya, tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung, tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan-Nya di Mesir terhadap Firaun, raja Mesir, dan terhadap seluruh negerinya; juga apa yang dilakukan-Nya terhadap pasukan Mesir, dengan kuda-kudanya dan kereta-keretanya, yakni bagaimana Ia membuat air Laut Teberau meluap meliputi mereka, ketika mereka mengejar kamu, sehingga TUHAN membinasakan mereka untuk selamanya; dan apa yang dilakukan-Nya terhadapmu di padang gurun, sampai kamu tiba di tempat ini; pula apa yang dilakukan-Nya terhadap Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, anak Ruben, yakni ketika tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya, kemah-kemah dan segala yang mengikuti mereka, di tengah-tengah seluruh orang Israel.” (Ulangan 11:2-6). Dan sebuah ketegasan pun dikatakan oleh Musa: “Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN.” (ay 7). Tidakkah ini pun menjadi teguran buat kita? Kita seringkali hanya sibuk terfokus memandang masalah sehingga lupa bagaimana Tuhan telah menyertai kita selama ini. Berbagai bukti nyata penyertaan Tuhan yang pernah kita alami kita kesampingkan lalu kita hanya sibuk mengeluh menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Bangsa Israel tidak mampu melihat apa yang sebenarnya diberikan Tuhan kepada mereka. Tuhan melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir dan memberi sebuah tanah yang sangat subur, melimpah susu dan madunya. Lihatlah ayat berikut ini: “Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit.” (Ulangan 11:10-11). Lalu lihatlah janji Tuhan yang indah ini: “suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.” (ay 12). Janji yang sama Tuhan berikan kepada kita dalam memasuki tahun yang baru. Kita belum melihatnya, tapi sesungguhnya apa yang disediakan Tuhan adalah tahun yang subur, melimpah susu dan madunya, tahun yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit alias tahun yang subur dan sangat menjanjikan, dan terlebih lagi Tuhan sudah berjanji untuk memelihara kita berjalan di dalamnya, mulai dari awal sampai akhir tahun. Ini janji Tuhan yang luar biasa yang seharusnya bisa membuat kita tidak perlu kuatir dalam melangkah memasuki tahun 2012 yang baru saja bermula ini.

Mungkin sebagian dari kita merasa kuatir menatap masa depan kita di malam Tahun Baru kemarin, tetapi ingatlah bahwa kita tidak perlu kuatir kepada peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Kita tidak perlu terikat akan hal itu, karena kita sebenarnya dapat melangkah maju dengan fokus yang tertuju kepada Tuhan yang sudah memberikan janjiNya. Seperti Tuhan mengawasi negeri dan umatNya dahulu, seperti itu pula Dia akan melakukannya untuk kita. MataNya pun akan senantiasa mengawasi kita, dan Dia akan berjalan bersama-sama dengan kita dari awal sampai akhir tahun. Kasih setia Tuhan akan terus ada bersama anda dan saya setiap hari di tahun yang baru ini. Tuhan sudah berjanji dan Dia pasti menepatinya. Kita dapat memegang dan mempercayai janjiNya. Oleh karena itu, masukilah tahun yang baru dengan semangat dan gairah baru dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Mari jadikan tahun 2012 sebagai tahun yang indah bagi kita semua.

Tuhan berjanji mengawasi kita dari awal sampai akhir tahun, bersyukurlah untuk itu

 

DOKUMENTASI 18 NOVEMBER 2012

sumber

Bersama Kita Sepanjang Tahun

Share This:

Dokumentasi 23 sd 27 Juli 2016 Apa yang Yesus Ajarkan Tentang Kehidupan Keluarga

Pandangan seperti apa tentang perkawinan yang membuat keluarga bahagia?

Perkawinan adalah suatu ikatan yang suci. Sewaktu ditanya apakah perceraian diperbolehkan, Yesus berkata, ”Tidakkah kamu baca bahwa dia yang menciptakan mereka sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan dan mengatakan, ’Karena alasan ini seorang pria akan meninggalkan bapaknya dan ibunya dan akan berpaut pada istrinya, dan keduanya akan menjadi satu daging’? Sehingga mereka bukan lagi dua, melainkan satu daging. Oleh karena itu, apa yang telah Allah letakkan di bawah satu kuk hendaknya tidak dipisahkan manusia. Barang siapa menceraikan istrinya, kecuali atas dasar percabulan, dan menikah dengan orang lain, berbuat zina.” (Matius 19:4-6, 9) Jika pasangan suami istri mengikuti nasihat Yesus dan saling setia, semua anggota keluarga merasa aman dan bahagia.

Dokumentasi keluarga 23 sampai dengan 27 Juli 2017

 

Share This:

TEORI BEHAVIORISTIK

Sesuai dengan wikipedia Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dianut oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman [1]. Beberapa ilmuwan yang termasuk pendiri dan penganut teori ini antara lain adalah Thorndike, Watson, Hull, Guthrie, dan Skinner.

Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.

Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi:

  1. Reinforcement and Punishment;
  2. Primary and Secondary Reinforcement;
  3. Schedules of Reinforcement;
  4. Contingency Management;
  5. Stimulus Control in Operant Learning;
  6. The Elimination of Responsesuntuk lebih jelasnya silahkan dibaca pada link berikut ini
Share This:

GURU PEMBELAJAR

Guru adalah sosok yang sangat penting sebagai agen perubahan dalam suatu peradaban. Guru menjadi garda terdepan dalam pembentukan generasi, bagaimana wajah generasi terdepan akan tewarnai oleh guru saat ini. Arah dan karakter pendidikan akan ditentukan melalui ilmu dan teladan yang diberikannya pada peserta didik. Dengan demikian, maka seorang guru harus senantiasa mengembangkan wawasan keilmuannya sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi yang dimilikinya sebagai guru proffesional.

Seorang guru tentu bukanlah sosok yang sempurna, bukan sosok yang serba tahu atau serba bisa. Selain memiliki keunggulan, guru pun memiliki kelemahan sehingga guru wajib belajar. Hakekatnya belajar bisa dilakukan dari seorang guru dari siapa pun, kapan pun dan dimana pun. Seorang guru tidak perlu malu mengakui kelemahan atau berlindung dibalik ego, karena mengakui kekurangan tidak akan menurunkan wibawa sebagao seorang guru, tetapi justru sebaliknya, akan semakin membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah seorang guru yang bersikap terbuka terhadap perubahan dan memiliki mental pembelajar.

Guru diharapkan menjadi sumber informasi sekaligus menjadi sumber solusi bagi peserta didik. Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kompetensinya, selalu mengupdate infomasi, dan menjemput bola agar tidak tertinggal informasi. Hal ini bisa dilakukan jika seorang guru memiliki jiwa pembelajar.

Harapan seorang guru setelah memberikan teladan dan mentransformasi ilmunya kepada peserta didik terjadi peningkatan kualitas pendidikan, sehingga ketika pindah atau pensiun, dia meninggalkan kesan yang positif. Dia akan menjadi sosok guru yang kehadirannya dirindukan dan kepergiannya ditangisi. Guru terbaik adalah guru yang mampu menginspirasi tidak hanya peserta didik juga sesama rekan guru.

Untuk mewujudkan hal tersebut bukan hal mudah. Perlu kerja keras. Selain itu guru juga perlu terus belajar. Guru bukan hanya belajar dari buku atau melalui seminar-seminar tetapi juga bisa belajar dari peserta didik dan rekan seprofesinya, misalnya ketika ada guru yang rajin, disiplin, dia perlu belajar untuk berlaku hal yang sama. Ketika ada peserta didik yang belajar dengan tekun, rajin membaca maka dia pun tidak salah untuk rajin membaca. Ada staf TU yang bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas, dia pun belajar darinya. Walau sebagai guru, tetapi bukan berarti tidak perlu belajar.

Guru pembelajar tidak pernah menyepelakan ilmu sesederhana apapun dan siapa pun yang menyampaikannya. Guru pembelajar mau menginvestasikan waktu, tenaga bahkan biaya untuk meningkatkan kompetensinya. Hikmah atau pelajaran bukan hanya diiambil dari peristiwa yang baik, tetapi juga dari peristiwa yang buruk. Dari peristiwa yang baik kita dapat belajar untuk dapat menirunya dan dari peristiwa negatif, kita dapat belajar menjauhinya.

Seorang guru harus berkarya karena setiap hari bertemu dengan berbagai karakter peserta didik. Masalah setiap hari ada saja, masalah tersebut bisa menjadi sebuah karya yaitu berupa PTK, menulis artikel, bestpractice dan sebagainya. (*)

Ide-ide bisa datang dari permasalahan yang kita hadapi setiap hari. Guru jangan pernah berhenti berkarya karena :

Guru harus tumbuh (growing) untuk meningkatkan pengembangan diri agar tidak ketinggalan jaman dalam era digital

Guru harus kreatif (creative) dalam pembelajaran dan menghasilkan ide-ide baru

Guru harus adaptasi (adaptive) menyesuikan dengan kondisi lingkungan diman kita mengajar/ bertempat tinggal

Guru harus responsif (responsive) terhadap segala perubahan jaman. Dari jaman batu samai jaman era digital

Guru harus peduli (caring) terhadap peserta didik dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan para peserta didik

Guru harus memberikan contoh, berperilaku baik, menyayangi dan bermoral mulia serta sangat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi saat ini kesadaran guru agar terus belajar dalam rangka meningkatkan kemampuan diri masih cukup rendah walaupun kebijakan menyisihkan 5% dari dana tunjangan sertifikasi agar digunakan meningkatkan kompetensi guru. Saat ada pelatihan sebagian besar ada yang bereaksi langsung ahh…malas saya sudah tua, sebentar lagi pensiun, untuk apa ikut seminar, diklat, workshop. Tidak terpikir ilmu tersebut bisa kita terapkan kepada anak, cucu dan generasi penerus kita. Untuk belajar tidak rugi karena belajar sepanjang hayat adalah belajar yang banyak manfaatnya (ilmu yang baroqah).

Para guru, berhitunglah berapa persen ilmu perkuliahan yang sekarang masih diingat dan mampu menunjang tugas kita sebagai guru. Kita akan menyadari ada banyak hal yang harus dipelajari lagi guna meningkatkan kapasitas diri menghadapi dinamika peserta didik yang sekarang sudah dengan cepat mengakses informasi di era digital ini. Ibarat baterai gadget, yang harus di-chache setiap hari, maka guru juga demikian, sekian tahun berdiri di depan kelas, maka guru juga harus mendapatkan pencerahan.

Mengapa guru tetap harus belajar, karena setiap kita adalah peserta didik sekaligus guru. Menjadi guru berarti belajar sepanjang waktu karena ada banyak hal baru. Guru harus beradaptasi dengan perubahan, terus belajar dalam kondisi bagaimanapun. Jangan jadikan usia, kesibukan, waktu, kelelahan serta kemalasan menghambat seorang guru untuk belajar meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan proffesional.

Guru pembelajar memiliki andil dalam peningkatan mutu pendidikan yang saat ini tengah diperjuangkan. Menjadi guru, berarti belajar sepanjang waktu. Never stop learning. (*Guru BK SMA Negeri 5 Pontianak)

SUMBER

http://www.pontianakpost.co.id/guru-pembelajar-never-stop-learning

Materi Guru Pembelajar bisa didownload DISINI

Share This:

UN 2018 Akan Ada Isian Singkat untuk Matematika

Jakarta, Kemendikbud — Satu hal yang berbeda dari ujian nasional (UN) tahun 2018 adalah adanya soal mata pelajaran matematika yang harus dijawab dengan isian singkat. Kebijakan baru ini diterapkan untuk mengukur kemampuan siswa melalui soal yang menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills).

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kiki Yuliati, saat pembukaan Rapat Koordinasi Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Pelaksanaan UN 2018 di Jakarta, Minggu (11/12/2017).

“Dari sisi tujuan penilaiannya sendiri, isian singkat ini untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa,” ujar Kiki.

Ia menegaskan, isian singkat untuk mata pelajaran matematika ini tidak sama dengan esai. Namun, akan ada mekanisme penilaian atau scoring khusus untuk jawaban berupa isian singkat. Saat ini BSNP dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru mengembangkan soal UN dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran matematika. Ke depan, secara bertahap akan dikembangkan pula soal dengan jawaban isian singkat untuk mata pelajaran lain.

“Kita baru mengembangkan matematika untuk skala jumlah peserta UN yang besar ini. Kita lakukan bertahap, dimulai dari matematika,” kata Kiki. Ia menambahkan, jumlah butir soal untuk isian singkat tersebut tidak banyak. “Jadi belum dominan,” tuturnya.

Sejak bulan Agustus 2017, BSNP telah menerbitkan Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 yang dapat diunduh di laman https://www.kemdikbud.go.id. Kiki menuturkan, kisi-kisi soal UN dibuat BSNP bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

Kisi-kisi yang telah diterbitkan itu mencakup untuk semua soal, sehingga bisa dijadikan sebagai soal pilihan ganda maupun isian singkat. “Jadi satu kisi-kisi yang sama, lalu dari kisi-kisi itu kita memilah dan memilih mana yang bisa untuk pilihan ganda, mana yang bisa untuk isian singkat,” katanya.(Desliana Maulipaksi)

Sumber

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/12/un-2018-akan-ada-isian-singkat-untuk-matematika

Share This:

Pengerjaan Soal-soal

JAWABAN TUGAS BAB 14

  1. Pak Romlah membeli barang dengan menggunakan mobilnya dengan daya angkut 800 kg. Kemudian, pak Romlah membeli 4 kuintal kopi dan 8 karung beras yang masing-masing beratnya 40 kg, serta gula jawa. Berapakah berat maksimal gula jawa yang dapat dibelinya?

Dik    :Daya angkut mobil Pak Romlah 800kg

 4 kuintal Kopi, 1kuintal = 100kg, jadi 4kuintal = 4 x 100kg = 400kg

8 karung beras,1 karung = 40kg, jadi 8 x 40kg = 320kg

Dit      : berat maksimal gula jawa

Jawab :  Jadi berat maksimal Gula Jawa yang dapat dibeli pak Romlah adalah

      = 800 kg– ( Berat kopi + Berat Beras )

      = 800kg  – ( 400kg + 320 kg )

      = 800kg – 720kg

     = 80kg

  1. Seorang buruh bangunan bekerja pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 16.30 dengan waktu istirahat selama ½ jam. Apabila batas efektif kerja buruh tersebut dalam sehari adalah 7 jam. Berapakah kelebihan jam waktu kerja buruh tesebut?

Dik : Buruh bekerja pada pukul 07.00 – 16.30  total waktu  9 jam 30 menit

        Waktu istrahat ½ jam = 30 menit

        Jadi waktu efektif bekerja = 9jam 30 menit – 30 menit = 9jam

Dit : Kelebihan jam kerja buruh?

Jawab : Apabila batas efektif kerja buruh tersebut dalam sehari 7 jam maka kelebihan jam   waktu    kerja buruh tersebut adalah  9 jam – 7jam = 2 Jam.

  1. Waktu di Sabang 2 jam lebih lambat dibanding dengan waktu di merauke. Pak Ali berangkat dari sabang menuju merauke menggunakan pesawat pada pukul 08.00 dan tiba 7 jam kemudian. Pada pukul berapa pesawat yang digunakan pak Ali tiba di merauke?

Jawab

Dik : waktu di sabang 2 jam lebih lambat dibanding waktu di Merauke.

        Pak Ali berangkat dari sabang menuju Merauke  menggunakan pesawat pukul 08.00 ,tiba 7

       Jam  kemudian

Dit : waktu tiba Pak Ali Di Merauke?

Jawab : pukul 08.00 + 7jam =  pukul 15.00, karena waktu diSabang 2 jam lebih lambat dibanding waktu di Merauke, maka waktu di Merauke  sudah menunjukan pukul 17.00 WIT.

Jadi Pesawat yang digunakan Pak Ali tiba Di Merauke pada pukul 17.00WIT.

 

Share This:

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2014

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa dalam rangka melaksanakan Pasal 77A ayat (3), Pasal 77C ayat (3), Pasal 77D ayat (3), Pasal 77E ayat (3), Pasal 77F ayat (4) dan Pasal 77J ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah  Pertama/Madrasah Tsanawiyah;

Mengingat :

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
  2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
  4. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014;
  5. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
  6. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
  7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 54/P Tahun 2014;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG
KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH
TSANAWIYAH.

 

Share This:

TEORI BELAJAR PAVLOV

Eksperimen Pavlov di bidang psikologi dimulai ketika ia melakukan studi tentang pencernaan anjing. Dalam percobaan tersebut, ia menemukan bahwa anjing, sebagai subyek penelitiannya, akan mengeluarkan air liur
ketika melihat makanan. Selanjutnya, ia mengembangkan dan mengeksplorasi penemuannya dengan mengembangkan studi perilaku (behavior study) yang dikondisikan, yang kemudian dikenal dengan Classical
Conditioning. Hasil karya ini sampai menghantarkannya menerima hadiah Nobel pada tahun 1904. Teori itu kemudian menjadi landasan perkembangan aliran psikologi behaviorisme, sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pengembangan teori-teori tentang belajar .

KOMPONEN DASAR DAN EKSPERIMEN PAVLOV

Terdapat empat komponen dasar yang membangun Teori Kondisioning Pavlov, yaitu:
1. unconditioned stimulus (UCS)
2. unconditioned response (UCR)
3. conditioned stimulus (CS)
4. conditioned response (CR)

Pavlov sendiri, menurut Bower, sesungguhnya menggunakan kata unconditioned reflex dan conditioned reflex sebagaimana diindikasikan dalam dua bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Conditioned keluarnya air liur oleh metronome disebut conditioned response. Proses untuk membuat anjing memberikan conditioned response tadi disebut conditioning.

FENOMENA YANG TERLIHAT DARI EKSPERIMEN PAVLOV

1. Acquisition
Membuat pasangan netral stimuli dengan unconditioned stimuli berulang-ulang hingga muncul conditioned response.
2. Extinction
Setelah respons itu terbentuk, maka respons itu akan tetap ada selama masih diberikan conditioned stimuli dan dipasangkan dengan unconditioned stimuli. Kalau conditioned stimuli diberikan untuk beberapa lama, maka conditioned response tidak mempunyai penguat / reinforcer dan besar kemungkinan conditioned response itu akan menurun jumlah pemunculannya dan akan semakin sering tak terlihat seperti penelitian sebelumnya. Peristiwa itulah yang disebut dengan pemadaman (extinction). Conditioned response akan hilang secara perlahan-lahan atau hilang sama sekali untuk selamanya.
3. Generalisasi
Ternyata conditioned response ini juga dapat dikenakan pada kejadian lain, namun situasinya yang mirip. Inilah yang dikenal dengan generalisasi stimulus atau generalisasi. Misalnya, pemuda yang mencintai seorang gadis, dan ia merasa bahagia jika bertemu dengan gadis tersebut. Pada saat ia mengetahui bahwa gadis yang dicintainya menyukai warna pink, maka ia akan merasa bahagia ketika menjumpai benda-benda apa saja yang berwarna pink.
4. Diskriminasi
Bila suatu makhluk mengadakan generalisasi (menyamaratakan), maka ia juga akan dapat melakukan diskriminasi atau pembedaan. Diskriminasi yang dikondisikan ditimbulkan melalui penguatan dan pemadaman yang selektif. Dalam mau dicukur rambutnya karena takut dengan suara alat cukur atau gunting. Untuk mengganti perasaan takut ketika dipotong, maka setiap dipotong rambutnya anak diberi gula-gula kesukaannya atau diputarkan film kartun kesayangannya. Sehingga ketika itu dilakukan terus-menerus akan muncul respons tidak takut dengan alat-alat cukur rambut.

BEBERAPA CONTOH PERILAKU TERKONDISI MENURUT TEORI PAVLOV
1. Beberapa perilaku pobia misalnya ketika seorang pengacara di sebuah Firma Hukum, mempunyai perilaku phobia terhadap (kegelapan) malam. Ia menyusun jadwalnya sedemikian rupa sehingga pada saat menjelang malam ia sudah berada di apartemennya. Ia juga selalu menolak diajak keluar malam. Penyebabnya, pada suatu malam, ketika sedang berjalan sendirian, ia pernah diserang seorang laki- laki yang tidak dikenal.

2. Orang takut naik pesawat terbang karena sebelumnya, ketika naik pesawat ia pernah mengalami gerakan memutar dan gerakan naik dan turun secara drastis  yang menimbulkan rasa sakit.

3. Seseorang menjadi lapar ketika berada di dapur atau melihat kulkas.
4. Merasa muak kepada sejenis makanan yang pernah membuat kita sakit.
5. Menjadi haus dalam permainan bola karena kita pernah minum dalam latar setting yang sama.
6. Bangkitnya gairah seksual dikala makan malam di bawah remang cahaya lilin, karena dalam pengalaman sebelumnya kita pernah melakukan aktivitas seks sebelum makan dalam suasana yang sama.
7. Menundukkan kepala ketika melewati tangga menuju lantai dasar, karena kita pernah terbentur tangga itu.

SELANJUTNYA…..

Share This: